Ads

Ads
Menu
Results for "Banten"
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten, - Indonesia adalah  negara kepulauan mempunyai banyak sekali pantai dengan keindahan panorama yang tidak sanggup diragukan lagi. Dimulai dari pantai yang ramai dikunjungi wisatawan hingga pantai yang masih perawan. Pantai Tanjung Lesung merupakan salah satu pantai di propinsi Jawa Barat yang sangat populer di masyarakat Banten dan Jakarta. Pantai ini berpasir putih dan tumbuh pepohonan di tepi pantai yang semakin memperindah panoramanya. Pengunjung sanggup menikmatinya untuk menyegarkan pikiran.

Wisata Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten

Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten



Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten

Lokasi dan Akses Pantai Tanjung Lesung


Lokasi tempat wisata pantai Tanjung Lesung ada di ujung barat Pulau Jawa dan tepatnya berada di Tanjung Jaya, masuk ke wilayah kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Anda yang berasal dari Jakarta sanggup mencapai pantai Tanjung Lesung dengan melewati rute Pantai Tanjung Lesung melalui jalan tol Tangerang Merak. Setelah itu, keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur dan melanjutkan perjalanan ke arah Kota Pandeglang - Labuan hingga hingga di pantai Tanjung Lesung. Pilihan rute lainnya sanggup mengambil jalur tol Jakarta - Merak, namun ambil jalan keluar melalui tol Cilegon. Kemudian, lakukan perjalanan melalui pesisir Anyer hingga ke arah Labuan dan berakhir di Tanjung Lesung.

Bagi pengunjung yang ingin memakai transportasi umum, maka Anda sanggup naik bus tujuan Terminal Labuan. Kemudian,Anda memakai ojek untuk menuju pantai Tanjung Lesung. Pengunjung disarankan untuk memakai kendaraan eksklusif apabila mengunjungi pantai ini, sehingga mempunyai waktu yang lebih leluasa untuk menikmati keindahannya.

Asal Usul Pantai Tanjung Lesung


Kenapa pantai ini dinamakan dengan Pantai Tanjung Lesung ? Nama obyek wisata Tanjung Lesung diambil dari tempat lokasi pantainya dan bentuk daratan pantainya yang menjorok ke bahari mirip ujung lesung. Di sini lesung sendiri tidak lain merupakan alat tradisional untuk menumbuk padi.

Apa yang sanggup Dilakukan di Pantai Tanjung Lesung


Banyak wisatawan yang mencicipi berada di tempat ini mirip dikala mereka menghabiskan waktunya di Bali. Hal ini dikarenakan kondisi Pantai Tanjung Lesung memang serupa pantai di Bali dengan panjang garis pantainya mencapai 15 km. Kemudian, hamparan pasir putih yang lembut di pantai ini sangat landai sehingga memungkinkan bagi pengunjung untuk sanggup melaksanakan banyak sekali macam acara air.

Pantai Tanjung Lesung terbilang masih alami dan sangat bersih. Pengunjung yang ingin suasana damai dan romantis, maka sanggup berjalan-jalan bersama pasangan menyusuri garis pantai sambil menikmati semilir angin juga deburan ombak.

Bagi Anda yang membawa anak-anak, Pantai Tanjung Lesung sangat cocok untuk wisata keluarga. Anda sanggup menghabiskan waktu istirahat bersama keluarga dengan cara menggelar tikar untuk menyiapkan bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah. Kemudian, bersenda gurau sambil menikmati keindahan panorama lautnya yang tentunya menambah kehangatan keluarga. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, sehingga belum dewasa sanggup bahagia berenang atau bermain pasir di pinggiran pantai.

Pengunjung yang menyayangi keragaman biota bahari juga sanggup melaksanakan acara menyelam. Anda akan menikmati pesona kecantikan ubur-ubur, terumbu karang, dan siput yang berenang-renang di dalam air. Selain itu, bermacam-macam jenis ikan juga terlihat saling bermain petak umpat di sela-sela terumbu karang.

Pengunjung sanggup berguru cara transplantasi terumbu karang di lokasi konservasi yang terletak di tengah pantai. Hal ini tentu saja menjadi pengalaman gres dan tidak terlupakan. Apabila Anda tidak mempunyai keberanian untuk menyelam, maka snorkeling menjadi pilihannya. Anda tidak perlu berenang, cukup berjalan di atas karang memakai peralatan yang telah disediakan untuk menikmati ragam biota bahari dari dekat.

Pantai ini juga menunjukkan acara yang lebih menyenangkan, mirip banana boat atau jet ski. Selain itu, memancing juga cocok bagi Anda yang menyukai acara menguji kesabaran. Kegiatan memancing layak dicoba pengunjung alasannya pantai ini menjadi rumah bagi ikan-ikan.

Pengalaman gres juga sanggup didapatkan dengan mengunjungi Pulau Liwungan. Anda sanggup mencapai pulau ini memakai bahtera nelayan atau speedboat sekitar 30 menit perjalanan. Anda sanggup menikmati keindahan Gunung Krakatau dan Selat Sunda yang menjulang tinggi.

Pengunjung juga sanggup menyusuri perkampungan nelayan yang terletak tidak jauh dari tempat wisata ini. Namanya kampung Cipanon yang menunjukkan juga paket outbond unik. Dimulai dari wisata budaya nelayan, sunrise boat trip, wisata memberi makan burung camar, wisata konservasi terumbu karang, dan hingga fun games di pulau Liwungan.

Apabila Anda berkunjung ke pantai ini sempurna di hari Sabtu, maka sanggup menikmati hidangan khas yang disajika di berberapa restoran yang berada di tepi pantai. Hidangan spesialnya yaitu barbeque dari bermacam-macam seafood yang lezat.

Harga Tiket Masuk Pantai Tanjung Lesung

Harga Tiket Masuk Pantai Tanjung Lesung cukup murah yaitu hanya 15.000 rupiah saja per orang.

Demikian tadi warta wacana wisata Banten Pantai Tanjung Lesung biar bermanfaat bagi anda sekalian.
Baca : 12 Tempat Wisata Pilihan di Jawa Barat


Sumber http://tempatwisatadaerah.blogspot.com

Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Di Pandeglang Banten, - Indonesia adalah  negara kepulauan mempunyai banyak sekali pantai dengan ...
Ha Njo Dolan Kamis, 16 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Wisata Pulau Umang Banten, Wisata Terindah - Jika anda ingin berlibur akrab dengan Jakarta Anda sanggup mengunjungi Jawa Barat. Di Jawa Barat banyak sekali aneka macam obyek wisata yang sanggup anda kunjungi menyerupai Pulau Umang ini. Pulau Umang ini terletak disekitar Anyer provinsi Jawa Barat. Pulau Umang ini populer akan pemandangan yang sangat eksotis dan menawan. Pulau Umang ini hanya mempunyai luas sekitar 5 hektar saja, bila anda ingin berkunjung ke Pulau Umang anda akan memakan waktu sekitar 360 menit atau sekitar 6 jam dengan memakai jalur darat dari Jakarta ke Ujung Kulon Anyer provinsi Jawa Barat.

Kemudian dilanjutkan dengan jalur bahari menaiki kapal boat untuk menuju ke Pulau Umang sekitar 10 menit, disini yang terdapat bermalas-malasan dengan pantai pulau yang sangat indah dengan pasir putihnya yang menghadap ke air Sebening Kristal. Di Pulau Umang anda akan mendapat ketenangan pikiran dan kedamaian di pulau langsung seluas 5 hektar yang terletak di 183 km dari keramaian Jakarta. Sehingga anda sanggup menikmati ketenangan dan kedamaian serasa anda mempunyai Pulau ini sendiri. Jika anda berkunjung ke Pulau Umang anda akan menikmati kemewahan Laut Jawa Barat yang sangat mempesona, dengan demikian anda sanggup bermalas-malasan dan bermain sepuas anda di Pulau Umang ini.

 Jika anda ingin berlibur akrab dengan Jakarta Anda sanggup mengunjungi Jawa Barat Inilah Alasan Kenapa Anda Harus Berkunjung ke Wisata Pulau Umang Banten

 Jika anda ingin berlibur akrab dengan Jakarta Anda sanggup mengunjungi Jawa Barat Inilah Alasan Kenapa Anda Harus Berkunjung ke Wisata Pulau Umang Banten

 Jika anda ingin berlibur akrab dengan Jakarta Anda sanggup mengunjungi Jawa Barat Inilah Alasan Kenapa Anda Harus Berkunjung ke Wisata Pulau Umang Banten



Pulau Umang Resort ini mempunyai aneka macam penawaran yang sangat indah, di Pulau Umang ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menenangkan pikiran anda dengan suasana yang tenang dan tenang dengan ditemani dengan deburan ombak yang menyejukkan hati. Di Pulau Umang ini Anda sanggup mengunjungi Pulau Oar dan melaksanakan acara jetski ataupun snorkeling, di sini Anda juga sanggup bermain dan naik banana boat, Selain itu Anda juga sanggup bermain outbound.

Apabila anda berlibur ke Pulau Umang ini akan ditawarkan berupa paket liburan. Pulau Umang ini dikelilingi dengan bukit-bukit sungai hutan dan bahari yang sangat menawan, bila anda berlibur ke Pulau Umang ini anda sanggup menikmati acara menyerupai olahraga air Kids Cool dan aneka macam acara olahraga indoor menyerupai meja billiard, tenis meja dan lain lain. Sedangkan di Pulau ini sendiri Anda juga sanggup menikmati aneka macam olahraga menyerupai olahraga air, outbond keluarga, corporate gathering.

Selain itu di Pulau Umang sendiri Anda juga sanggup melaksanakan pertemuan keluarga ataupun rapat perusahaan. Pulau Umang juga menyediakan paket pesta janji nikah alasannya yaitu di Pulau Umang ini mempunyai pemandangan yang sangat indah dan romantis jadi sangat cocok untuk tempat resepsi janji nikah anda.

Demikian ulasan mengenai “Inilah alasan kenapa Anda harus berkunjung ke wisata Pulau Umang” Semoga sanggup menambah wawasan serta ilmu pengetahuan anda, selamat berlibur.
Sumber http://tempatwisatadaerah.blogspot.com

Wisata Pulau Umang Banten, Wisata Terindah - Jika anda ingin berlibur akrab dengan Jakarta Anda sanggup mengunjungi Jawa Barat. Di Jawa Bara...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Sabtu, 15 April, hari terakhir kami di Pahawang, sekaligus hari terakhir saya di Lampung. I’m so excited karna sudah kangen rumah, sehabis hampir seminggu melanglang-buana


Kami berdiri pagi-pagi sekali sehabis semaleman tepar. Sehabis sholat Shubuh, betapa terkejutnya kami alasannya baju, celana, handuk, yang kami jemur sehari sebelumnya berair kuyup. Ternyata oh ternyata, semalem hujan turun tidak mengecewakan deras. Heff. Saya kok ngga denger sama sekali ya, haha.. Dan yang tau bila semalem hujan pun cuman satu orang temen. Kayanya kami tidurnya pada nyenyak banget ya. Anyway, sehabis sarapan dan (masih nyempetin) main kartu, kami packing semua barang bawaan, alasannya kami akan pribadi check out. Sebenernya kami masih mau ke satu spot snorkeling lagi, dan awalnya, kami kira siang harinya bakal balik lagi ke penginapan. Tapi ternyata, kami nanti pribadi balik ke Ketapang dan bersih-bersih disana.


Our homestay

We're ready to depart

Weigh anchor!

Sekitar pukul 08.00, kami siap meninggalkan dermaga Pulau Pahawang Besar. Seeya next time, island! Kapal kami pun bergerak menuju spot snorkeling hari itu, yakni di sekitar Pulau Kelagian. Alhamdulillah, cuaca cerah pagi itu. Cerah banget malah. Namun sayang, akhir hujan semalam, air lautnya jadi keruh. Kami terancam tidak sanggup snorkeling. Hmm... Dan benar saja, sesampainya di Pulau Kelagian, kondisi perairan sekitar masih saja keruh. Bahkan beberapa petugas terlihat membersihkan sampah-sampah di tepian pantai. That’s unfortunate. Tapi yah, mau gimana lagi, namanya keadaan alam, kita ngga sanggup memprediksi.

Kelagian Island

Let’s just take the positive side. Kita masih sanggup jalan-jalan keliling pulau. Di salah satu sudut pulau, sebenernya ada ayunan yang sanggup kita pakai buat foto. Tapi berhubung air lagi pasang, ayunannya tenggelem. Beberapa wisatawan ada yang nekat nyoba foto, dan pas duduk di ayunan, ternyata airnya sampe ke leher, wkwkwk.. Thats ridiculous, haha.. Akhirnya, kami santai-santai aja di bersahabat pantai, sambil minum kelapa muda. Sambil poto-poto juga.

Chillin' out

Around the island, and the "ridiculous" people, hha..

Ngga jadi snorkeling, weks

Menjelang siang, kami menyudahi aktivitas kami dan bergerak menuju ke titik awal perjalanan, yakni dermaga Ketapang. Ah.. that was a wonderful trip. Saya akan merindukan pemandangan alam Pahawang yang menakjubkan, baik di atas air maupun bawah airnya,  dan tentu saja, all of my travelmates yang sangat baik, asik, dan mau bergaul dengan saya yang sendirian itu di tengah ke-couple-an mereka (apasih). Pokoke, maturnuwun gaes.. :D

Port of Ketapang again...

Sesampainya di Ketapang, kami pribadi menuju “gudang” alat-alat snorkeling buat mengembalikan semua peralatan yang kami sewa. Di sana juga kebetulan ada beberapa kamar mandi, jadi kami sekalian bersih-bersih. Sembari nunggu giliran, saya sama bawah umur tukeran nomor kontak, agar sanggup terus silaturrahmi. Namun di dikala itulah, saya menyadari bila kejadian naas sedang menimpa saya!

Saya berniat ngeluarin HP dari tas saya. Cuman sehabis saya bongkar-bongkar semua isi tas, kok ngga ketemu juga!  Halah, jangan-jangan ketinggalan di kamar penginepan. Damn it! Saya minta tolong temen buat misscall, cuman dari tetep ngga ada gejala keberadaan HP saya. Terakhir emang lagi saya charge di penginepan. Tapi udah saya cabut, lha wong charger-nya aja kebawa. Cuman kenapa HP-nya ngga ada? Apa ketinggalan di kasur, terus saya ngga keliatan? Hadeeh..

Saya coba lapor ke guide kami, mas Boban. Dia kemudian menghubungin pihak penginapan, siapa tau nemu HP di kamar. Tapi udah nggak memungkinkan bila kami harus ke Pahawang lagi, terus balik lagi ke Ketapang, alasannya ongkos buat sewa kapalnya aja tidak mengecewakan mahal. Dan agenda mereka juga padat. Alhasil, saya hanya sanggup mencoba untuk mengikhlaskan. Hemhh.. Sebenernya harga HP-nya ngga seberapa ya, cuman nomor telepon dan data-data yang ada di dalamnya yang jauh lebih penting. Tapi ya, sekali lagi, ngga ada yang sanggup saya lakuin, selain berharap (walaupun ngga banyak) agar HP-nya sanggup kembali.

Move on, kami kemudian bergerak meninggalkan Ketapang dan mampir di tempat beli oleh-oleh. Saya sih udah beli ya pas di Bandar Lampung, jadi cuman beli sedikit lagi buat tambah-tambah. Kemudian, kami pribadi cus ke Pelabuhan Bakauheni dan datang di sana sekitar pukul 15.00. Kami lantas beli tiket ke Pelabuhan Merak seharga Rp13.000 (murah ya ternyata), dan selain sanggup tiket yang kertas, kita dikasih kartu kanal (yang nanti digunakan buat ngelewatin portal sebelum boarding). Sekitar pukul 16.00, kami semua naik ke kapal and off we go back to Java. Woohoo... I was sooo excited, alasannya itu pertama kalinya saya nyeberang dari Bakau ke Merak.

Awalnya, saya kita kapal yang bakal kita tumpangi, yah, kapal feri biasa (kayak penyeberangan Banyuwangi—Bali). Tapi ternyata, begitu masuk, WOW, elok banget kapalnya! Saya lupa nama kapalnya apa, tapi yang jelas, interiornya elok banget, bersih, nyaman, dan terkesan mewah. Ada kafenya, ada ruang private, ada ruang bermain anak, dan yang kami favoritkan, ruang buat lesehan yang yummy banget. Langsung lah kami jejerin tas dan goler-goler disana, like, we owned the place! Haha.. Dan waktu itu, ngga ada kelas ekonomi atau eksekutif, jadi terserah kita mau duduk dimana.

Inside the ferry

Habis istirahat bentar, saya jalan-jalan keliling kapal. Lumayan gede juga, hingga karenanya saya sampe di dek teratas, dan dari sana, saya sanggup melihat sekeliling dengan leluasa. Perlahan, kami meninggalkan dermaga Pelabuhan Bakauheni. Dari sana, saya sanggup melihat salah satu ikon Lampung, yaitu Menara Siger. Saya sempet ke tempat itu waktu nginep di Bakau, cuman sayang, waktu itu ia udah tutup. Yah, semoga suatu dikala saya sanggup kembali ke sana dan meng-explore tempat-tempat yang belum saya kunjungin. For that moment, biarkan saya menikmati pemandangan bahari senja dari atas kapal. The sea always successfully hypnotizes me

The Siger Building

Seeya Lampung...

Sekitar pukul 19.00/20.00, kapal kami bersandar di Pelabuhan Merak. Alhamdulillah, kami datang kembali di Pulau Jawa dengan selamat. Dan dikala itu yakni saatnya kami berpisah. Saatnya kami kembali ke kehidupan masing-masing. Pertama, kami berpisah sama mas Boban di pelabuhan, terus kami jalan bareng hingga ke terminal, dan di sanalah saya berpisah sama anak-anak. Saya berencana pribadi ke Bandara Soekarno-Hatta dan bermalam disana (saya udah booking penerbangan pukul 04.10 ke Surabaya).

Port of Merak, Banten

Sebenernya, ada Bus Damri yang pribadi jalan dari Merak ke Bandara Soetta. Tapi mungkin alasannya kemaleman, mereka udah ngga ada. Kami sempet nanya ke “calo” bus yang ada disana, tapi mereka berusaha screwed us dengan bilang kalo kita sanggup ke Kampung Rambutan dulu. Wtf dude! Ngapain jauh-jauh ke Jakarta lagi, orang Bandaranya deket Tangerang. Screw you bitch! Akhirnya, saya join sama temen saya, @ahmadfaisal18 & @amelia_mila, naik Bus Arimbi dan turun di pool Damri di tempat Cilegon Timur (thanks Faisal for this information), sementara mereka lanjut hingga Jakarta.

Sesampainya di pool, saya ngeliat ada satu bus Damri yang nangkring disana. OH YES! Tapi begitu saya tanya, bapak petugasnya bilang bila bus itu mau ke Merak. OH NO! Ternyata, bus terakhir jurusan Bandara berangkat pukul 20.00 dari pool. Heff, sial. Si bapak petugas nawarin saya buat ikut ke Merak (lagi) dan naik bus pertama ke Bandara esok hari pukul 01.00, atau saya sanggup naik bus lain dan gonta-ganti hingga ke bandara. Duh, males banget malem-malem gini. Alhasil, saya ikutin saran bapaknya dan ikut bus Damri tersebut kembali LAGI ke Merak (dengan gratis, alhamdulillah). What a day! Saya numpang tidur di pool Damri Merak (lokasinya di sebelah kiri sehabis keluar pelabuhan, deket kantor polisi). Dan untungnya, di deket pelabuhan situ ada warnet jadi saya sanggup nge-print tiket buat besoknya.

Dan begitulah, keesokan harinya, saya terbang kembali ke rumah dengan selamat (kecuali HP-nya, wkwk...). Alhamdulillah. Perjalanan saya ke Lampung waktu itu bener-bener berkesan. Banyak pengalaman baru, ketemu temen-temen baru, dan tentu saya menerima banyak pelajaran baru. Tapi apapun itu, saya bersyukur atas segala sesuatu yang saya alami along the way. Yang baik, maupun yang sedikit-kurang-baik. Dan yang namanya bepergian, kita ngga sanggup memprediksi apa yang bakal terjadi, atau apa yang bakal kita temuin di jalan. Tapi, itulah yang menciptakan traveling jadi menarik, kan? J



Sekian, Terima Kasih

Btw, ada yang udah pernah ke Pahawang atau Lampung juga? Share your story on comments ya... 



Thanks-List:
funtripstour.com, for the Pahawang trip, that was fun tho
my travelmate: @amelia_mila, @ahmadfaisal18, @devi_avrilia, @aluel_the_champion, @shintaratnaningtyas, @adityawijayap, @tarissaruby & mas Haris, for such an unforgettable journey, loveya
YOU, for reading this! :)

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

Sabtu, 15 April, hari terakhir kami di Pahawang , sekaligus hari terakhir saya di Lampung . I’m so excited karna sudah kangen rumah, sehab...
Ha Njo Dolan Minggu, 23 April 2017