Ads

Ads
Menu
Results for "Wisata Industri"
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi piknik sambil menambah wawasanyang ditawarkan tentunya akan memberi kesan yang sukar dilupakan. Desa Celuk ialah desa wisata yang memperlihatkan keindahan berupa kerajinan tangan yang ddihasilkannya.

Meskipun dikerjakan secara manual atau dengan kelihaian tangan, hasil yang didapatkan tak kalah eloknya kalau dibandingkan dengan hasil kerajinan memakai alat modern. Karena sudah menjadi desa wisata, tiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung malah tak sedikit pula yang berminat dan mencari informasi yang ada di dalam obyek wisata kali ini.

Selain anda sanggup melihat secara pribadi bagaimana cara proses pembuatannya, pengunjungnya juga sanggup membeli aneka jenis kerajinan yang terbuat dari perak tersebut di artshop milik para seniman. Dari artshop-artshop tersebut yang memajang dan menjual barang-barang hasil kerajinan perak beraneka ragam, mulai dari perhiasan, peralatan dapur, aksesoris, sampai pajangan.

Khusus untuk kerajinan perak yang berupa pajangan ini sangat menarik hati untuk dimiliki hlo Sob, diantaranya ialah keris, kipas, miniatur delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain sebagainya. Pada umumnya barang kerajinan tersebut dipajang di dalam rak-rak beling ( etalase ) dan diberi label harga yang tertulis dikertas.

Walaupun ada label harganaya, setiap calon pembeli diperkenankan untuk menawar dan tak jarang pula sanggup mendapat harga separuh dari harga yang tertera. Oh iya Guys, label harga tersebut ditulis dengan satuan dollar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan patokan harga barang bagi wisatawan asing.

Di setiap artshop, barang-barang disusun dan dipisahkan menurut jenisnya menyerupai teladan kerajinan perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Untuk harga yang ditawarkan tentunya bervariasi tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 30.000 sampai Rp. 10 juta itupun kerajinan berupa hiasan maupun pajangan yang bentuknya besar.

Ditanya soal kualitas ? kerajinan yang dihasilkan oleh warga Desa Celuk tak diragukan lagi, alasannya ialah sudah terbukti sanggup menembus pasar internasional.  Desa Wisata Celuk berada di daerah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang strategis yakni terletak di jalur wisata Batubulan - Sukawati - Ubud - Kintamani.

Oke Guys, selamat berwisata & enjoy !!!


Yuk trusuri lagi obyek wisata Gianyar lainnya di bawah ini :

Desa Kendran Gianyar – Desa Wisata Bali




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi p...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi piknik sambil menambah wawasanyang ditawarkan tentunya akan memberi kesan yang sukar dilupakan. Desa Celuk ialah desa wisata yang memperlihatkan keindahan berupa kerajinan tangan yang ddihasilkannya.

Meskipun dikerjakan secara manual atau dengan kelihaian tangan, hasil yang didapatkan tak kalah eloknya kalau dibandingkan dengan hasil kerajinan memakai alat modern. Karena sudah menjadi desa wisata, tiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung malah tak sedikit pula yang berminat dan mencari informasi yang ada di dalam obyek wisata kali ini.

Selain anda sanggup melihat secara pribadi bagaimana cara proses pembuatannya, pengunjungnya juga sanggup membeli aneka jenis kerajinan yang terbuat dari perak tersebut di artshop milik para seniman. Dari artshop-artshop tersebut yang memajang dan menjual barang-barang hasil kerajinan perak beraneka ragam, mulai dari perhiasan, peralatan dapur, aksesoris, sampai pajangan.

Khusus untuk kerajinan perak yang berupa pajangan ini sangat menarik hati untuk dimiliki hlo Sob, diantaranya ialah keris, kipas, miniatur delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain sebagainya. Pada umumnya barang kerajinan tersebut dipajang di dalam rak-rak beling ( etalase ) dan diberi label harga yang tertulis dikertas.

Walaupun ada label harganaya, setiap calon pembeli diperkenankan untuk menawar dan tak jarang pula sanggup mendapat harga separuh dari harga yang tertera. Oh iya Guys, label harga tersebut ditulis dengan satuan dollar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan patokan harga barang bagi wisatawan asing.

Di setiap artshop, barang-barang disusun dan dipisahkan menurut jenisnya menyerupai teladan kerajinan perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Untuk harga yang ditawarkan tentunya bervariasi tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 30.000 sampai Rp. 10 juta itupun kerajinan berupa hiasan maupun pajangan yang bentuknya besar.

Ditanya soal kualitas ? kerajinan yang dihasilkan oleh warga Desa Celuk tak diragukan lagi, alasannya ialah sudah terbukti sanggup menembus pasar internasional.  Desa Wisata Celuk berada di daerah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang strategis yakni terletak di jalur wisata Batubulan - Sukawati - Ubud - Kintamani.

Oke Guys, selamat berwisata & enjoy !!!


Yuk trusuri lagi obyek wisata Gianyar lainnya di bawah ini :

Desa Kendran Gianyar – Desa Wisata Bali




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi p...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai ihwal kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini yaitu pusatnya kesenian patung dan goresan berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para yang kuasa dan dewi, para pahlawan, sampai ada juga banyak sekali kesenian patung yang berkategori modern.

Luas daerah Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain yaitu hampir kesemua dari penduduknya mempunyai keahlian menciptakan patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju sampai sekarang.

Oh iya, alasannya  Desa Batu Bulan yaitu sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa moral tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih gampang pemahamannya yakni satuan moral yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain mempunyai keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan ihwal menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, alasannya selain menciptakan patung dari watu masyarakat Desa Batu Bulan juga menciptakan ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya sampai ke mancanegara sebagai hiasan suplemen taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya yaitu sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses berguru kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, contohnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, menyerupai Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. B...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai ihwal kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini yaitu pusatnya kesenian patung dan goresan berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para yang kuasa dan dewi, para pahlawan, sampai ada juga banyak sekali kesenian patung yang berkategori modern.

Luas daerah Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain yaitu hampir kesemua dari penduduknya mempunyai keahlian menciptakan patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju sampai sekarang.

Oh iya, alasannya  Desa Batu Bulan yaitu sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa moral tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih gampang pemahamannya yakni satuan moral yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain mempunyai keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan ihwal menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, alasannya selain menciptakan patung dari watu masyarakat Desa Batu Bulan juga menciptakan ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya sampai ke mancanegara sebagai hiasan suplemen taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya yaitu sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses berguru kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, contohnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, menyerupai Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang mempunyai data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. B...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tidak, sebab anda akan mendapat pengalaman yang tak terlupakan dengan segala pariwisata yang ditawarkannya. Desa Mas atau Mas Village merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa Mas sudah populer oleh wisatawan semenjak jaman dulu dengan banyak sekali keunggulan yang dimilikinya adalah kesenian dan seni ukir kayu. Beraneka jenis karya seni yang dihasilkan khususnya patung yang banyak dinikmati oleh para pengunjung yang datang. Patung yang dihasilkan sangat indah dengan imajinasi yang cenderung ajaib serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.

Di sepanjang jalan utama Desa Mas ini anda akan melihat banyak menemui artshop-artshop yang menjual produksi hasil kerajinan ibarat ukir-ukiran, patung-patung serta menampung tenaga-tenaga kerja terampil sebagai pemahat, pematung, dan pengukir. Hal menarik dan unik inilah yang menciptakan Desa Mas sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara hingga mancanegara.

Para wisatawan yang berkunjung umumnya hanya sekedar melihat-lihat pengrajin yang sedang menciptakan karya seninya dan tak jarang pula yang berminat untuk membeli hasil industri kerajinan dari masyarakat desa ini. Dari keahlian yang dimiliki oleh warga Desa Mas ini bukannya tak mempunyai asal-usul dan sejarahnya hlo Guys.

Dari sejarah yang tercatat dan di lestarikan oleh Desa Mas menyebutkan bahwa berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit ( Pulau Jawa ) berkunjung ke Bali. Beliau berkehendak untuk mempertahankan agama Hindu sesudah terdesak oleh Islam di Jawa.

Brahmana atau berjulukan orisinil Pedanda Sakti Bawu Rauh selama di Desa Mas banyak menunjukkan wejangan ( pelajaran ) di banyak sekali bidang mulai dari agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang yang berjulukan Mas Wilis. Setelah semua ilmu yang diajarkan dianggap sudah dikuasai oleh Mas Wilis, lalu Brahmana memberi gelar dengan sebutan “Pangeran Manik Mas”.
Setelah itu Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan banyak sekali macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Brahmana. Demikian pula dengan Brahmana, ia lalu menancapkan tongkat tinggi ( pohon tangi ) yang kononnya masih hidup dan dapat dijumpai hingga ketika ini guna memperingati kejadian tersebut.

Pohon Tinggi ini berada di Pura Taman Pule Mas, dari kejadian itulah daerah ini dinamakan dengan sebutan Desa Mas oleh Brahmana ( Pedanda Sakti Bawu Rauh ). Guys, selain populer dengan beraneka jenis hasil kerajinannya, lokasi Desa Mas juga sangat strategis sehingga tak mengherankan kalau desa ini menjadi tujuan wisata utama di tempat Kabupaten Gianyar.

Desa wisata yang kaya akan seni kerajinan ini berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Dari sentra kota Denpasar berjarak sekitar 20 km dan dari sentra Kota Gianyar berjarak sekitar 10 km, sementara dari sentra Kecamatan Ubud hanya berjarak 6 km.

Dibawah ini masih ada banyak lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar, yang tentunya tak kalah unik dan menarik hlo. Yuk lihat dan gali semua informasinya, mungkin dapat anda jadikan aktivitas wisata berikutnya :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tid...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tidak, sebab anda akan mendapat pengalaman yang tak terlupakan dengan segala pariwisata yang ditawarkannya. Desa Mas atau Mas Village merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa Mas sudah populer oleh wisatawan semenjak jaman dulu dengan banyak sekali keunggulan yang dimilikinya adalah kesenian dan seni ukir kayu. Beraneka jenis karya seni yang dihasilkan khususnya patung yang banyak dinikmati oleh para pengunjung yang datang. Patung yang dihasilkan sangat indah dengan imajinasi yang cenderung ajaib serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.

Di sepanjang jalan utama Desa Mas ini anda akan melihat banyak menemui artshop-artshop yang menjual produksi hasil kerajinan ibarat ukir-ukiran, patung-patung serta menampung tenaga-tenaga kerja terampil sebagai pemahat, pematung, dan pengukir. Hal menarik dan unik inilah yang menciptakan Desa Mas sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara hingga mancanegara.

Para wisatawan yang berkunjung umumnya hanya sekedar melihat-lihat pengrajin yang sedang menciptakan karya seninya dan tak jarang pula yang berminat untuk membeli hasil industri kerajinan dari masyarakat desa ini. Dari keahlian yang dimiliki oleh warga Desa Mas ini bukannya tak mempunyai asal-usul dan sejarahnya hlo Guys.

Dari sejarah yang tercatat dan di lestarikan oleh Desa Mas menyebutkan bahwa berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit ( Pulau Jawa ) berkunjung ke Bali. Beliau berkehendak untuk mempertahankan agama Hindu sesudah terdesak oleh Islam di Jawa.

Brahmana atau berjulukan orisinil Pedanda Sakti Bawu Rauh selama di Desa Mas banyak menunjukkan wejangan ( pelajaran ) di banyak sekali bidang mulai dari agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang yang berjulukan Mas Wilis. Setelah semua ilmu yang diajarkan dianggap sudah dikuasai oleh Mas Wilis, lalu Brahmana memberi gelar dengan sebutan “Pangeran Manik Mas”.
Setelah itu Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan banyak sekali macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Brahmana. Demikian pula dengan Brahmana, ia lalu menancapkan tongkat tinggi ( pohon tangi ) yang kononnya masih hidup dan dapat dijumpai hingga ketika ini guna memperingati kejadian tersebut.

Pohon Tinggi ini berada di Pura Taman Pule Mas, dari kejadian itulah daerah ini dinamakan dengan sebutan Desa Mas oleh Brahmana ( Pedanda Sakti Bawu Rauh ). Guys, selain populer dengan beraneka jenis hasil kerajinannya, lokasi Desa Mas juga sangat strategis sehingga tak mengherankan kalau desa ini menjadi tujuan wisata utama di tempat Kabupaten Gianyar.

Desa wisata yang kaya akan seni kerajinan ini berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Dari sentra kota Denpasar berjarak sekitar 20 km dan dari sentra Kota Gianyar berjarak sekitar 10 km, sementara dari sentra Kecamatan Ubud hanya berjarak 6 km.

Dibawah ini masih ada banyak lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar, yang tentunya tak kalah unik dan menarik hlo. Yuk lihat dan gali semua informasinya, mungkin dapat anda jadikan aktivitas wisata berikutnya :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tid...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan abnormal untuk mengunjunginya. Selain itu hasil dari kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakatnya pun banyak menembus pasar internasional. Sebab inilah Bali menadapatkan julukan sebagai surganya wisata seni yang tak lain berada di Desa Peliatan.

Desa wisata ini berada di Kabupaten Gianyar, setiap harinya selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk membeli dan melihat eksklusif cara pembuatan kerajinan tangan masyarakat setempat. Keunikan dan daya tarik Desa Peliatan bekerjsama tak jauh tipis dengan Desa Mas yang juga mengakibatkan kesenian dan kerajinan tangan masyarakat guna menarik wisatawan untuk berkunjung.

Potensi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dari Desa Peliatan itu sendiri ialah kesenian ukir, patung dan lukisan. Keahlian kedua bidang tersebut merupakan warisan budaya Desa Peliatan yang sudah berkembang semenjak masa penyebaran agama Hindu di Bali. Karena pada waktu itu masih dalam tahap pengembangan agama Hindu, kedua kesenian tersebut banyak diabaikan yang mana untuk keperluan keagamaan semata.

Baru datanglah seorang seniman luar negeri yang berjulukan R. Bonet yang berkunjung sekaligus menetap di Bali dan tepatnya di Ubud. R. Bonet yakni orang yang berilmu bergaul, sehingga banyak seniman setempat terpengaruh dengan gaya seni yang dimilikinya. Tak sedikit pula seniman yang menjadi muridnya mulai dari Ida Bagus Made, I Wayan Ayun, dan I Wayan Turun.

Selain mempunyai kesenian patung dan lukisan, Desa Peliatan juga mempunyai potensi lainnya yang sangat menarik yakni budaya seni tari dan seni tabuh. Pesatnya perkembangan pariwisataan di Bali, di mana Desa Peliatan menjadi salah satu tempat tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat yang biasanya diadakan sebuah festival.

Lokasi desa wisata ini berada di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Kawasannya juga sangat strategis, yang mana berjarak sekitar 2 km dari sentra Kecamatan Ubud. Jika secara geografis, Desa Peliatan membujur dari utara ke selatan yang berada di dataran rendah sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut.

Nah, jikalau pembaca berada di Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 22 km atau 10 km dari Kota Gianyar. Kondisi jalan untuk menuju desa wisata tersebut cukup baik serta lancar dan ditunjang dengan kendaraan umum yang cukup memadai menyerupai kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Selamat berlibur !!!

Yuk eksplor lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah serunya, simak di bawah ini :

Wenara Wana Gianyar – Kera Liar & Jinak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan a...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan abnormal untuk mengunjunginya. Selain itu hasil dari kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakatnya pun banyak menembus pasar internasional. Sebab inilah Bali menadapatkan julukan sebagai surganya wisata seni yang tak lain berada di Desa Peliatan.

Desa wisata ini berada di Kabupaten Gianyar, setiap harinya selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk membeli dan melihat eksklusif cara pembuatan kerajinan tangan masyarakat setempat. Keunikan dan daya tarik Desa Peliatan bekerjsama tak jauh tipis dengan Desa Mas yang juga mengakibatkan kesenian dan kerajinan tangan masyarakat guna menarik wisatawan untuk berkunjung.

Potensi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dari Desa Peliatan itu sendiri ialah kesenian ukir, patung dan lukisan. Keahlian kedua bidang tersebut merupakan warisan budaya Desa Peliatan yang sudah berkembang semenjak masa penyebaran agama Hindu di Bali. Karena pada waktu itu masih dalam tahap pengembangan agama Hindu, kedua kesenian tersebut banyak diabaikan yang mana untuk keperluan keagamaan semata.

Baru datanglah seorang seniman luar negeri yang berjulukan R. Bonet yang berkunjung sekaligus menetap di Bali dan tepatnya di Ubud. R. Bonet yakni orang yang berilmu bergaul, sehingga banyak seniman setempat terpengaruh dengan gaya seni yang dimilikinya. Tak sedikit pula seniman yang menjadi muridnya mulai dari Ida Bagus Made, I Wayan Ayun, dan I Wayan Turun.

Selain mempunyai kesenian patung dan lukisan, Desa Peliatan juga mempunyai potensi lainnya yang sangat menarik yakni budaya seni tari dan seni tabuh. Pesatnya perkembangan pariwisataan di Bali, di mana Desa Peliatan menjadi salah satu tempat tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat yang biasanya diadakan sebuah festival.

Lokasi desa wisata ini berada di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Kawasannya juga sangat strategis, yang mana berjarak sekitar 2 km dari sentra Kecamatan Ubud. Jika secara geografis, Desa Peliatan membujur dari utara ke selatan yang berada di dataran rendah sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut.

Nah, jikalau pembaca berada di Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 22 km atau 10 km dari Kota Gianyar. Kondisi jalan untuk menuju desa wisata tersebut cukup baik serta lancar dan ditunjang dengan kendaraan umum yang cukup memadai menyerupai kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Selamat berlibur !!!

Yuk eksplor lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah serunya, simak di bawah ini :

Wenara Wana Gianyar – Kera Liar & Jinak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan a...
Ha Njo Dolan