Instagram kesannya merilis fitur terbaru pada Stories. Kali ini fitur tersebut memperkenankan pengguna menghadirkan fitur "Polling" atau jajak pendapat yang sanggup dipakai pengikutnya. Fitur ini hadir dalam bentuk stiker dan sanggup ditempel di foto maupun video.
Secara mekanisme, pengikut yang melihat Stories si pengguna, sanggup pribadi menentukan polling yang ditampilkan. Baik pengguna dan pengikut sanggup melihat pribadi persentase voting yang berlangsung. Khusus bagi pengguna sanggup swipe up Stories-nya dan mengintip jumlah voting yang sudah berlangsung.
Upaya Instagram menghadirkan fitur polling ini merupakan salah satu taktik untuk menggenjot pertumbuhan pengguna yang kian agresif.
Terbukti, pada simpulan September 2017, media umum menyebarkan foto dan video milik Facebook itu telah mengantongi 800 juta pengguna aktif bulanan, di mana ada 500 juta pengguna aktif setiap harinya.
Ini menunjukkan pencapaian Instagram sebagai layanan aneka macam foto dan video terbesar di dunia. Bahkan tuduhan meniru Snapchat sepertinya tak terlalu kuat terhadap aplikasi besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger ini.
Instagram memang sempat dituduh meniru fitur video berdurasi singkat milik Snapchat sebab meluncurkan fitur Stories. Nyatanya, sekarang Instagram Stories telah dipakai 250 juta pengguna setiap harinya.
Sebagai perbandingan, Snapchat hanya mempunyai 300 juta pengguna aktif dengan 173 pengguna setiap hari.
Saat dibeli Facebook, Instagram hanya mempunyai 35 juta pengguna. Kemudian jumlahnya meroket menjadi 150 juta dalam waktu 1,5 tahun. Pada Desember 2015, Instagram mengantongi 600 juta pengguna aktif.
Lihat juga:
Pencapaian tersebut kuat besar terhadap pendapatan Instagram. Bahkan beberapa analis menaksir laba Instagram sanggup mencapai US$ 25 hingga US$ 50 juta. Sumber: liputan6.com

Tidak ada komentar