Ads

Ads
Menu
Hasil penelusuran untuk desa-batu-bulan-gianyar-batu-bulan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai ihwal kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini yaitu pusatnya kesenian patung dan goresan berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para yang kuasa dan dewi, para pahlawan, sampai ada juga banyak sekali kesenian patung yang berkategori modern.

Luas daerah Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain yaitu hampir kesemua dari penduduknya mempunyai keahlian menciptakan patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju sampai sekarang.

Oh iya, alasannya  Desa Batu Bulan yaitu sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa moral tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih gampang pemahamannya yakni satuan moral yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain mempunyai keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan ihwal menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, alasannya selain menciptakan patung dari watu masyarakat Desa Batu Bulan juga menciptakan ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya sampai ke mancanegara sebagai hiasan suplemen taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya yaitu sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses berguru kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, contohnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, menyerupai Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. B...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai ihwal kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini yaitu pusatnya kesenian patung dan goresan berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para yang kuasa dan dewi, para pahlawan, sampai ada juga banyak sekali kesenian patung yang berkategori modern.

Luas daerah Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain yaitu hampir kesemua dari penduduknya mempunyai keahlian menciptakan patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju sampai sekarang.

Oh iya, alasannya  Desa Batu Bulan yaitu sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa moral tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih gampang pemahamannya yakni satuan moral yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain mempunyai keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan ihwal menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, alasannya selain menciptakan patung dari watu masyarakat Desa Batu Bulan juga menciptakan ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya sampai ke mancanegara sebagai hiasan suplemen taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya yaitu sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses berguru kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, contohnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, menyerupai Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. B...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan dan keunikan pariwisata di Pulau Bali memang menarik untuk dikunjungi, tak hayal daerah ini selalu ramai didatangi wisatawan dari aneka macam pelosok nusantara bahkan mancanegara. Bagaimana anda ketika ini mencari obyek wisata yang jarang atau malah belum pernaha anda duga dan anda kira ?

Di halaman ini akan membahas wacana pariwisata di Bali yang seru, sebut saja dengan wisata Kokokan Petulu. Sebagain besar pembaca niscaya bertanya-tanya dengan obyek wisata yang akan dibahas kali ini. Oke pribadi saja ya Guys, ketika anda memasuki Desa Petulu di Kecamatan Gianyar pertama-tama akan disambut dengan sebuah plang diatas jalan yang bertuliskan “Anda tiba di objek wisata kokokan”.

Mengapa disebut kokokan ? Sebab desa ini yakni tempat satu-satunya habitat tetap burung bangau ( ibis ) atau kokokan di dalam bahasa orisinil Bali. Kawanan burung bangau tersebut membangun koloni yang besar, mulai dari bersarang di pohon-pohon, bertelur, menetas hingga kesudahannya tumbuh menjadi dewasa.

Meskipun jumlahnya sangat banyak, keunikkan dikawasan Desa Petulu ialah tidak ada seorangpun yang berani mengganggu habitatnya, binatang ini seperti sudah sagat erat dengan lingkungan sekitarnya, baik disaat mencari makan di sawah, di pekarangan rumah maupun di tempat-tempat lainnya.

Awal sejarah dengan perkembangan burung kokokan di desa ini di mulai pada tahun 1965, berdasarkan info yang didapatkan dari warga setempat bahwa burung kokokan yang bersarang hanya ada sekitar 5 ekor saja. Setelah berselang beberapa bulan, populasi mereka bertambah serta migrasi mereka ke Desa Petulu semakin banyak.

Karenanya tak sedikit warga tertarik untuk memelihara bahkan ada pula yang ingin memotongnya untuk dijadikan konsumsi. Nah, setiap orang yang menangkapnya atau mengambilnya mereka selalu tiba kembali untuk mengembalikannya. Dari orang yang menangkapnya berterus terperinci tidak berpengaruh didatangai makhluk menakutkan baik dalam mimpi maupun didunia nyata.

Kejadian ini setidaknya pernah dialami sekitar 50 orang yang melaksanakan kegiatan tersebut, banyak warga yang ingin tau dan dilakukanlah pendekatan secara spiritual. Setelah itu gres diketahui bahwa kokoan ini yakni pengawal ( rencang ) Dewa Ida Bhatara di Pura setempat. Yang tak lain  ialah penjaga desa dari gangguan hama persawahan penduduk baik secara konkret maupun gaib.

Setiap hari aktifitas burung tersebut keluar masuk desa, namun bila sore hari kawanan burung kokokan akan berkumpul kembali ke Desa Petulu. Saya sarankan bila pembaca ingin berkunjung kesini alangkah baiknya pada waktu sore hari biar sanggup melihat lebih maksimal kawanan kokoan yang kembali ke sarangnya.

Keberhasilan Desa Petulu dalam melestarikan habitat kawanan bangau ( kokokan ) alhasil mendapat penghargaan piala Kalpataru dari pemerintah Bali. Jika ingin menyaksikan populasi kokoan dengan populasi yang sangat mengagumkan banyaknya yakni pada bulan Oktober - Maret, sangat disarankan gunakan kerudung / topi ketika memasuki lokasi.

Tahukah anda ? Karena banyak kemungkinan  kotoran burung bangau akan jatuh di kepala kita, populasi burung ini sebuah pemandangan langka yang sangat jarang anda saksikan  di tempat lainnya di Bali.

Wisata Kokokan (  habitat liar burung Bangau ) terletak di Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Selamat berlibur !!!


Yuk eksplor lagi obyek wisata Kabupaten Gianyar & dibawah ini mungkin sanggup menjadi agenda tempat liburan anda berikutnya :

Desa Mas Gianyar ( Mas Village ) – Desa Wisata Bali Penghasil Patung




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan dan keunikan pariwisata di Pulau Bali memang menarik untuk dikunjungi, tak hayal daerah ini selalu ramai didatangi wisat...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan abnormal untuk mengunjunginya. Selain itu hasil dari kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakatnya pun banyak menembus pasar internasional. Sebab inilah Bali menadapatkan julukan sebagai surganya wisata seni yang tak lain berada di Desa Peliatan.

Desa wisata ini berada di Kabupaten Gianyar, setiap harinya selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk membeli dan melihat eksklusif cara pembuatan kerajinan tangan masyarakat setempat. Keunikan dan daya tarik Desa Peliatan bekerjsama tak jauh tipis dengan Desa Mas yang juga mengakibatkan kesenian dan kerajinan tangan masyarakat guna menarik wisatawan untuk berkunjung.

Potensi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dari Desa Peliatan itu sendiri ialah kesenian ukir, patung dan lukisan. Keahlian kedua bidang tersebut merupakan warisan budaya Desa Peliatan yang sudah berkembang semenjak masa penyebaran agama Hindu di Bali. Karena pada waktu itu masih dalam tahap pengembangan agama Hindu, kedua kesenian tersebut banyak diabaikan yang mana untuk keperluan keagamaan semata.

Baru datanglah seorang seniman luar negeri yang berjulukan R. Bonet yang berkunjung sekaligus menetap di Bali dan tepatnya di Ubud. R. Bonet yakni orang yang berilmu bergaul, sehingga banyak seniman setempat terpengaruh dengan gaya seni yang dimilikinya. Tak sedikit pula seniman yang menjadi muridnya mulai dari Ida Bagus Made, I Wayan Ayun, dan I Wayan Turun.

Selain mempunyai kesenian patung dan lukisan, Desa Peliatan juga mempunyai potensi lainnya yang sangat menarik yakni budaya seni tari dan seni tabuh. Pesatnya perkembangan pariwisataan di Bali, di mana Desa Peliatan menjadi salah satu tempat tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat yang biasanya diadakan sebuah festival.

Lokasi desa wisata ini berada di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Kawasannya juga sangat strategis, yang mana berjarak sekitar 2 km dari sentra Kecamatan Ubud. Jika secara geografis, Desa Peliatan membujur dari utara ke selatan yang berada di dataran rendah sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut.

Nah, jikalau pembaca berada di Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 22 km atau 10 km dari Kota Gianyar. Kondisi jalan untuk menuju desa wisata tersebut cukup baik serta lancar dan ditunjang dengan kendaraan umum yang cukup memadai menyerupai kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Selamat berlibur !!!

Yuk eksplor lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah serunya, simak di bawah ini :

Wenara Wana Gianyar – Kera Liar & Jinak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan a...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan abnormal untuk mengunjunginya. Selain itu hasil dari kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakatnya pun banyak menembus pasar internasional. Sebab inilah Bali menadapatkan julukan sebagai surganya wisata seni yang tak lain berada di Desa Peliatan.

Desa wisata ini berada di Kabupaten Gianyar, setiap harinya selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk membeli dan melihat eksklusif cara pembuatan kerajinan tangan masyarakat setempat. Keunikan dan daya tarik Desa Peliatan bekerjsama tak jauh tipis dengan Desa Mas yang juga mengakibatkan kesenian dan kerajinan tangan masyarakat guna menarik wisatawan untuk berkunjung.

Potensi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dari Desa Peliatan itu sendiri ialah kesenian ukir, patung dan lukisan. Keahlian kedua bidang tersebut merupakan warisan budaya Desa Peliatan yang sudah berkembang semenjak masa penyebaran agama Hindu di Bali. Karena pada waktu itu masih dalam tahap pengembangan agama Hindu, kedua kesenian tersebut banyak diabaikan yang mana untuk keperluan keagamaan semata.

Baru datanglah seorang seniman luar negeri yang berjulukan R. Bonet yang berkunjung sekaligus menetap di Bali dan tepatnya di Ubud. R. Bonet yakni orang yang berilmu bergaul, sehingga banyak seniman setempat terpengaruh dengan gaya seni yang dimilikinya. Tak sedikit pula seniman yang menjadi muridnya mulai dari Ida Bagus Made, I Wayan Ayun, dan I Wayan Turun.

Selain mempunyai kesenian patung dan lukisan, Desa Peliatan juga mempunyai potensi lainnya yang sangat menarik yakni budaya seni tari dan seni tabuh. Pesatnya perkembangan pariwisataan di Bali, di mana Desa Peliatan menjadi salah satu tempat tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat yang biasanya diadakan sebuah festival.

Lokasi desa wisata ini berada di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Kawasannya juga sangat strategis, yang mana berjarak sekitar 2 km dari sentra Kecamatan Ubud. Jika secara geografis, Desa Peliatan membujur dari utara ke selatan yang berada di dataran rendah sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut.

Nah, jikalau pembaca berada di Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 22 km atau 10 km dari Kota Gianyar. Kondisi jalan untuk menuju desa wisata tersebut cukup baik serta lancar dan ditunjang dengan kendaraan umum yang cukup memadai menyerupai kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Selamat berlibur !!!

Yuk eksplor lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah serunya, simak di bawah ini :

Wenara Wana Gianyar – Kera Liar & Jinak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan a...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Bali yang beraneka ragam ini ? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya ingin mencicipi sensasi liburan yang seru, obyek wisata di Kabupaten Gianyar patut untuk dikunjungi. Salah satunya yaitu Museum Neka yang beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.

Museum Neka dibuka untuk umum pada tahun 1982, pengambilan nama museum ini berasal dari nama seorang guru yang gemar mengkoleksi lukisan yakni Suteja Neka. Bangunan museum ini berarsitekturkan khas Bali dengan standar museum International. Selain itu bangunan museum Neka juga sangat terawat yang mana cara menampilkan koleksi lukis cukup terorganisir.

Hal tersebut tentunya dapat memudahkan para wisatawan untuk mengerti, mencermati dan menikmati seni lukis. Di tiap tahunnya koleksi seni lukisan terus bertambah banyak, tercatat dikala ini ada sekurang lebihnya sekitar 300 lukisan hasil kreasi dari seniman pelukis nusantara maupun mancanegara.

Museum Neka menyimpan koleksi seni lukisan dari maestro ternama yang diantaranya yaitu :

  • Seni lukisan hasil karya dari Affandi ( Cirebon, Jawa Barat )


Beliau merupakan orang yang populer sebagai maestro pelukis legendaris Indonesia. Kesohorannya tidak hanya dikenal di Nusantara saja bahkan di dunia. Gaya lukisan ekspresionisnya mampu menciptakan peminatnya kagum. Seni lukisannya yang ada disini ialah lukisan Tari Barong & Rangda di tahun 1973 berukuran l 100 x 185 cm, lukisan Perahu Nelayan di tahun 1975 berukuran 103 x 129 cm.

  • Seni lukisan hasil karya dari Bagong Kussudiardjo ( Yogyakarta )


Beliau merupakan seorang pelukis dan koreografer ternama Indonesia, yang mendapat gelar begawan seni Indonesia. Hasil lukisannya selalu dari inspirasi dan kreatifnya sendiri, salah satu lukisannya berjudul Penari ( lukisan Penari ) yang dibentuk pada tahun 1990 dengan ukuran 143 x 295 cm.

Selain mengoleksi aneka macam seni lukisan yang ekspetakuler, Museum Neka juga menampilkan sejumlah koleksi keris dan patung. Keris ditempat ini berasal dari aneka macam pelosok nusantara, beberapa diantaranya berasal dari jaman kerajaan di Bali sebagai warisan bersejarah dan bertuah dari Puri.

Seperti halnya keris dari Puri Karangasem berupa “keris Ki Baju Rantai”, dari pesisir Utara Pulau Bali yaitu Puri Kanginan Singaraja berupa “keris Ki Gajah Petak”, dan keris-keris kuno lainnya yang dibentuk oleh para empu mempuni. Khusus untuk koleksi keris ini, selalu dilakukan ritual-ritual tertentu disaat Hari Raya Tumpek Landep.

Museum Neka atau berjulukan lain Neka Art Museum beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Untuk tiket masuknya setiap wisatawan wajib membayar Rp 50.000 untuk satu orang dewasa, terkhusus bagi belum dewasa di bawah 12 tahun digratiskan ( free ). Museum Neka buka setiap hari mulai pukul 09:00 – 17:00 WITA, hari Minggu dari pukul 13:00 – 17:00 WITA, sementara Hari libur national obyek wisata ini tutup.


Yuk eksplor lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini, yang pastinya tak kalah hits dan seru hlo :

Museum Puri Lukisan Gianyar – Ngetrip Seni Lukisan Yang Menawan




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Bali yang beraneka ragam ini ? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya...
Ha Njo Dolan Kamis, 16 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Bali yang beraneka ragam ini ? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya ingin mencicipi sensasi liburan yang seru, obyek wisata di Kabupaten Gianyar patut untuk dikunjungi. Salah satunya yaitu Museum Neka yang beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.

Museum Neka dibuka untuk umum pada tahun 1982, pengambilan nama museum ini berasal dari nama seorang guru yang gemar mengkoleksi lukisan yakni Suteja Neka. Bangunan museum ini berarsitekturkan khas Bali dengan standar museum International. Selain itu bangunan museum Neka juga sangat terawat yang mana cara menampilkan koleksi lukis cukup terorganisir.

Hal tersebut tentunya dapat memudahkan para wisatawan untuk mengerti, mencermati dan menikmati seni lukis. Di tiap tahunnya koleksi seni lukisan terus bertambah banyak, tercatat dikala ini ada sekurang lebihnya sekitar 300 lukisan hasil kreasi dari seniman pelukis nusantara maupun mancanegara.

Museum Neka menyimpan koleksi seni lukisan dari maestro ternama yang diantaranya yaitu :

  • Seni lukisan hasil karya dari Affandi ( Cirebon, Jawa Barat )


Beliau merupakan orang yang populer sebagai maestro pelukis legendaris Indonesia. Kesohorannya tidak hanya dikenal di Nusantara saja bahkan di dunia. Gaya lukisan ekspresionisnya mampu menciptakan peminatnya kagum. Seni lukisannya yang ada disini ialah lukisan Tari Barong & Rangda di tahun 1973 berukuran l 100 x 185 cm, lukisan Perahu Nelayan di tahun 1975 berukuran 103 x 129 cm.

  • Seni lukisan hasil karya dari Bagong Kussudiardjo ( Yogyakarta )


Beliau merupakan seorang pelukis dan koreografer ternama Indonesia, yang mendapat gelar begawan seni Indonesia. Hasil lukisannya selalu dari inspirasi dan kreatifnya sendiri, salah satu lukisannya berjudul Penari ( lukisan Penari ) yang dibentuk pada tahun 1990 dengan ukuran 143 x 295 cm.

Selain mengoleksi aneka macam seni lukisan yang ekspetakuler, Museum Neka juga menampilkan sejumlah koleksi keris dan patung. Keris ditempat ini berasal dari aneka macam pelosok nusantara, beberapa diantaranya berasal dari jaman kerajaan di Bali sebagai warisan bersejarah dan bertuah dari Puri.

Seperti halnya keris dari Puri Karangasem berupa “keris Ki Baju Rantai”, dari pesisir Utara Pulau Bali yaitu Puri Kanginan Singaraja berupa “keris Ki Gajah Petak”, dan keris-keris kuno lainnya yang dibentuk oleh para empu mempuni. Khusus untuk koleksi keris ini, selalu dilakukan ritual-ritual tertentu disaat Hari Raya Tumpek Landep.

Museum Neka atau berjulukan lain Neka Art Museum beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Untuk tiket masuknya setiap wisatawan wajib membayar Rp 50.000 untuk satu orang dewasa, terkhusus bagi belum dewasa di bawah 12 tahun digratiskan ( free ). Museum Neka buka setiap hari mulai pukul 09:00 – 17:00 WITA, hari Minggu dari pukul 13:00 – 17:00 WITA, sementara Hari libur national obyek wisata ini tutup.


Yuk eksplor lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini, yang pastinya tak kalah hits dan seru hlo :

Museum Puri Lukisan Gianyar – Ngetrip Seni Lukisan Yang Menawan




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Bali yang beraneka ragam ini ? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Tak salah kalau Pulau Bali dijadikan sebagi tempat pariwisata yang terkenal dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebagaian besar pembaca bertanya-tanya menagapa tempat ini sebegitu eksotisnya dan menjadi tujuan utama nerlibur ? Asalkan semua tahu bahwa tempat ini kaya dengan keindahan alam, seni, budaya yang masih terjaga kualitasnya, ya tentunya itulah secuil alasannya.

Seperti halanya Museum Arma atau sanggup disebut Museum Agung Rai Arma yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini mempunyai karakteristik yang sanggup dijadikan sebagai lokasi untuk melihat tradisi, budaya, dan sosial masa kemudian dari sebuah bangsa. Museum ini menyimpan, menampilkan dan juga memamerkan lukisan-lukisan unik serta fantastis.

Museum Arma berdiri kokoh di atas lahan seluas 5 hektar yang  diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yakni Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996. Sampai ketika ini Museum Arma masih dikelola pribadi oleh yayasan ARMA ( Agung Rai Museum of Art ) yang berdiri pada 13 Mei 1996.

Museum Arma dibangun di tempat dengan kontur tanah naik turun, serta mempunyai nuansa alam orisinil Ubud yang begitu harmoni. Jika dilihat dari bangunannya, yang menjadi daya tarik menonjol yakni desain kebun bernuansa budaya Bali. Banyak seni lukisan maupun patung yang terdapat di museum ini, selain itu juga ada Lily Pound dan flora angrek yang tertata rapi nan indahnya.

Pastinya tidak semua orang menyukai dengan seni lukisan atau melihat bazar seni. Namun bagi anda yang menyukai nuansa kebun dengan desain khas Bali, maka tidak ada salahnya kalau mengunjungi Museum Arma. Guys, kalau akan berkunjung ke Museum Arma, jangan samapai lupa membawa kamera untuk mengabadikan semua keindahannya.

Museum Arma mengoleksi banyak sekali lukisan dari pedoman seni lukis yang berbeda, diantaranya yakni sebagai berikut :

  • Lukisan Kamasan
  • Lukisan Pre War
  • Lukisan orang Eropa yang menetap di Bali
  • Lukisan pedoman modern & tradisional


Jika anda ingin duduk santai sambil membaca buku di Museum Arma ini sanggup di ruang perpustakaan dan ruang baca. Selain itu juga dilengkapi dengan banyak sekali akomodasi yang memadai, mulai dari toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restoran, kafe, toilet, serta area parkir kendaraan yang luas.

Alamat Museum Arma berada di Jl. Raya Pengosekan Ubud, Kecamatan  Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Buka setiap hari kecuali hari raya mulai pukul 09:00 - 18:00 WITA dan tiket masuk sebesar Rp 50.000 ( sudah termasuk segelas minuman teh dan kopi yang bis
a dinikmati di salah satu cafnya ).
Yuk eksplor lagi obyek wisata terdekatnya dibawah ini :

Desa Batu Bulan Gianyar ( Batu Bulan Village ) – Wisata Bali Seru




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Tak salah kalau Pulau Bali dijadikan sebagi tempat pariwisata yang terkenal dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebaga...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Tak salah kalau Pulau Bali dijadikan sebagi tempat pariwisata yang terkenal dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebagaian besar pembaca bertanya-tanya menagapa tempat ini sebegitu eksotisnya dan menjadi tujuan utama nerlibur ? Asalkan semua tahu bahwa tempat ini kaya dengan keindahan alam, seni, budaya yang masih terjaga kualitasnya, ya tentunya itulah secuil alasannya.

Seperti halanya Museum Arma atau sanggup disebut Museum Agung Rai Arma yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini mempunyai karakteristik yang sanggup dijadikan sebagai lokasi untuk melihat tradisi, budaya, dan sosial masa kemudian dari sebuah bangsa. Museum ini menyimpan, menampilkan dan juga memamerkan lukisan-lukisan unik serta fantastis.

Museum Arma berdiri kokoh di atas lahan seluas 5 hektar yang  diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yakni Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996. Sampai ketika ini Museum Arma masih dikelola pribadi oleh yayasan ARMA ( Agung Rai Museum of Art ) yang berdiri pada 13 Mei 1996.

Museum Arma dibangun di tempat dengan kontur tanah naik turun, serta mempunyai nuansa alam orisinil Ubud yang begitu harmoni. Jika dilihat dari bangunannya, yang menjadi daya tarik menonjol yakni desain kebun bernuansa budaya Bali. Banyak seni lukisan maupun patung yang terdapat di museum ini, selain itu juga ada Lily Pound dan flora angrek yang tertata rapi nan indahnya.

Pastinya tidak semua orang menyukai dengan seni lukisan atau melihat bazar seni. Namun bagi anda yang menyukai nuansa kebun dengan desain khas Bali, maka tidak ada salahnya kalau mengunjungi Museum Arma. Guys, kalau akan berkunjung ke Museum Arma, jangan samapai lupa membawa kamera untuk mengabadikan semua keindahannya.

Museum Arma mengoleksi banyak sekali lukisan dari pedoman seni lukis yang berbeda, diantaranya yakni sebagai berikut :

  • Lukisan Kamasan
  • Lukisan Pre War
  • Lukisan orang Eropa yang menetap di Bali
  • Lukisan pedoman modern & tradisional


Jika anda ingin duduk santai sambil membaca buku di Museum Arma ini sanggup di ruang perpustakaan dan ruang baca. Selain itu juga dilengkapi dengan banyak sekali akomodasi yang memadai, mulai dari toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restoran, kafe, toilet, serta area parkir kendaraan yang luas.

Alamat Museum Arma berada di Jl. Raya Pengosekan Ubud, Kecamatan  Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Buka setiap hari kecuali hari raya mulai pukul 09:00 - 18:00 WITA dan tiket masuk sebesar Rp 50.000 ( sudah termasuk segelas minuman teh dan kopi yang bis
a dinikmati di salah satu cafnya ).
Yuk eksplor lagi obyek wisata terdekatnya dibawah ini :

Desa Batu Bulan Gianyar ( Batu Bulan Village ) – Wisata Bali Seru




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Tak salah kalau Pulau Bali dijadikan sebagi tempat pariwisata yang terkenal dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebaga...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Bali memang kaya akan seni dan budayanya yang masih dipertahankan hingga ketika ini, tak hayal banyak sekali diektor pariwisatanya yang mengatakan wacana itu. Museum Rudana yaitu daerah untuk memamerkan dan mempromosikan karya seni berupa seni lukisan dan seni patung yang kesemuanya ialah karya dari seniman Bali.

Bagi pembaca pecinta seni, maka obyek wisata kali ini jangan hingga anda lewatkan yang manan berada di Jl. Cok Rai Pundak No. 44, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Peresmian Museum Rudana dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995 yang berada di atas lahan seluas 500 meter2.

Bentuk bangunannya didesain apik dan menarik dengan menyatukan unsur modern dan tradisional, selain itu juga dikelilingi taman-taman indah yaang pastinya akan menciptakan pengunjungnya betah berlama-lama. Museum Rudana yaitu bangunan berlantai 3, berkonsep dengan filosofi Tri Angga ( tiga bab badan ) mulai dari Kaki, Badan dan Kepala atau dapat disebut juga sebagai konsep Tri Mandala (tiga halaman) yaitu luar, dalam dan utama.

Tepat berada di lantai pertama, koleksi yang dipamerkan berupa banyak sekali keindahan lukisan klasik khas Bali. Pada lantai duamerupakan daerah hasil seni pelukis ternama Indonesia maupun dari luar negeri. Nah sementara di lantai tiga ini, banyak sekali lukisan tradisional yang tak lain yaitu hasil karya seniman Ubud dan juga Batuan.

Keseluruhan barang-barang seni yang ada didalam museum ini tertata dan terpelihara dengan baik dan lalu disajikan guna dinikmati oleh semua orang yang berkunjung. Di antara karya seni populer dan melegenda yang dipamerkan yaitu :

  • Nyoman Rudana
  • I Gusti Nyoman Lempad
  • Nyoman Gunarsa
  • Made Wianta
  • Affandi
  • Basuki Abdullah
  • Srihadi Soedarsono
  • Sunaryo Sutono
  • Antonio Blanco
  • Arie Smit


Oh iya Museum Rudana didirikan oleh Nyoman Rudana yang mana yaitu seorang seniman dan kolektor lukisan yang juga pemilik galeri seni Rudana Fine Art Gallery dan Genta Fine Art Gallery. Sebagian besar dari koleksi benda seni yang tersimpan didalam Museum Rudana dikumpulkan oleh Nyoman Rudana dan Ni Wayan Olasthini. Fasilitas yang dimiliki Museum Rudana mencakup areal parkir, toilet, galeri, coffee shop dan pendopo. Buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA, kecuali hari raya besar.

Dibawah ini masih ada beberapa obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca selengkapnya Guys :

Museum Neka Ubud – Mengoleksi Seni Lukisan




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Bali memang kaya akan seni dan budayanya yang masih dipertahankan hingga ketika ini, tak hayal banyak sekali diektor pariwisatanya yan...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Kabupaten Gianyar merupakan daerah  di tempat Provinsi Bali, Indonesia. Kabupaten ini sangat dikenal sebagai gudangnya seni di Bali, yang dikarenakan banyak desa-desa di Gianyar mempunyai gambaran seni sendiri-sendiri. Seperti Celuk yang populer sebagai sentra kerajinan emas dan perak, Ubud sebagai sentra seni lukis dan lain sebagainya.

Kabupaten Gianyar berbatasan dengan Kota Denpasar di barat daya, Kabupaten Badung di barat, Kabupaten Bangli di timur dan Kabupaten Klungkung di tenggara. Oh iya, Kabupaten GIanyar juga mempunyai 7 kecamatan ialah Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Payangan, Tegalalang, Tampaksiring, Sukawati dan Kecamatan Ubud.

Selain potensi seni, Gianyar juga mempunyai potensi budaya dan alam yang sangat eksotis dan pastinya patut untuk anda kunjungi. Tak mengherankan kalau daerah ini termasuk salah satu tempat wisata di Bali yang populer dikalangan wisatawan. Nah, dibawah ini merupakan daftar atau kumpulan tempat wisatanya yang dihimpun dari beberapa sumber, simak selengkapnya :

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata di Bali yang sayang untuk di tinggalkan infromasinya :

Pariwisata di Kabupaten Buleleng Terlengkap – Wisata Bali




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Kabupaten Gianyar merupakan daerah  di tempat Provinsi Bali , Indonesia. Kabupaten ini sangat dikenal sebagai gudangnya seni di Bali, y...
Ha Njo Dolan