Ads

Ads
Menu
Results for "Jatim Park 2"
Travel Agent Penyedia Info Wisata

pintu masuk WBL
Wisata Bahari Lamongan atau yg tidak jarang disingkat WBL dahulu tidak jarang dinamakan juga sebagai Jawa Timur Park 2. Daya tarik wisatanya pun tak kalah bagus dgn apa yg sanggup Kamu lihat di Jawa Timur Park 1 di Malang. Tapi, dikala ini Wisata Bahari Lamongan lebih terkenal dgn sebutan WBL & dikala ini destinasi wisata Jawa Timur Park 2 sudah berdiri sendiri.

Destinasi Wisata Bahari Lamongan (WBL) terletak di pesisir utara Pantai Jawa, tepatnya di Paciran yg masuk wilayah administratif Kab Lamongan di Jawa Timur. Area WBL ini sejalur di jurusan pantura Surabaya – Tuban. 

Destinasi wisata di jatim yg satu ini berdiri semenjak 14 Nopember 2004 & merupakan suatu hasil dari pengembangan objek wisata yg sudah eksis diawal mulanya, yaitu Pantai Tanjung Kodok. 

Dgn memadukan wangsit wisata maritim & dunia wisata, Wisata Bahari Lamongan memiliki luas areal se gede 11 hektar. Di area ini Kamu bakal disuguhkan dgn wangsit pelayanan satu atap (one stop service). Wisata Bahari Lamongan buka semenjak jam 08.30 – 16.30 WIB tiap-tiap harinya. 

Wisata Bahari Lamongan dikelola oleh PT Bumi Lamongan Sejati, merupakan satu buah perusahaan yg terdiri dari Pemkab Lamongan & PT Bunga Wangsa Sejati. Destinasi wisata ini pun terintegrasi dgn obyek wisata andalan yang lain di Jawa Timur, ibarat Maharani Zoo dan Goa Maharani dan Tanjung Kodok Resort. 

Hamparan pasir yg luas juga rimbunnya pepohonan menunjukkan suasana berlibur yg sesuai & disukai tidak sedikit keluarga. Kawasan WBL sejatinya merupakan hasil dari perpaduan alam (nature), bangunan (architercture), & budaya (culture) di mana sanggup menghadirkan nuasa global dengan mempertahankan ciri khas lokal. Ikon dari Wisata Bahari Lamongan yaitu suatu patung kepiting berwarna jingga yg berukuran besar dgn memamerkan capit besar nya, terletak persis di pintu masuk. 

Alamat Wisata Bahari Lamongan : Jl. Raya Paciran (ex. Tanjung Kodok), Kabupaten. Lamongan, Jawa Timur | Telp.(0322) 666111 

Spot Menarik Wisata Bahari Lamongan 

Buat sanggup masuk, Kamu mesti membeli karcis masuk Wisata Bahari Lamongan sebesar 60-70 ribu Rupiah (weekday) & 80-100 ribu Rupiah (weekend & hri libur). Kupon ini pun telah meliputi biaya buat campuran sekian banyak wahana ke dalam satu paket. Namun tak seluruhnya sarana sudah tercover dalam harga ticket. Kamu bakal dikenai budget penambahan yang lain buat sekian banyak media prabayar yg ada di sana. 

banyak hal yg mesti Kamu ketahui terkait keputusan yg berlaku di daerah Wisata Bahari Lamongan, di antaranya : 
  • Dilarang Membawa Makanan 
  • Anak-Anak Dgn Tinggi Tubuh > 85 Senti Meter Dikenakan Ticket Penuh 
  • Buka Tiap Hari Mulai Jam 08.30 s/d 16.30 WIB 
  • Karcis Yg Telah Dibeli Tak Bisa Dikembalikan 
  • Karcis Tak Bisa Di Wakilkan 
  • Karcis Tak Boleh Rusak AtauTerbuka 
  • Karcis Berlaku Sehari Penuh Tatkala Tanggal Kunjungan 
  • Karcis Dipasangkan Oleh Petugas 
  • Karcis Anti Air 

bermain kano : salah satu wahana di WBL

1.Wahana Permainan & Hiburan 

Wisata Bahari Lamongan senantiasa menghadirkan 3 wahana gres tiap tahunnya. Jumlahnya wahana yg sudah sedia di sana misalnya Shouvenir Shop, ATV, Hunian Kucing, Istana Boneka, Ajang Ketangkasan, Galeri Kapal & Kerang, Video Game, Sarang Bajak Laut, Bioskop 3D, Goa Insectarium, Hunian Sakit (RS) Hantu, Tembak Ikan, Go Kart, TAGADA, Rottary Coaster, Taman Berburu, Istana Bawah Laut, Drop Zone, Motho cross, Planet Kaca, Crazy Car Coaster, Water Slide, Playground Remaja, Panggung Gembira, Ranger, Kolam Renang, Menara Ru’yaat, Galapagos, Paus Dangdut, Gano dan Sepeda Air, Tanjung Kodok, Kolam Penyu, Jet Coaster, Dermaga Pemancingan, Bumper Car, Resto Marina, Space Shuttle, Banana Boat, Permainan Air, Texas City, Fliying Fox, Anjungan Wali Sanga, & lain sebagainya. 

Tanjung Kodok Beach Resort

2. Tanjung Kodok Beach Resort 

Apabila Kamu mau menginap di daerah Wisata Bahari Lamongan, ada hotel bintang tiga ibarat Tanjung Kodok Beach Resort yg berkapasitas 50-60 kamar & menyuguhkan Kamu panorama indah pantai bersama pasir putihnya. Di Tanjung Kodok Beach resort, Kamu bahkan sanggup menginap dengan 5 hingga 15 orang per satu kamar. 

Maharani Zoo & Goa

3. Maharani Zoo & Goa 

Maharani Zoo & Goa yaitu bab terintegrasi dari Wisata Bahari Lamongan & memiliki luas lokasi kira kira 2.500 m. Kamu bakal membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit buat menjelajahinya. Maharani Zoo & Goa memiliki aneka stalakmit & stalaktit yg indah, ditambah juga dengan penempatan lampu warna-warni kepada tiap-tiap sudut goa maka memperindah suasana di dalamnya. 

Maharani Zoo & Goa pun di lengkapi dengan aneka satwa lokal & mancanegara. Diluar itu, terdapat galeri satwa yg diawetkan dan beraneka macam patung satwa yg sudah punah. Seluruhnya dihadirkan komplit dgn dokumentasi & informasi pendukungnya. 

Jalur Perjalanan ke Wisata Bahari Lamongan 

Akses utk menuju area Wisata Bahari Lamongan sanggup ditempuh memakai beraneka ragam kendaran. Hal ini mengingat lokasinya yg persis dipinggir rute Pantura. Pantura merupakan lintasan jalan yg menghubungkan Jakarta hingga Surabaya. 

Kalau Kamu mengawali perjalanan memanfaatkan angkutan umum dari Terminal Bus Bungurasih di Surabaya, Kamu sanggup naik bis dalam kota nomer P8. Disaat datang di terminal Bus Wilangon, Kamu oper bis dengan menaiki bis menuju Paciran. Estimasi durasi perjalanan sanggup menghabiskan waktu kira kira 90 menit utk sanggup datang di daerah Wisata Bahari Lamongan.


Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

pintu masuk WBL Wisata Bahari Lamongan atau yg tidak jarang disingkat WBL dahulu tidak jarang dinamakan juga sebagai Jawa Timur Park 2....
Ha Njo Dolan Selasa, 21 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Kayaknya udah usang banget semenjak terakhir kali saya jalan-jalan bareng seluruh anggota keluarga. Apalagi kini saya kerja di luar kota, adik saya juga kuliah di luar kota, jadi gres sanggup pulang ke rumah paling pas weekend. Itupun jikalau ngga ada lembur. Kadang pengen gitu ya, jikalau ada tanggal merah sanggup liburan bareng entah kemana, tapi alasannya satu dan lain hal, seringkali rencananya batal. Akhirnya saya jalan sendiri sama temen-temen, hhe..

Nah, kebetulan hari Jumat tanggal 16 Februari kemarin ada libur Natal dan saya lagi ngga ada lembur. Jadi, ketika yang sempurna buat kami jalan-jalan bareng. Untuk tujuannya, sempat kepikiran ke Yogya, tapi berhubung liburnya cuman 3 hari sementara perjalanan ke sana menghabiskan waktu setengah hari sendiri, alhasil kami pilih ke tempat yang deket aja, dan pilihannya jatuh ke kota Batu, Malang.

And here where the story begins...



Jumat, 16 Februari 2017

Mengatur trip bersama keluarga memang agak sedikit tricky ya. Semuanya harus direncanakan dengan matang, dari menentukan tujuan, tempat nginep, transportasi, dsb. Karena, ya, beda lah ya kondisi kita yang muda sama orang renta yang berumur. Dan saya juga ngga tega jikalau orang renta disuruh naik kendaraan yang ekstrim-ekstrim terus nginep di tempat yang serba minimalis—seperti yang biasanya saya lakukan jikalau jalan sendiri.

Kaprikornus yang pertama saya lakukan, ialah menentukan lokasi wisata yang ada di Batu, yang sekiranya nyaman buat keluarga, ngga terlalu jauh, dan ngga terlalu menguras tenaga. Dan saya ngga mungkin memaksakan kehendak buat keliling ke sebanyak mungkin tempat yang ada di Batu, alasannya ya sekali lagi, kasian sama orang tua, hehe..

Saya cuma milih dua tempat yang deket aja, yaitu Jatim Park 2 sama Batu Night Spectacular (BNS). Mainstream banget ya. Tapi toh emang mau having fun sama keluarga, dan kebetulan orang renta saya juga belum pernah ke tempat ini. So, why not?☺️

Darmo Homestay

Untuk nginepnya sendiri, saya pilih yang lokasi sangat-sangat akrab dengan kedua tempat ini, yakni Darmo Homestay, di Jalan Panderman. Saya pesen dua kamar, seharga Rp200.000-an per kamar per malam. Tempatnya enak, homy sekali, ada shower air panas (meskipun pas pagi harinya mati), ada wifi, terus kita sanggup kopi sachet, teh, juga Pop Mie Mini (all free), dan ada dapur umum juga yang bebas kita pakai jikalau mau masak air atau masak mie mungkin. Dan yang istimewa, setiap pagi kita dikasih satu pitcher susu hangat. Yum!


Our rooms at Darmo Homestay

Awalnya kami planning berangkat ke Batu dari rumah (Probolinggo) sekitar pukul 08.00, tapi alhasil (seperti biasa)molor hingga pukul 10.00-an, dan gres hingga di penginapan sekitar Ashar sesudah macet panjang di tempat Singosari. Kami naik bus dari Probolinggo, kemudian turun di Taman Ken Dedes (sebelum flyover/pertigaan ke terminal, alasannya jikalau di terminal takut ngga boleh naik kendaraan online). Kami kemudian lanjut naik Grab menuju Batu. Dan sebenernya sih, daripada turun di Taman Ken Dedes, mendingan kita turun di Giant Karanglo, alasannya pas di pertigaan mau ke Batu.

Setelah bongkar muatan di kamar, saya ajak keluarga buat makan siang (yang udah telat banget) di salah satu resto ternama di Batu, yakni Warung Wareg. Oiya, untuk transportasi selama di Batu, saya sewa motor dari Darmo Homestay juga, seharga Rp75.000 per hari.

Warung Wareg ini sering muncul sebagai rekomendasi tempat masakan di tempat Batu. Karena kabarnya selalu ramai pengunjung, saya alhasil booking tempat duluan untuk empat orang. Saya kontak si warungnya pagi hari itu dan tidak mengecewakan fast respons. Awalnya saya pesen buat pukul 13.00, kemudian mundur lagi jadi pukul 15.00 gegara macet, dan saya gres hingga di sana pukul 16.00 alasannya hujan, wkwk.. Udah ngga lezat aja sama pegawai di sana, tapi alhamdulillah tempatnya masih di-reserved-in

Warung Wareg

Saya pesen tempat di lantai dua yang punya view cukup bagus. Dan alhamdulillah makanannya juga cepet datang, jadi perut yang sudah menahan lapar semenjak d tengah kemacetan tadi alhasil sanggup terisi. Overall, everything was good in that place dan untuk review lengkapnya si Warung Wareg ini sanggup dilihat di sini.




Ini bapak liat kemanasik

Selesai makan, kami kembali menuju penginapan sambil ditemani hujan gerimis. Dan ternyata hujannya ngga terang-terang hingga habis Isya. Heft. Padahal pengen memaksimalkan waktu buat jalan-jalan, tapi yah, namanya cuaca kan ngga sanggup diprediksi.

Begitu hujan mereda, kami eksklusif bergegas menuju BNS yang jaraknya hanya 5 menit sahaja dari penginapan. And as I expected, kondisi di sana udah rame banget dan harus ngantri tidak mengecewakan panjang buat beli tiket. Ada banyak sekali macam paket tiket masuk BNS. Saya waktu itu beli yang Rp60.000, dapet free 2 permainan dan kupon makan-minum.

Batu Night Speactacular

Saya sendiri ngga pengen main macem-macem. Saya cuman pengen main satu permainan favorit, yaitu “Drop ‘N Twist”! Itu lho permainan yang kita duduk melingkar di sebuah menara, terus kursinya naik sampe tinggi, dan tanpa tedeng aling-aling, kursinya dijatuhin, terus naik lagi, jatuh lagi, dst. I love this ride alasannya sensasi jatuhnya itu lho, bikin nagih!

Drop 'N Twist
vua (batutimes.com)

Mama saya udah niscaya ngga mau naik. Kalau bapak, awalnya mau naik, tapi terus mengurungkan niatnya, dan alhasil saya cuman berdua sama adik.

Lanjut, saya menentukan wahana lain yang sanggup dinikmati juga sama orang tua. Yang aman, tapi fun juga. Akhirnya saya pilih “Cinema 4D”, dan ngantrinya ya Allah, puanjaang. Dan banyak juga orang-orang renta yang milih wahana ini, ada kakek-nenek juga, alasannya tampaknya among all of the rides, ini yang paling kondusif sih.

Cinema 4D

Kami gres masuk sesudah mengantri ±20 menit, dan yang menciptakan saya agak kurang puas, ternyata film yang diputer sama persis waktu pertama kali saya kesini, hiks. Tapi ngga papa lah, yang penting keluarga saya sanggup menikmati.

Lanjut, sambil istirahat, kami nukerin kupon makan & minum di foodcourt. Lumayan lho, satu kupon makan itu harganya Rp13.000. Waktu itu saya punya 4 kupon, jadi sanggup beli tidak mengecewakan banyak, ada cilok, kentang goreng, & roti bakar. Cuman untuk minumannya, cuman sanggup dituker sama teh hangat satu cup per kupon. Tapi yah tidak mengecewakan lah.

BNS Foodcourt

Malam kian larut. Sebelum kembali ke penginapan, kami sempetin mampir dulu di Alun-Alun Batu. Di jalanan mau kesana udah sepi sih, udah tengah malem juga. Tapi pas kami hingga di alun-alun, di sana ramai banget ternyata. Kami sempet lewat di kedai Ketan Legenda yang tersohor itu, tapi ngga mampir. Udah kenyang banget juga. Dan sesudah muter-muter tak tentu arah, kami pun kembali ke penginapan.


Alun-Alun Batu

Pos Ketan

Sabtu, 17 Februari 2017

Pagi hari, kami disambut dengan hangatnya susu yang dibagikan gratis oleh pengelola penginapan. Nice. Dan sesudah siap-siap, kami berangkat menuju destinasi terakhir, yaitu Jatim Park 2, yang jaraknya juga cuman 5 menitan dari penginapan.

Ternyata loketnya gres dibuka dan halaman tempat ini sudah dipenuhi dengan lautan manusia. O my gosh. Berhubung kami harus check out pukul 12.00 (sekitar 3 jam-an lagi), jadi saya ngga ambil paket tiket yang banyak. Saya beli yang Rp120.000 untuk masuk Batu Secret Zoo & Museum Satwa. Saya pernah baca jikalau pembelian tiket cuman sanggup pakai uang tunai, jadi saya lari-lari dulu ke ATM buat ambil duit. Eh tapi ternyata, pas saya hingga di depan loket, pembelian tiketnya udah sanggup pakai gesek (kartu debit/kredit) khusus di loket 1 & 2. Heft.

Jatim Park 2 Ticket Counter

Tak usang sesudah beli tiket, pintu masuk Batu Secret Zoo-pun dibuka dan para pengunjung berbondong-bondong masuk. Ya ampun, agak riweuh juga ya keliling kebun binatang bersamaan dengan ratusan orang pengunjung. But it was fun.

Batu Secret Zoo Entrance

Batu Secret Zoo punya banyak koleksi satwa, dan beberapa di antaranya ada yang langka, menyerupai Pemakan Semut Raksasa/Giant Anteater (Myrmecophaga tridactyla). Kabarnya hanya ada 3 kebun binatang yang memilikinya yaitu Indonesia, Singapura, dan Thailand.

The Giant Anteater

Here are some other animals...

Tan-petan

Hanging with out fellas

Some oooolf friends

Cute lil beast

Meet King Julien(s)

Chillin Tiger

Tapi di antara semua sections, yang paling saya favorit akuarium...

Aquarium Section

Piranhas

Full of Stars

Sea Rabit (?)

Nemo & Dori's Tank

Tapi kadang saya agak kasihan juga ya jikalau ke kebun binatang ini. Ngga tega liat hewan-hewan yang dikurung di tempat sempit, ada yang sendirian pula. Tapi yah, jikalau tujuannya memang untuk edukasi dan selama satwa-satwanya dirawat dengan baik, insyaAllah masih sanggup ditoleransi lah ya.

I got new rules I count them

Anyway, ternyata keliling kebun binatang itu perlu waktu usang juga ya. Ngga kerasa udah pukul 12.00 aja. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami di Jatim Park 2 itu dan kembali ke penginapan. Tapi sebelum meninggalkan Batu, kami sempetin makan bakso dulu di depan penginapan, plus es puter. Nah, enaknya di Darmo Homestay ini tiap hari ada penjual-penjual yang mangkal. Ada bakso, sate, nasi kuning, es puter, dll.

Oskab Ngalam sebelum pulang

So that was our little trip to Batu. So much fun, meskipun cuman sebentar dan ngga pergi ke banyak tempat, tapi yang penting kan quality time bareng keluarga. Dan tampaknya harus dipersering lagi jalan-jalan bareng kayak gini ya... ☺️



NaraHubung:
Darmo Homestay
Jln. Panderman No. 250, Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316
Telp./WA: 081333495051

Warung Wareg
Jln. Raya Ir. Soekarno No. 7, Mojorejo, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65322
Telp./WA: 082234037777

Batu Night Spectacular (BNS)
Jln. Hayam Wuruk No. 1, Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur 65316
Telp.: (0341) 5025111

Jatim Park 2
Jln. Oro-Oro Ombo No. 9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65315
Telp.: (0341) 5025777
Situs: jtp.id



Thanks-List:
YOU, for reading this! :)

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

Kayaknya udah usang banget semenjak terakhir kali saya jalan-jalan bareng seluruh anggota keluarga. Apalagi kini saya kerja di luar kota, a...
Ha Njo Dolan Sabtu, 24 Februari 2018