Ads

Ads
Menu
Results for "Wonosobo"
Travel Agent Penyedia Info Wisata

12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau, - Kabupaten Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai wilayah yang didominasi perbukitan. Hal itu alasannya wilayah ini dikelilingi beberapa Gunung Besar, yaitu Gunung Sindoro, Sumbing dan Dataran Tinggi Dieng. Wilayah Kabupaten Wonosobo berbatasan eksklusif dengan Kabupaten Temanggung dan Magelang di Timur, Kabupaten Purworejo di Selatan, Kabupaten Kebumen dan Banjarnegara di barat dan juga Kabupaten Batang dan Kendal di utara.
Bicara mengenai wisata di Kabupaten Wonosobo, maka tidak akan sanggup dilepaskan dari Kawasan Wisata Dieng Plateau atau dataran Tinggi Dieng. Wisata Dieng Wonosobo Jawa Tengah sendiri bekerjsama terbagi menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dalam artikel ini kami tidak akan membahas ihwal pariwisata di Dataran Tinggi Dieng namun akan membahas potensi wisata lain di Wonosobo selain Dieng Plateau. Untuk daftar tempat wisata di dataran Tinggi Dieng sanggup anda dapatkan di artikel berikut : 12 Tempat Wisata di Dataran Tinggi Dieng Paling Menarik.

 12 Tempat Wisata Wonosobo Selain Dieng Plateau


Berikut yaitu 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau

1. Kebun Teh Tambi

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Mengingat kondisi geografisnya yang banyak terdapat perbukitan, maka wilayah Di Wonosobo sanat cocok untuk ditanami teh. Salah satu kebun teh yang ada di Wonosobo yaitu Kebun Teh Tambi, yang terletak di Desa Tambi Kecamatan Kejajar Wonosobo. Lokasi wisata Wonosobo kebun teh ini berada di jalur Wonosobo-Dieng, sehingga bagi anda yang berniat berkunjung ke Dieng, sanggup menyempatkan berkunjung ke Kebun Teh Tambi ini terlebih dahulu. Pemandangan yang disuguhkan di Kebun Teh Tambi ini yaitu berupa perkebunan teh yang hijau dan sejuk serta pemandangan pegunungan yang indah disekitarnya. Luas Kebun Teh Tambi sendiri sekitar 800 ha. Di tempat ini pengunjung sanggup melaksanakan acara Tea Walking di area perkebunan.

2. Telaga Menjer

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Telaga Menjer merupakan sebuah telaga yang terdapat di Desa Menjer, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo yang merupakan salah satu dari tempat wisata alam Wonosobo. Wisata Wonosobo Telaga Menjer berjarak sekitar 12 km dari Kota Wonosobo ke arah Dataran Tinggi Dieng. Telaga Menjer merupakan salah satu telaga yang terbentuk dari proses vulkanis dan terdapat pada ketinggian 1300 mdpl di lereng Gunung Pakuwaja. Luas Telaga Menjer sendiri yaitu 70 hektar dan kedalaman mencapai 45 meter. Di sekitar telaga Menjer terdapat perbukitan dengan beberapa tumbuhan pinus yang tampak hijau sehingga menambah keindahan di Telaga Menjer Wonosobo ini.

3. Waduk Wadaslintang

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Waduk Wadaslintang dibangun pada masa pemerintahan Orde Baru yang bertujuan sebagai sarana irigasi di Kabpaten Wonosobo, Kebumen dan sekitarnya. Selain dimanfaatkan sebagai sarana irigasi, Waduk Wadaslintang juga dimanfaatkan sebagai PLTA. Pada hari libur banyak wisatawan domestik yang berkunjung ke Waduk Wadaslintang ini, alasannya pemandangannya memang sangat bagus. Selain untuk menikmati pemandangan ada juga yang memanfaatkan waduk sebagai tempat memancing. Lokasi Waduk Wadaslintang sendiri berada di perbatasan Kebumen dan Wonosobo, tepanya di Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo.

4. Arung Jeram Serayu

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Sungai Serayu melintasi beberapa wilayah di Jawa Tengah, salah satunya yaitu Kabupaten Wonosobo. Aliran Sungai Serayu yang sangat deras sangat cocok apabila dipakai sebagai lokasi arung jeram atau rafting. Oleh alasannya itu di beberapa tempat di Wonosobo dijadikan sebagai lokasi beraktifitas rafting. Untuk sanggup melaksanakan rafting di Sungai Serayu Wonosobo anda harus membentuk tim, alasannya mustahil hanya sendirian. Anda sanggup menentukan aneka macam macam paket wisata adventur Rafting di Sungai Serayu Wonosobo ini dengan kemudahan yang berbeda. Lokasi start rafting biasanya dari Jembatan Krasak Wonosobo.

5. Air Terjun Sikarim

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Air Terjun Sikarim sanggup dikatakan sebagai tempat wisata yang masih tersembunyi di Kabupaten Wonosobo. Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sikarim ini pengunjung harus melewati semak belukar terlebih dahulu. Namun sesampainya di lokasi anda akan disuguhi dengan pemandangan yang indah berupa gerojokan dengan latar belakang bukit Sikunir. Air Terjun ini mempunyai ketinggian 4 meter. Jika anda berminat anda sanggup mengunjungi di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Wonosobo, Jawa Tengah.

6. Curug Winong

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Satu lagi keindahan alam di Kabupaten Wonosobo yang masih perawan dan belum banyak terjamah manusia, yaitu Curug Winong. Memang nama curug ini masih kalah tenar dibandingkan sempurna wisata di Dieng, namun bekerjsama Curug Winong ini mempunyai panorama yang tak kalah menarik. Wisata curug Wonosobo, Curug Winong merupakan sebuah curug di Kabupaten Wonosobo yang mempunyai air yang jernih serta mengalir dlaam turunan yang curam berupa bebatuan berwarna hitam. Pemandangan di Curug ini sangat indah sehingga banyak pengunjung yang ingin berfoto ria di Curug ini. Lokasi Curug Winong sendiri terdapat di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

7. Pemandian Air Panas Kalianget

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Pemandian Air Panas Kalianget terletak di Jalan Raya Wonosobo - Dieng tepatnya di Km 3, Desa Kalianget, Kabupaten Wonosobo. Pemandian Air wisata kalianget wonosobo ini cukup gampang dikenali alasannya berada di jalur menuju wisata Dieng Plateau. Kita tau bahwa di Kawasan Dieng Plateau ini banyak sekali fenomena yang berasal dari aktifitas vulkanis. Salah satu aktifitas vulkanis ini juga ditemui jauh dari Dieng Plateau sendiri yaitu tepatnya di Pemandian Air Panas Kalianget yang terdapat sumber mata air panas alami. Wisata air panas Wonosobo berupa Pemandian Air Panas Kalianget ini mengandung sulfur yang dipercaya sanggup menyembyhkan aneka macam macam penyakit kulit. Apabila anda berminat untuk tiba ke lokais wisata ini, anda tidak perlu khawatir alasannya tempat ini sudah dikembangkan dengan baik, bahkan tempat parkirnyapun sudah sangat luas.

8. Kolam Renang Mangli

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Berenang dengan memakai sumber mata air yang alami akan memperlihatkan kesan yang segar dan nyaman. Berbeda dengan apabila berenang dalam bak renang yang memakai air olahan, pastinya akan terganggu dengan anyir busuk kaporit yang tidak enak. Berenang dengan mata air alami ini salah satunya sanggup anda temui di Kolam Renang Mangli Kabupaten Wonosobo. Bagi warga Wonosobo pastinya Kolam Renang Mangli ini sudah tidak absurd lagi, alasannya lokasinya yang masih dalam tempat Kota Wonosobo. Kolam ini pada hari Minggu dan libur banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang kebanyakan masih dari Wonosobo sendiri. Kolam Renang Mangli sangat cocok untuk menghabiskan liburan bersama keluarga tercinta anda.

9. Lobang Sewu

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Wisata Wonosobo Lobang Sewu ini ketika ini sedang menjadi ekspresi dominan di masyarakat. Lobang sewu ini mempunyai pemandangan ibarat Grand Canon di Coloradi, Amerika Serikat. Namun perbedaannya jikalau di Wonosobo ini tebingnya asalnya dari watu kapur. Batuan kapur ini terdapat di Kawasan Waduk Wadaslintang. Gugusan tebing kapur ini membentuk lubang-lubang yang banyak sehingga masyarakat sekitar menamainya dengan Lobang Sewu. Karena keindahannya kesannya banyak pengunjung yang tiba untuk melihat dan berfoto di tempat Lobang Sewu Wonosobo ini. Untuk lokasinya sendiri terdapat di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo yang merupakan salah satu wisata Wonosobo terbaru.

10. Kolam Renang Tirta Ria Tembelang

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Saat liburan tiba jangan lupa untuk engajak putra-putri anda untuk berenang di Kolam Renang Tirta Ria Tembelang Wonosobo. Kolam Renang Tirta Ria Tembelang ini letaknya tidak jauh dari Kota Wonosobo ini mnawarkan bak renang yang sudah dilengkapi dengan aneka macam macam wahana permainan air yang tentunya akan sangat menynangkan bagi putra-putri kita. Untuk lokasi dari Kolam renang Tirta Ria Tembelang ini yaitu di Jalan Kertek-Wonosobo Desa Tembelang Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo Jateng.

11. Kebun Teh dan Kolam Renang Tanjungsari

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Selain Kebun Teh Tambi, Wonosobo ternyata juga mempunyai agro wisata wonosobo lain dengan pemandangan yang tak kalah indah dengan Kebun Teh Tambi yaitu Kebun Teh Tunjungsari. Kebun Teh Tunjungsari berada di Kecamatan Sapuran, yang mana untuk mencapai tempat ini sanggup ditempuh melalui jalur Salaman Magelang menuju Wonosobo. Jika sudah hingga niscaya anda akan mengetahui alasannya lokasinya ada di pinggir jalan. Di ebun Teh Tunjungsari ini selain terdapat pemandangan kebun teh yang indah juga dibangun waterboom dan juga taman.

12. Pendakian Gunung Sindoro dan Sumbing

 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau


Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing merupakan dua gunung yang banyak dijadikan sebagai lokasi mendaki gunung bagi para pendaki dan pecinta alam. Gunung Sindoro dan Sumbing berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Dalam artikel ini akan kami bahas pedakian Gunung Sindoro dan Sumbing melalui jalur di Kabupaten Wonosobo. Untuk mendaki Gunung Sindoro, jalur yang banyak diambil yaitu jalur via Kledung dan Sigedang. Jalur Sigedang ini terletak di Desa Sigedang, Kecamatan Tambi Kabupaten Wonosobo. Jalur Sigedang ini mempunyai pemandangan yang sangat Istimewa alasannya melewati kebun teh yang sangat indah. Untuk mencapai desa Sigedang dari arah Wonosobo sanggup naik bus jurusan Dieng, turun di pertigaan Rejosari arah ke Tambi. Untuk pendakian GUnung Sumbing, para pendaki biasanya mengambil jalur di Garung Wonosobo, Cepit Temanggung dan Mangli Magelang. Jalur pendakian Garung sanggup dibilang yang paling ramai. Untuk mendaki Gunung Sumbing via jalur ini anda harus menempuh jalur sekitar 7 km dan sanggup ditempuh dalam waktu normal sekitar 7-8 jam. Yang perlu diingat bahwa mendaki gunung dimanapun berada, diharapkan keahlian khusus. Oleh alasannya itu usahakan mendak gunung dengan membentuk rombongan dan harus ada yang berpengalan di gunung tersebut semoga tidak tersesat.

Demikian tadi 12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau. Setelah berkeliling Kabupaten Wonosobo jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Wonosobo yaitu Mi Ongklok dan Sate Sapi. Mi ongklok mempunyai rasa yang yummy apalagi disantap selagi masih hangat.
Sumber http://tempatwisatadaerah.blogspot.com

12 Tempat Wisata di Kabupaten Wonosobo Selain Dieng Plateau, - Kabupaten Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai ...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Dalam rangka menyukseskan kegiatan “One Year One Mountain” yang saya canangkan pada tahun kemudian (untuk saya sendiri), maka tahun ini saya berencana untuk kembali menapaki salah satu gunung yang ada di Indonesia. Bagai gayung bersambut, ternyata sobat saya—yang juga rekan seperjalanan di Tambora—Yungski (@yuanggafp), ngajakin jalan ke Gunung Prau, Jawa Tengah. Tentu saja saya menyambut baik undangan tersebut. Namun ternyata perjalanan kami tidak semulus yang saya bayangkan. So much drama! Dan barangkali, ini ialah pendakian ter-drama hingga sejauh ini...

So here where the story begins...


Gunung Prau sendiri sudah sangat populer di kalangan para pendaki. Selain lantaran keindahan alamnya, gunung ini juga punya medan yang ramah untuk para pendaki pemula, macem kami. Dan untuk memudahkan perjalanan, kami menentukan untuk ikut open trip.

Awalnya kami pengen ikutan trip glamping (glamourous camping). You know, yang tendanya kece, ada toilet portable, makannya sushi, pasta, burger, terus area camping-nya dihiasi lampu-lampu kecil. Pokoknya manjha deh. Cari aja di Instagram, ada akun operatornya. Tapi lantaran sayang duit ngga ada jadwal glamping yang pas, akhirnyanya kami join trip yang “biasa” aja. (Mohon maaf kali ini saya ngga nyebut operatornya kerana kisah ini mostly berisi review negatif. So sorry).

Drama dimulai bahkan semenjak kami gabung ke grup WA open trip tersebut. Waktu itu udah ada beberapa anggota lain, yang mana saya ngga ngerti mereka itu panitia atau akseptor trip, soalnya di profpic mereka udah pake kaos bergambar “merk” operator trip tersebut. Tapi yang jelas, keganjilan di grup ini adalah... sangat sangat minimnya isu UMUM ihwal trip yang akan diselenggarakan!

Bahkan untuk sekedar itinerary, saya harus nge-DM salah satu panitia, gres kemudian dikasih. Temen saya yang tanya itin juga di grup, dibalas (sama panitia lain) katanya bakal ada revisi itinerary makanya ngga di post dulu. Tapi saya DM ulang ke panitia yang lain, ngga ada itu yang namanya revisi! Like, wtf dude?!

Dan yang bikin saya paling ngga nyaman di grup itu ialah chat-chat “ngga penting”, yang ngga ada hubungannya sama trip, yang dilontarkan dengan bahasa kurang sopan hingga menyebutkan aneka macam macam (maaf) alat kelamin! Well, saya ngga ngerti ya, apakah itu emang jokes “bro bro gunung” or jokes “lakik” or whatever. Dan bukannya saya ngga suka dengan “keakraban” yang ada di sana.Tapi kan ya namanya di grup open trip yang pesertanya dari aneka macam latar sifat, karakter, dan tingkat toleransi, akan lebih baik kalo kita menjaga lisan. Apalagi ada cewek-cewek dan ukhti-ukhti juga di grup itu. Hmm..

Anyway, drama lain yang saya pribadi hadapi ialah susahnya cari kendaraan ke meeting point kita, di Terminal Mendolo, Wonosobo, Jawa Tengah. Saya kira lantaran di sana ada wisata Dieng, maka transportasinya bakal gampang. Tapi ternyata ya susah-susah gampang. Mungkin lantaran letaknya yang ngga dilalui jalur utara & selatan ya. Belum lagi kemarin masih suasana lebaran jadi tiket-tiket pada abis atau harganya naik. Hft. Kalau mau naik kereta, kita cuma sanggup hingga di kota terdekat kayak Yogya, Purwokerto, atau Semarang, terus lanjut naik bus lagi. Tapi untungnya, saya nemu bus direct dari Surabaya ke Wonosobo, dari operator Handoyo. Saya booking tiketnya via bosbis.com dan ternyata harganya lebih murah dari harga distributor Handoyo yang saya telepon!

[Sabtu, 23 Juni 2018]

Saya tiba di Wonosobo menjelang Shubuh dan ngga usang kemudian ketemu sama rombongan yang berangkat dari Jakarta, termasuk Yung & Pujai (@pupujai)—tripbuddies saya kali ini. Total pesertanya waktu itu hampir 20-an orang. Btw, sebenernya meeting point-nya ada di Jakarta dengan harga paket trip Rp500.000, tapi berhubung saya kerja di jawa Timur jadi ya ketemuannya di Wonosobo dengan harga paket sesudah korting jadi Rp300.000. Mursida khan. Tapi ya ternyata sebanding sama kualitasnya.

Kirain bakal eksklusif berangkat, tapi ternyata kita masih harus nunggu rombongan lain yang berangkat dari Jakarta naik kereta. Heft. Saya sebenernya galau juga kenapa berangkatnya pada misah-misah sik. Kenapa ngga bareng naik salah satu kendaraan aja sik. Dan dari info yang beredar, kereta tersebut gres nyampe Purwokerto pukul 08.00, terus masih naik bus lagi for God knows how long. Saya sama bawah umur sampe udah beli sarapan, beli gorengan, jalan ke Indomaret, beli mie ongklok, eh si rombongan kereta belum tiba uga. Betek nga sih. Daan balasannya mereka gres tiba sekitar pukul 13.00.

Gerimis kecil mengiringi keberangkatan kami menuju basecamp Patak Banteng yang terletak di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar. Selain jalur Patak Banteng, ada lima jalur pendakian lain yang sanggup digunakan yakni Kali Lembu, Dieng Wetan, Dieng Kulon (Candi Dwarawati), Campurejo, dan Wates. Namun, dari kesemuanya ini, jalur Patak Banteng yang paling sering dilalui lantaran jarak tempuhnya yang paling pendek (meskipun ternyata tidak semudah itu). Untuk ke Patak Banteng, dari Terminal Mendolo kita perlu naik kendaraan umum kayak bis kecil gitu dengan harga ±Rp20.000/orang.

Terminal Mendolo

Di tengah jalan, gerimis pun menjelma hujan deras. Alemong nih. Jalurnya bakal licin & becek. And I hate it so much! Ahh, cobak berangkatnya ngga kesorean, niscaya kan nggak......... huft. Di basecamp, hujannya sempet berhenti. Tapi pas kami mau jalan, eh hujan lagi. Nunggu lagi. Akhirnya kami gres bener-bener berangkat itu sekitar pukul 16.00.

Trek Patak Banteng

Begitu mulai, kita eksklusif dihadapkan dengan tanjakan yang tiada akhir. Dan sebenernya ya, Patak Banteng ini isinya tanjakan semua! Perjalanan kala itu makin dipersulit dengan jalanan yang basah, licin, becek, dan dingin. Oiya, di jalur Patak Banteng ini ngga ada sumber air lho, jadi kita harus siap-siap bawa bekal air. Tapi tak perlu khawatir, lantaran di sepanjang Pos 1-Pos 2 itu ada beberapa warung yang tidak hanya jual minum, tapi juga potongan semangka, gorengan, dan cemilan lainnya. Manjha banget kan gunung inih.

Trek Patak Banteng

Malam menjelang dan kami masih belum hingga di lokasi camping. Perjalanan jadi makin sulit lantaran gelap dan minim pencahayaan. I hate dark so much! Entah sudah berapa kali saya kepleset waktu manjat-manjat di trek itu. Sekitar hampir Isya, saya, Yung, & Pujai hingga juga di atas. Finally! Dan well, bukannya jumawa, tapi kami bertiga termasuk grup terdepan dalam rombongan. Begitu sampai, kami bantu mendirikan satu tenda untuk sekedar bernaung dan masak air. Dan waktu itu, dinginnya..... Ya Allah.... masbodoh bhanghet! Kami cepet-cepet ganti baju semoga ngga kedinginan & masuk angin, terus bergumul di dalam tenda sambil makan cemilan.

Drama berlanjut ketika beberapa ketika kemudian, sisa rombongan tiba dan.... tiba-tiba ada akseptor yang mengklaim dan memplot penempatan tenda! Dia bilang tenda yang kami bangkit itu kawasan ia dan temen-temennya tidur. Wtf dude?! (Later we know kalo mereka ini a bunch of school kids, so yeah, ngga heran kalo bahasa mereka di grup WA kayak gitu)

Si panitia juga diem-diem bae. Ngga ada ketegasan mengenai pembagian tenda dan segala macem. It was so messed up! Akhirnya saya & Yung ngungsi ke tenda lain (si Pujai mah udah hening di tenda cewek). Malam itu pun ngga ada kejelasan mengenai makan malam. Kaprikornus semua orang udah kayak ngurusin diri sendiri. Masak-masak sendiri, makan-makan sendiri. Dan nggak usang kemudian, tanpa dinyana, hujan kembali turun! Tenda saya rembes dong, airnya pada netes masuk. Emmh. What a perfect day! Akhirnya kami berdua eksklusif tidur. Udah males mau makan & ngapa-ngapain.

Keinginan kami hanya satu. Segeralah tiba hari esok!

[Minggu, 24 Juni 2018]

Kami terbangun oleh suara-suara gaduh di luar tenda. Ah, niscaya sudah pagi. Tapi begitu melihat keluar tenda.. hmm... kabut semua. Tapi untungnya itu tidak berlangsung lama, alasannya beberapa menit kemudian, matahari tampak bersinar. Meskipun sesekali ya tertutup kabut.

Selamat pagi, Prau!

Saya, Yung, & Pujai pun meninggalkan grup dan menjelajah sendiri ke sekitar area camping untuk mendapat spot foto terbaik.

Hiruk pikuk Prau di pagi hari
Ternyata benar apa kata orang. Pemandangan di Gunung Prau ini cantik!

Dari salah satu sudutnya, kita sanggup melihat panorama si gunung kembar, Sumbing & Sindoro.

A post shared by Fery Ferdiyansyah (@ferydyan) on
Belum lagi hamparan padang bunga Daisy yang semakin anggun ketika terkena sinar matahari pagi.

Ahh, benar-benar penawar semua drama yang terjadi selama pendakian.

Padang bunga Daisy

Puas foto-foto, kami pun kembali ke tenda dan alhamdulillah-nya kali ini ada makan pagi bersama. Ngga usang kemudian saya, Yung, & Pujai udah beres-beres barang & siap-siap turun. Kami pengen secepatnya turun alasannya kami masih mau lanjut perjalanan ke Yogyakarta.

Yees, kami mau nambah liburan sehari di Yogya!

Tapi kami semua gres bener-bener jalan turun sekitar pukul 12.00, lantaran it took them sooooo long buat packing! Heft. Dan kami turunnya lewat jalur Dieng. Yah lumayanlah buat basuh mata dan menjelajah jalur yang berbeda. Apalagi banyak landainya jadi ngga terlalu menguras tenaga.
Nah, kalo lewat jalur Dieng ini, kita akan melewati puncak Gunung Prau yang “sesungguhnya”. Mungkin selama ini kita taunya lokasi camping itu ialah puncaknya Prau (dengan ketinggian 2.565 mdpl). Tapi kenyataanya, ada lho puncak Prau yang lain, yakni di ketinggian 2.590 mdpl!

Puncak Prau, 2.590 mdpl

Kami hingga di basecamp Dieng sekitar pukul 14.00. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apapun. Meskipun banyak drama-drama kurang menyenangkan selama perjalanan, tapi keindahan Prau berhasil mengobati semuanya. Semoga suatu ketika sanggup kembali ke atas sana, dan tentu saja tanpa banyak drama.

Kami kemudian pamit ke anggota rombongan lain buat jalan duluan, lantaran kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Yogya. Sebenernya kami sanggup isu jikalau ada bus direct dari Wonosobo ke Yogyakarta pukul sekitar 15.00, tapi udah niscaya nggak kekejar. Kaprikornus kami terpaksa pakai opsi kendaraan lain... and it was a whole new drama!







Thanks-List:

Geng pendaki manjha: @yuanggafp & @pupujai, yang telah menemani dalam suka & sedih pendakian
YOU, for reading this! :)

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

Dalam rangka menyukseskan kegiatan “One Year One Mountain” yang saya canangkan pada tahun kemudian (untuk saya sendiri), maka tahun ini sa...
Ha Njo Dolan Sabtu, 30 Juni 2018
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat di Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.

Informasi Wisata Dieng yang akan Tripannisa berikan merupakan bab dari wisata yang masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Wisata diKawasan Dieng ini ada yang dikelola oleh Pemkab Wonosobo dan Banjarnegara, intinya secara umum wisata di Dieng ini tidak sanggup dipisahkan alasannya ialah menjadi satu kesatuan yaitu Kawasan Pariwisata Dieng plateau dan berikut ini ialah 12 tempat wisata terbaru di Dieng paling manis (menurut Tripannisa) dan wajib Anda kunjungi.

1. Bukit Sikunir Dieng

Tempat Wisata Bukit Sikunir Dieng ini terletak di Desa Sembungan, yang merupakan sebuah bukit yang mempunyai panorama berupa sunrise yang indah. Untuk waktu terbaik menikmati sunrise ialah sekitar pada Bulan Juli hingga Agustus dimana pada bulan itu merupakan trend kemarau sehingga langit akan tampak higienis dan tidak ada hujan
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


2. Telaga Warna Dieng

Telaga Warna di Dieng plateau ini terletak pada ketinggian 2000 mdpl, dimana pemandangan di tempat ini sangat indah. Telaga Warna Dieng mempunyai keunikan tersendiri dibanding dengan telaga lainnya di Indonesia. Keunikan telaga Warna Dieng ini ialah terletak pada warna air yang sering berubah ubah, kadang berwarna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


3. Telaga Pengilon

Telaga Pengilon merupakan telaga yang terletak bersebelahan dengan Telaga warna di Dieng plateau. Telaga Pengilon mempunyai warna air yang jernih dan tidak mempunyai warna mirip pada Telaga Warna dan terdapat telaga yang dikelilingi perbukitan yang asri dan hijau
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


4. Telaga Merdada

Telaga Merdada merupakan telaga terluas di Kawasan Dieng, Telaga Merdada terdapat di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara keunikan dari Telaga ini jikalau dilihat dari bentuknya ibarat kaldera bekas letusan Gunung Berapi, yang kemudian tergenang dengan air
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


5. Kawah Sikidang

Salah satu kawah di dieng ialah Kawah Sikidang. Kawah ini mempunyai luas sekitar 200 m2 serta terdapat pada tanah yang datar sehingga pengunjung sanggup dengan terperinci melihat gumpalan-gumpalan asap yang keluar dari kawah ini dan sebaiknya apabila mendekati kawah ini menggunakan masker alasannya ialah tingginya kadar blerang yang sanggup mengganggu pernapasan
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


6. Pendakian Gunung Prau

Jalur pendakian sanggup ditempuh dari Kendal ataupun dari Kawasan Dieng. Ketinggian puncak Gunung Prau ialah 2.565 mdpl, salah satu spot dijalur pendakian Gunung Prau yang populer ialah bukit teletubbies, dimana di bukit ini terdapat hamparan padang rumput yang hijau, jadi untuk yang hobi mendaki gunung segera tiba ke Dieng dan nikmati jalur pendakian serta keindahan bukit teletubbies
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


7. Candi Arjuna

Tempat wisata Dieng Candi Arjuna ini selain memperlihatkan pemandangan berupa candi yang eksotis juga pemandangan alam yang sangat manis apalagi bagi penikmat fotografi
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


8. Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater merupakan sebuah bangunan yang cukup megah di Kawasan Dieng dimana di tempat ini dijadikan sebagai tempat penayangan film dokumenter perihal Dieng Plateau
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


9. Gardu pandang Tieng

Gardu Pandang di Dieng ini mempunyai ketinggian sekitar 1700 dpl, dari lokasi ini anda sanggup melihat pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Kembang, serta hamparan lahan pertanian milik masyarakat yang terlihat subur
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


10. Batu Ratapan Angin

Tempat Wisata Batu Ratapan Angin Dieng merupakan sebuah tebing di ketinggian yang terletak berdekatan dengan Telaga Warna tempat Dieng Plateau. Tempat ini menjadi salah satu favorite pengunjung wisata Dieng alasannya ialah dari tempat ini anda sanggup melihat Telaga warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


11. Telaga Cebong Dieng

Telaga Cebong ini terletak di Desa Sembungan dengan ketinggian letaknya yang diatas 2300 m dpl, yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah. Kaprikornus biasanya para wisatawan sehabis menikmati sunrise di puncak Sikunir, pulangnya mampir ke Telaga Cebong ini, alasannya ialah letaknya tidak jauh dari Sikunir
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


12. Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda di Dieng ini mempunyai diameter 90 meter dimana berdasarkan para hebat sumur ini terbentuk dari letusan gunung berapi jutaan tahun yang lalu. Bekas letusan ini kemudian membentuk lubang kawah mirip sumur, untuk mendatangi Sumur Jalatunda pengunjung harus mendaki anak tangga sejumlah 257 buah terlebih dahulu
Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat  12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi


Demikian warta perihal 12 Tempat Wisata Terbaru di Dieng Paling Bagus dan Wajib diKunjungi. Selain wisata alamnya yang terkenal, di Dieng juga ada tempat wisata kuliner khas Kabupaten Wonosobo

Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah tempat pegunungan yang terdapat di Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng secara ad...
Ha Njo Dolan Rabu, 06 Mei 2015