Sadar punya bermacam-macam wisata maritim berkelas nasional bahkan dunia sekaligus menjadi salah satu wisata andalan yang harus terus dipromosikan biar sanggup menjaring wisatawan nusantara dan mancanegara lebih banyak lagi, Aceh kembali mengikuti Deep and Extreme Indonesia (DXI).
Di DXI 2019 yang berlangsung selama 4 hari semenjak tanggal 4-7 April di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC) ini, Aceh juga mempromosikan sejumlah even terkait wisata baharinya yang telah dikemas dalam Calendar of Event (CoE) Aceh 2019 antara lain Sabang Marine Fest yang akan digelar di Sabang tanggal 27-30 April, Aceh International Diving Fest dan Lomba Photography Bawah Laut (Sabang, 6-7 Oktober), dan Freediving Championship (Sabang, 2-9 Nopember).
Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin membenarkan bila partisipasi Aceh dalam DXI 2019 yang mengusung tema "Indonesia yang Bersih, Aman dan Nyaman untuk Berwisata" ini bertujuan memperkenalkan kembali bermacam-macam wisata maritim Aceh baik yang me-nasional maupun yang sudah populer diseluruh dunia sekaligus wisata petualangan alam lainnya.
"Setiap tahun Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh selalu ikut ekspo bergengsi internasional ini alasannya ialah karaker dan konsepnya terperinci mengusung wisata minat khusus utamanya bahari," terangnya.
Berkat loyalitas dan kreativitas itu, lanjutnya Aceh berhasil diganjar apresiasi dari pihak penyelenggara DXI 2019 sebagai provinsi yang telah berpartisipasi aktif dalam DXI semenjak 2012 dengan memperoleh empat penghargaan berturut-turut yaitu sebagai Stand Terbaik, Pelayanan Terbaik, Penyampaian Informasi Terbaik, dan Stand Dekorasi Terbaik.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menambahkan bila Aceh lewat DXI 2019 ini ingin memperkuat positioning-nya sebagai destinasi wisata maritim kelas dunia yang kondusif dan menarik untuk dikunjungi.
"Dengan aneka macam atraksi wisata menarik, khususnya wisata petualangan dan maritim dengan ragam atraksi bawah lautnya, Aceh telah menjadi destinasi favorit yang kondusif dan nyaman dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri," ungkapnya.
Kasi Analisa dan Pengembangan Segment Pasar, Nurlaila Hamjah juga menambahkan dalam DXI tahun ini, pihaknya juga melibatkan sepasang Duta Wisata Aceh 2019 Hanief dan Cindy serta pelaku industri wisata untuk mempromosikan ragam paket wisata, khususnya bahari.
"Pelaku industri wisata yang kami ikutsertakan antara lain The Pade Resort, Zero Travel (BPKS), Pasir Putih Travel, Halal Travel (Pemko Sabang), Ranu Surf (Pemkab Simeulue), dan beberapa pelaku industri lainnya dari Aceh Tenggara," terang Nurlaila.
Tak cuma itu, Aceh pun membawa Barista Kopi Aceh. "Kami sengaja undang barista untuk meracik kopi Aceh kemudian dibagikan ke pengunjung stand Aceh," pungkasnya.
Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.dibudpar aceh
Captions:
1. Stand Aceh dalam ekspo Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 dikunjungi pengunjung dari mancanegara.
2. Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh di DXI 2019.
3. Di DXI 2019, Aceh mendapat anugerah Stand Terbaik, Pelayanan Terbaik, Penyampaian Informasi Terbaik, dan Stand Dekorasi Terbaik.
4. Barista Kopi Aceh di Stand Aceh DXI 2019 siap menjamu pengunjung.




Tidak ada komentar