Ads

Ads
Menu
Results for "Probolinggo"
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Wisata Air Terjun Madakaripura di Probolinggo yang Kental dengan Kemistisannya, tempat Wisata Terindah - Probolinggo punya banyak wisata menarik yang wajib dikunjungi. Tidak hanya punya objek wisata gunung yang populer yaitu wisata Gunung Bromo, Gili Ketapang dan juga Pantai Bentar, akan tetapi dari sisi wisata teladas Probolinggo juga punya wisata teladas yang menarik yaitu wisata Air Terjun Madakaripura.

Banyak yang berkata bahwa wisata Air Terjun Madakaripura ini yaitu wisata teladas yang sangat indah. Selain itu wisata Air Terjun Madakaripura ini juga punya sisi unik yaitu air terjunnya yang berbentuk menyerupai tabung dan melancur dari atas tebing tabung tersebut dengan derasnya. Menariknya lagi berdasarkan masyarakat sekitar terdapat suasana mistis yang tak terelakkan dari wisata Air Terjun Madakaripura ini. Mungkin Anda tertarik berkunjung menuju wisata Air Terjun Madakaripura? Berikut gosip lengkapnya untuk Anda seputar wisata Air Terjun Madakaripura.

Wisata Air Terjun Madakaripura di Probolinggo

Wisata Air Terjun Madakaripura di Probolinggo yang Kental dengan Kemistisannya Wisata Air Terjun Madakaripura di Probolinggo yang Kental dengan Kemistisannya


Informasi Seputar Wisata Air Terjun Madakaripura
Objek wisata Air Terjun Madakaripura mempunyai bentuk ceruk dengan ketinggian sekitar 200 meter. Dengan ketinggian yang dimiliki oleh teladas ini menyebabkan teladas ini tertinggi di Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia sesudah Air Terjun Sigura – Gura Sumatera Utara. Wow, sangat menakjubkan bukan?

Tebing – tebing tinggi yang mengitari Air Terjun Madakaripura ini juga mempunyai bentuk terjunan yang cukup unik. Dua diantaranya tampak menyerupai tetesan air hujan yang menciptakan terjunan teladas tersebut menyerupai tirai yang menyembunyikan tebing dibaliknya. Sementara tiga terjunan lainnya nampak keluar dengan deras dan membentuk teladas kembali. Sementara lima terjunan teladas ini berbentuk bulat dengan diameter yang mencapai 25 km.

Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan teladas ini diharapkan stamina untuk hingga kesana. Sebelum hingga di Desa Sapeh, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 5 km atau 45 menit dari Gunung Bromo ke Probolinggo dengan kendaraan bermotor. Dari sentra kota probolinggo Anda harus melanjutkan perjalanan sejauh 30 km dengan kondisi jalan yang berkelok dan sempit walaupun telah diaspal dengan sangat mulus. Jika Anda sudah hingga di Desa Sukapura, Anda akan menemui pertigaan dengan arah kanan menuju lokasi Air Terjun Madakaripura yang kurang lebih berjarak sekitar 4 km. Kemudian Anda hanya perlu belok kanan untuk hingga ke pintu masuk. Darisana Anda masih harus berjalan kaki sejauh 1 km melewati jalan setapak dan menyeberangi sungai. Dan gres Anda akan menemukan sebuah teladas memukau dan mendamaikan yaitu Air Terjun Madakaripura.

Bagi Anda yang tertarik ke wisata Air Terjun Madakaripura, segera berkunjung kesana. Semoga gosip yang kami berikan diatas mengenai Informasi Seputar Wisata Air Terjun Madakaripura bermanfaat.
Sumber http://tempatwisatadaerah.blogspot.com

Wisata Air Terjun Madakaripura di Probolinggo yang Kental dengan Kemistisannya, tempat Wisata Terindah - Probolinggo punya banyak wisata men...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Akhirnya yaa sesudah 25 tahun masa hidup saya di Probolinggo, kesampaian juga menginjakkan kaki di riam paling hits se-kabupaten, yang bahkan orang-orang dari luar kota pada tiba ke sini, dan menempatkan tempat ini sebagai top list kunjungan mereka (setelah Bromo), apalagi kalau bukan Air Terjun Madakaripura!

Agak aib juga sebenernya masak warga lokal belum pernah ke sini, tapi ya better late than never kan? Hhe..



Libur tahun gres rasanya sayang ya kalau dilewatkan begitu saja tanpa main kemana gitu. Jadinya saya menggelontorkan “undangan” jalan-jalan di grup whatsapp rekan-rekan SMA. Saya mengajukan satu pertanyaan pada tanggal 30 Desember 2017 yang berbunyi: “Ngga dolen rek preian?” (“Ngga main guys liburan?”). Kemudian saya biarkan. Masih saya pantau.

Setelah puluhan chat, gonta-ganti tujuan dan tanggal, serta bongkar-pasang pemain (seperti rencana-rencana perjalanan pada umumnya) akibatnya diputuskan tujuan kami ke Madakaripura, berangkat 1 Januari 2018, dengan jumlah personil 6 orang sahaja. Finally.

Senin, 1 Januari 2018

Kami berangkat dari Kecamatan Leces sekitar pukul 07.00 dan kalau dari kawasan rumah kami, ada beberapa jalan alternatif untuk menuju ke sana, tapi basically rute ke Madakaripura itu sama dengan rute ke Bromo, cuman nanti ada tikungan ke arah Desa Sapih. Ikuti papan petunjuk aja atau GoogleMaps. Tempatnya praktis dijangkau kok, meskipun jalannya kadang bergeronjal-geronjal.

Kami hingga di Madakaripura sekitar pukul 09.00 dan ternyata kondisi di sana jauh lebih baik dari yang saya pikirkan. Saya pernah dengar kalau dulu sering ada oknum-oknum yang meminta pungutan liar, dan memaksa pengunjung untuk membayar jasa memandikan motor yang bahkan kita tidak minta. Tapi tetep mereka nyiram-nyiram motor kita. Kan kzl.

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan kesadaran pemerintah & warga untuk memajukan wisata riam ini, kini sudah dibangun sarana dan prasarana yang mumpuni, serta dijaga keamanan dan ketertibannya. Makara kita sudah tidak perlu khawatir akan ada pungli-pungli menyerupai zaman jahiliyah.

Tiket masuk riam dipatok seharga Rp11.000 total, Rp6.000 dari Perhutani & Rp5.000 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Cukup terjangkau lah ya bila dibandingkan dengan keindahan yang akan kita nikmati. Setelah dari counter tiket, kita masih harus berjalan kurang lebih 20-30 menit menuju pintu masuk, yang mana nanti tiket kita akan diperiksa. Oiya, kita juga sanggup menggunakan jasa guide kalau mau, tapi jalan sendiri aja juga sanggup kok.

Ayo mlaku

Ada beberapa tips kalau mau ke Madakaripura ya gaes. Pertama, datanglah pagi-pagi (kayak kami waktu itu tidak mengecewakan lah) alasannya ialah perngunjung masih belum terlalu ramai dan praktis cari parkiran. Kedua, pakailah sandal yang nyaman dan lezat untuk jalan dan “memanjat bebatuan”. Sandal gunung is the best option. Yang terakhir, bawalah jas hujan/payung bila Anda tidak ingin “terlalu” berbasah-basah ria dan biar nampak lebih cerdik dari pengunjung lain, kecuali kalau Anda memang ingin mandi-mandi dan berair maksimal, ya, monggo.

Patung Gajah Mada

Di pintu masuk, kita akan disambut oleh sesosok patung Gajah Mada yang sedang bersila. Madakaripura memang erat hubungannya dengan sosok patih Majapahit tersebut. Konon katanya, riam ini ialah tempat semedi terakhir Gajah Mada hingga mencapai moksa. Di erat patung ini terdapat musholla, pura, toilet, dan kursi-kursi untuk istirahat sebelum kita melanjutkan perjalanan ke air terjunnya. Jangan syedih ya, soalnya masih harus jalan kaki lagi sekitar 20-30 menit lagi.


Yok mlaku lagi

Di sepanjang perjalanan, kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukkan mata. Tebing-tebing menjulang, pohon-pohon hijau, juga sungai. Very refreshing!


Refreshing scenery

Kami kemudian hingga di sebuah tikungan di mana sudah mulai terlihat air yang berjatuhan dari dinding-dinding tebing. This is it! Kami sudah sampai. Yey! Dan saatnya kami menggunakan jas hujan dan mengamankan semua bawaan. Buat yang ngga bawa jas hujan, tapi pengen pakai, jangan khawatir di sini ada yang menyewakan.

Get ready fellas!

Kami kemudian melangkahkan kaki di antara licinnya bebatuan dan dinginnya air sungai. Dan.. wow.. apa yang saya lihat waktu itu cukup amazing sih. Saya udah lupa ya kapan terakhir kali ke riam (apa jangan-jangan belum pernah). Guyuran air dari tebing-tebing yang tertutup flora rambat itu membentuk tirai putih yang sungguh cantik. Sayang pabila tidak didokumentasikan dan diunggah di media sosial.


Eits, tapi ini masih belum riam utamanya lho pemirsa! Setelah puas foto-foto di “tirai” pembuka itu, kita masih perlu jalan lagi menyusuri sungai. naik turun bebatuan, kemudian memanjat semacam dinding tebing yang sempit nan licin, gres kemudian kita hingga di lokasi inti.

Air terjun setinggi ±200 meter yang jatuh dari puncak tebing melingkar berdiameter ±25 meter. Kita serasa berada di dasar tabung raksasa, dan sekali lagi, it was sooo AMAZING!

The hole

Maka tak salah bila Madakaripura dijadikan destinasi wajib ketika berkunjung ke Probolinggo. Keindahan yang ditawarkannya menciptakan siapapun betah berlama-lama di tempat ini, kalau ngga kedinginan. Kami pun demikian, cukup usang kami menikmati keindahan ciptaan Tuhan itu sembari, tentu saja, mengabadikannya lewat foto.



Kami beranjak sesudah pengunjung yang tiba semakin ramai dan tanpa terasa, air pun jatuh juga dari langit. Gerimis say. Meskipun pegel-pegel dan basah, saya tetap bersyukur dan senang akibatnya sanggup menyaksikan secara pribadi keindahan Air Terjun Madakaripura. Dan juga tercoret satu syarat lagi untuk menjadi nak hitz Bolingo, hhe..

It was a great way to start a new year anyway! J

Jadi, ada yang udah pernah ke sini? Share your thought below...      



NaraHubung:
Air Terjun Madakaripura
Branggah, Sapih, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur 67183



Thanks-List:
@friskadevimellan@thia.rhio, @lindanoviana14, @rizka.dwitya, & Jimmy for such a fun new year trip and for the pics
wikipedia.org, for the info
YOU, for reading this! J

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

Akhirnya yaa sesudah 25 tahun masa hidup saya di Probolinggo , kesampaian juga menginjakkan kaki di riam paling hits se-kabupaten, yang bah...
Ha Njo Dolan Selasa, 30 Januari 2018