Ads

Ads
Menu
Hasil penelusuran untuk ceking-paronama-ceking-terrace
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Satu lagi nih Sob pariwisata di Pulau Bali yang mengatakan keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Sebagai alasan mengapa pariwisata alam sangat diminati oleh para wisatawan tak lain alasannya sangat mengasyikkan dan memberi kesan yang lebih. Kabupaten Gianyar mempunyai potensi keindahan alam yang sekarang lagi ngehits.
Ceking Paronama atau sanggup juga di sebut dengan nama Ceking Terrace merupakan tempat wisata yang menyajikan keindahan area persawahan yang berundak-undak ( sistim pertanian terasering  ) pada daerah miring di lereng bukit. Sebab dinamakan sedemikian rupa alasannya lokasinya berada di Desa Ceking, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Makara singkat pemahaman perihal sebutan Ceking ialah nama dari letaknya atau keberadaan obyek wisata tersebut. Sugguh luar biasa indahnya yang diciptakan sistim terasering ini mengakibatkan Desa Ceking mempunyai keunikan tersendiri. Daya tariknya semakin memikat ditambah dengan udara dikawasannya yang sejuk, menciptakan siapa saja akan betah berlama-lama menikmati suasana alamnya.

Maka dari alasan inilah Ceking Terrace menjadi salah satu objek wisata alam di Bali yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sistim pertanian terasering diperkirakan sudah ada semenjak kala ke-9 dan sampai ketika ini masih tetap dipertahankan serta dijaga keasrinya oleh para petani setempat.

Guys, disini anda juga sanggup menikmati aneka macam wisata kuliner hlo yakni di cafe, rumah makan maupun restaurant, sambil menimati sajian yang dipesan tentunya akan menyenangkan dengan didominasi dengan keindahan ekspetakuler alam persawahan terasering. Selain itu juga banyak terdapat art shop yang menjual aneka macam cindra mata untuk oleh - olah.
Jangan lewatkan juga obyek wisata seru lainnya di Kabupaten Gianyar ya Guys, yuk lihat dibawah ini :

Bukit Jati Gianyar - Ngetrip Terus




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Satu lagi nih Sob pariwisata di Pulau Bali yang mengatakan keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Sebagai alasan mengapa pariwis...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan paronama alama di Pulau Bali memang mempesona, hal ini merupakan salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur dikawasannya. Sebut saja Desa Ubud merupakan wilayah pedesaan yang asri, harmoni, damai dan teduh. Paronama alamnya nan anggun diketinggian pegunungan ialah tempat ribuan seniman Bali yang bermukim, maka tidak mengherankan bila disebut sebagai kampung seniman Bali.

Desa Ubud sebagai salah satu tempat wisata di Bali yang sudah terkenal semejak tahun 1930-an, yang mana masih didalam pemerintahan kabupaten Gianyar. Sudah tak gila lagi bahwa kabupaten ini mempunyai banyak seniman berbakat, bahkan sanggup dikatakan sebagai sentra budaya dan seni di Bali, yang  khususnya seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari serta seni musik tradisional Bali.

Objek wisata kali ini terletak di antara areal persawahan, daerah hutan yang alami serta diapit dengan jurang dan sungai. Sebagian besar warga setempat didalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari unsur seni dan budaya ( mata pencaharian ). Baik dari seniman lukis, seniman kerajinan tangan ataupun seniman tari.

Tahukah anda bahwa daerah ini pernah dijadikan lokasi syuting artis terkenal Hollywod ? yang taka lain ialah Julia Roberts di film drama Eat Pray Love. Karakter Desa Ubud sanggup dikatakan “nyeni” dan “teduh-tenang”, alasan inila yang menciptakan Desa Ubud berbeda dengan desa-desa lainnya di Pulau Bali yang kebanyakan selalu ramai khas hiruk piruk kesibukan kota.

Nah, bagi anda yang mendambakan berlibur di suatu tempat yang sangat begitu nyaman, maka Desa Ubud sanggup menjadi tujuan utamanya. Selain kelebihan itu, daerah ini juga memperlihatkan hasil karya seni yang beraneka ragam di ratusan toko-toko seni yang selalu ada di setiap pinggir jalan atau pelosok desa tersebut.
Di daerah obyek wisata ini banyak memperlihatkan tempat inap yang bervariatif dengan harga yang terbilang terjangkau. Jika menginginkan suasana ketenangan dengan diimbangi bunyi derik jangkrik pada malam hari, kamar tanpa AC dan TV, juga bunyi kodok berdengkung nyaring tanpa putus sepanjang malam, maka Desa Ubud ialah tempat yang sempurna untuk berlibur.

Oh iya, perlu diketahui terlebih dahlu bahwa penginapan di Desa Ubud bertipe hunian yang digabung dengan konsep alam sekitarnya. Didaerah ini kebanyakan hotel non AC dan tanpa TV, hal ini dikarenakan bersebelahan dengan persawahan Ubud yang berhawa sejuk. Selain itu ada juga yang kamar mandinya “open space”, yang mana mandi sambil menatap langit terbuka diatas kepala.

Berendam air panas didalam bath tub sembari melihat tebaran bintang yang berkilauan di langit malam ialah moment yang bayak diburu oleh wisatawan yang berkunjung di Desa Ubud. Jika beruntung, anda sanggup melihat kunang-kunang yang berkelip indah dimalam hari yakni di area Tegal Lalang.

Disaat pagi menyapa, Desa Ubud juga memperlihatkan aktifitas olahraga yang sanggup memacu adrenalian anda yang taka lain ialah Arung Jeram Sungai Ayung. Sungguh liburan yang mengasyikkan dan seru jikalau berlibur di Bali mengunjungi daerah ini, maka dari itu Desa Ubud jangan hingga lewatkan dari agenda liburanmu ya Sob.

Alamat :

Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Selamat berlibur dan agar menyenangkan !!!


Obyek wisata terdekatnya sanggup anda cari infromasinya di bawah ini :

Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan paronama alama di Pulau Bali memang mempesona, hal ini merupakan salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung dan b...
Ha Njo Dolan Kamis, 16 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan paronama alama di Pulau Bali memang mempesona, hal ini merupakan salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur dikawasannya. Sebut saja Desa Ubud merupakan wilayah pedesaan yang asri, harmoni, damai dan teduh. Paronama alamnya nan anggun diketinggian pegunungan ialah tempat ribuan seniman Bali yang bermukim, maka tidak mengherankan bila disebut sebagai kampung seniman Bali.

Desa Ubud sebagai salah satu tempat wisata di Bali yang sudah terkenal semejak tahun 1930-an, yang mana masih didalam pemerintahan kabupaten Gianyar. Sudah tak gila lagi bahwa kabupaten ini mempunyai banyak seniman berbakat, bahkan sanggup dikatakan sebagai sentra budaya dan seni di Bali, yang  khususnya seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari serta seni musik tradisional Bali.

Objek wisata kali ini terletak di antara areal persawahan, daerah hutan yang alami serta diapit dengan jurang dan sungai. Sebagian besar warga setempat didalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari unsur seni dan budaya ( mata pencaharian ). Baik dari seniman lukis, seniman kerajinan tangan ataupun seniman tari.

Tahukah anda bahwa daerah ini pernah dijadikan lokasi syuting artis terkenal Hollywod ? yang taka lain ialah Julia Roberts di film drama Eat Pray Love. Karakter Desa Ubud sanggup dikatakan “nyeni” dan “teduh-tenang”, alasan inila yang menciptakan Desa Ubud berbeda dengan desa-desa lainnya di Pulau Bali yang kebanyakan selalu ramai khas hiruk piruk kesibukan kota.

Nah, bagi anda yang mendambakan berlibur di suatu tempat yang sangat begitu nyaman, maka Desa Ubud sanggup menjadi tujuan utamanya. Selain kelebihan itu, daerah ini juga memperlihatkan hasil karya seni yang beraneka ragam di ratusan toko-toko seni yang selalu ada di setiap pinggir jalan atau pelosok desa tersebut.
Di daerah obyek wisata ini banyak memperlihatkan tempat inap yang bervariatif dengan harga yang terbilang terjangkau. Jika menginginkan suasana ketenangan dengan diimbangi bunyi derik jangkrik pada malam hari, kamar tanpa AC dan TV, juga bunyi kodok berdengkung nyaring tanpa putus sepanjang malam, maka Desa Ubud ialah tempat yang sempurna untuk berlibur.

Oh iya, perlu diketahui terlebih dahlu bahwa penginapan di Desa Ubud bertipe hunian yang digabung dengan konsep alam sekitarnya. Didaerah ini kebanyakan hotel non AC dan tanpa TV, hal ini dikarenakan bersebelahan dengan persawahan Ubud yang berhawa sejuk. Selain itu ada juga yang kamar mandinya “open space”, yang mana mandi sambil menatap langit terbuka diatas kepala.

Berendam air panas didalam bath tub sembari melihat tebaran bintang yang berkilauan di langit malam ialah moment yang bayak diburu oleh wisatawan yang berkunjung di Desa Ubud. Jika beruntung, anda sanggup melihat kunang-kunang yang berkelip indah dimalam hari yakni di area Tegal Lalang.

Disaat pagi menyapa, Desa Ubud juga memperlihatkan aktifitas olahraga yang sanggup memacu adrenalian anda yang taka lain ialah Arung Jeram Sungai Ayung. Sungguh liburan yang mengasyikkan dan seru jikalau berlibur di Bali mengunjungi daerah ini, maka dari itu Desa Ubud jangan hingga lewatkan dari agenda liburanmu ya Sob.

Alamat :

Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Selamat berlibur dan agar menyenangkan !!!


Obyek wisata terdekatnya sanggup anda cari infromasinya di bawah ini :

Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan paronama alama di Pulau Bali memang mempesona, hal ini merupakan salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung dan b...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Bukan hal gres lagi bahwa Pulau Bali menjadi kawasan wisata yang diburu banyak kalangan pelancong dari banyak sekali kawasan maupun mancanegara. Banyak sekari pariwisata yang dimiliki, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, wisata seni dan budaya, serta masih banyak lainnya yang pastinya tak cukup waktu singkat untuk membahasnya.

Sebagai salah satu referensi tempat wisata yang banyak dikunjungi ialah Desa Wisata Kendran yang lokasinya berada di kawasa Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Daya tarik yang dimilikinya tak lain yaitu benda peninggalan bersejarah berupa keranda kerikil ( peti mayit berbahan kerikil ‘Sarkofukus’ ).

Selain itu juga, desain bangunan rumah di Desa Kendran masih berbentuk rumah tradisional khas Bali. Sementara tembok dinding pembatas rumah terbuat dari tanah yang tak kalah berpengaruh dan kokoh menyerupai dinding tembok pada umumnya. Pembaca taka akan kecewa ketika berwisata di desa ini, alasannya yaitu paronama alam pedesaan masih begitu original.

Segarnya udara yang semilir dan keindahan pesona pemandangan sawah terasering masih dapat anda lihat hlo. Sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk tiba ke Desa Wisata Kendran untuk menikmati segala keindahan dan keunikan yang dimilikinya. Sungguh pemandangan yang layak di sebut dengan nirwana dunia.

Pariwisata di Bali dapat anda jadikan sebagai sasaran utama disaat mengisi hari liburan, tentunya masih banyak wisata lainnya yang tak kalah serunya untuk dieksplor disini. Nah jikalau pembaca berencana berwisata di Desa Wisata Kendran, selama perjalanan sebelum hingga ke lokasi sejauh mata memandang akan di hibur dengan pemandangan alam yang mempesna.

Dari sentra Kota Denpasar berjarak sekitar 31 km atau setara dengan waktu perjalanan selama 45 menit hingga 1 jam.

Yuk gali info lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya di bawah ini :

Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka






Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Bukan hal gres lagi bahwa Pulau Bali menjadi kawasan wisata yang diburu banyak kalangan pelancong dari banyak sekali kawasan maupun man...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Bukan hal gres lagi bahwa Pulau Bali menjadi kawasan wisata yang diburu banyak kalangan pelancong dari banyak sekali kawasan maupun mancanegara. Banyak sekari pariwisata yang dimiliki, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, wisata seni dan budaya, serta masih banyak lainnya yang pastinya tak cukup waktu singkat untuk membahasnya.

Sebagai salah satu referensi tempat wisata yang banyak dikunjungi ialah Desa Wisata Kendran yang lokasinya berada di kawasa Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Daya tarik yang dimilikinya tak lain yaitu benda peninggalan bersejarah berupa keranda kerikil ( peti mayit berbahan kerikil ‘Sarkofukus’ ).

Selain itu juga, desain bangunan rumah di Desa Kendran masih berbentuk rumah tradisional khas Bali. Sementara tembok dinding pembatas rumah terbuat dari tanah yang tak kalah berpengaruh dan kokoh menyerupai dinding tembok pada umumnya. Pembaca taka akan kecewa ketika berwisata di desa ini, alasannya yaitu paronama alam pedesaan masih begitu original.

Segarnya udara yang semilir dan keindahan pesona pemandangan sawah terasering masih dapat anda lihat hlo. Sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk tiba ke Desa Wisata Kendran untuk menikmati segala keindahan dan keunikan yang dimilikinya. Sungguh pemandangan yang layak di sebut dengan nirwana dunia.

Pariwisata di Bali dapat anda jadikan sebagai sasaran utama disaat mengisi hari liburan, tentunya masih banyak wisata lainnya yang tak kalah serunya untuk dieksplor disini. Nah jikalau pembaca berencana berwisata di Desa Wisata Kendran, selama perjalanan sebelum hingga ke lokasi sejauh mata memandang akan di hibur dengan pemandangan alam yang mempesna.

Dari sentra Kota Denpasar berjarak sekitar 31 km atau setara dengan waktu perjalanan selama 45 menit hingga 1 jam.

Yuk gali info lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya di bawah ini :

Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka






Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Bukan hal gres lagi bahwa Pulau Bali menjadi kawasan wisata yang diburu banyak kalangan pelancong dari banyak sekali kawasan maupun man...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tidak, sebab anda akan mendapat pengalaman yang tak terlupakan dengan segala pariwisata yang ditawarkannya. Desa Mas atau Mas Village merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa Mas sudah populer oleh wisatawan semenjak jaman dulu dengan banyak sekali keunggulan yang dimilikinya adalah kesenian dan seni ukir kayu. Beraneka jenis karya seni yang dihasilkan khususnya patung yang banyak dinikmati oleh para pengunjung yang datang. Patung yang dihasilkan sangat indah dengan imajinasi yang cenderung ajaib serta mengandung kedalaman filosofi para pembuatnya.

Di sepanjang jalan utama Desa Mas ini anda akan melihat banyak menemui artshop-artshop yang menjual produksi hasil kerajinan ibarat ukir-ukiran, patung-patung serta menampung tenaga-tenaga kerja terampil sebagai pemahat, pematung, dan pengukir. Hal menarik dan unik inilah yang menciptakan Desa Mas sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara hingga mancanegara.

Para wisatawan yang berkunjung umumnya hanya sekedar melihat-lihat pengrajin yang sedang menciptakan karya seninya dan tak jarang pula yang berminat untuk membeli hasil industri kerajinan dari masyarakat desa ini. Dari keahlian yang dimiliki oleh warga Desa Mas ini bukannya tak mempunyai asal-usul dan sejarahnya hlo Guys.

Dari sejarah yang tercatat dan di lestarikan oleh Desa Mas menyebutkan bahwa berawal ketika seorang Brahmana yang berasal dari Majapahit ( Pulau Jawa ) berkunjung ke Bali. Beliau berkehendak untuk mempertahankan agama Hindu sesudah terdesak oleh Islam di Jawa.

Brahmana atau berjulukan orisinil Pedanda Sakti Bawu Rauh selama di Desa Mas banyak menunjukkan wejangan ( pelajaran ) di banyak sekali bidang mulai dari agama, seni-budaya, sosial, dan lainnya kepada seseorang yang berjulukan Mas Wilis. Setelah semua ilmu yang diajarkan dianggap sudah dikuasai oleh Mas Wilis, lalu Brahmana memberi gelar dengan sebutan “Pangeran Manik Mas”.
Setelah itu Pangeran Manik Mas mengadakan Pesraman atau Geria dengan banyak sekali macam perlengkapannya untuk menghormati jasa-jasa Brahmana. Demikian pula dengan Brahmana, ia lalu menancapkan tongkat tinggi ( pohon tangi ) yang kononnya masih hidup dan dapat dijumpai hingga ketika ini guna memperingati kejadian tersebut.

Pohon Tinggi ini berada di Pura Taman Pule Mas, dari kejadian itulah daerah ini dinamakan dengan sebutan Desa Mas oleh Brahmana ( Pedanda Sakti Bawu Rauh ). Guys, selain populer dengan beraneka jenis hasil kerajinannya, lokasi Desa Mas juga sangat strategis sehingga tak mengherankan kalau desa ini menjadi tujuan wisata utama di tempat Kabupaten Gianyar.

Desa wisata yang kaya akan seni kerajinan ini berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Dari sentra kota Denpasar berjarak sekitar 20 km dan dari sentra Kota Gianyar berjarak sekitar 10 km, sementara dari sentra Kecamatan Ubud hanya berjarak 6 km.

Dibawah ini masih ada banyak lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar, yang tentunya tak kalah unik dan menarik hlo. Yuk lihat dan gali semua informasinya, mungkin dapat anda jadikan aktivitas wisata berikutnya :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Liburan ke Pulau Bali atau dapat juga di sebut Pulau Dewata rasanya kurang afdhol kalau tak mengunjungi desa wisatanya. Bagaimana tid...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan yang identik ini tak lain alasannya ialah masyarakat Bali semenjak dulu bermayoritas memeluk agama Hindu. Di setiap bangunanan pura mempunyai keunikan tersendiri yang mana selalu menarik perhatian wisatawan untuk mengunjunginya.

Seperti pura yang berada di Kabupaten Gianyar dengan nama yang cukup asing dan nyeleneh yakni Pura Kebo Edan. Dari nama yang dipakai tersebut tentunya ada aspek sejarah, yang mana masih ada kaitannya dengan dua buah arca kerbau atau Kebo ada didalamnya. Arca kerbau ini merupakan simbol dari kendaraan Sang Hyang Siwa ( Dewa Tri Murti sebagai pelebur ) yang dinamakan Nandini.

Jika dicermati arca Kerbau tersebut kelihatan akan murka ke arah archa Siwa Bhairawa disaat melaksanakan anutan Bhairawa dengan menempuh jalan Niwerti ( memuaskan hawa nafsu ) untuk mencapai tujuannya. Jika membahas perihal kapan pembangunannya ? Pura Kebo Edan dibangun sekitar tahun 1284 atau era ke-13 masehi.

Dari dongeng yang diyakini menyebutkan Pura Kebo Edan masih ada berafiliasi dengan masa kejayaan kerajaan Kediri di Tanah Jawa dengan rajanya yang berjulukan Prabu Kertanegara yang menganut anutan Hindu Tantrayana. Pada ketika itu dia berhasil mengalahkan Bali, kemudian menyuruh Kebo Parud untuk menjadi patih di Bali.

Kebo Parud tak lain ialah wakil dari Prabu Kertanegara dan membawa anutan Hindu Siwa dan Hindu Bairawa. Meskipun kedua ajarah agama ini berjulukan beda, namun dalam segi pemahaman yang terkandung didalamnya tetap sama yaitu tamat hayat atau sanggup disebut dengan kata moksa. Nah kedua anutan tersebut disatukan menjadi Siwa Bairawa di Pura Kebo Edan.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui dan mengenal obyek wisata sejarah di Bali, tentunya tempat Wisata Pura Kebo Edan sangat wajib untuk dieksplor dan mengetahui situs ini. Asalakan semua pembaca tahu, di daerah Pura Kebo Edan terdapat sejumlah peninggalan purbakala yang berupa arca-arca.

Setidaknya ada 55 buah arca yang diposisikan dibeberapa pelinggih yang di gambarkan oleh para arkeolog, bdiantaranya ialah :

  • Arca Bhairawa Siwa


Memiliki wajah seram, cukup unik dan sedikit asing serta mempunyai daya mistis, yang mana berbentuk tinggi besar sekitar 3.5 meter dengan citra menari di atas jenazah manusia. Arca ini tak lain ialah sosok Bhairawa yang selalu bersifat Indria atau nafsu didalam kepuasan duniawi. Arca Bhairawa setinggi pernah mendapat perbaikan oleh Kantor Suaka Purbakala Bali pada tahun 1952.

  • Arca Kerbau Berjongkok


Sebuah araca berupa seekor kerbau dengan garang, liar dan juga  beringas ibarat halnya kerbau ketika murka atau Keb Edann.

  • Arca Bhairawa Raksasa


Bermata melotot serta didepannya ada hiasan dan mangkok berbentuk tengkorak manusia, yah sanggup dibilang arca ini angker untuk dilihat.

  • Arca Ganesa

Tak sedikit orang yang mengenalnya dengan nama Betara Gana yang lebih jelasnya ilahi yang berkepala gajah.

  • Arca Nandi
  • Arca Gajah
  • Dan masih banyak yang lainnya dengan kondisi yang sudah rusak.

Alamat Pura Kebo Edan terletak di Dusun Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang sangat gampang yang mana hanya beberapa meter dari tepi jalan utama di Desa Pejeng, ketika anda akan masuk kekawasannya terlebih dahulu harus menyusuri tembok samping sejauh beberapa puluh meter ke arah belakang.

Papan nama Pura Kebo Edan di tepi Jl Raya Pejeng ditulis dengan karakter Latin dan karakter Bali, hal ini sudah menandakan bahwa Pura Kebo Edan merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya di Pulau Bali. Nama Pura Kebo Edan terkesan unik, eksotik dan menarik, seunik dan seeksotik peninggalan-peninggalan renta yang tersimpan di dalam lingkungan Pura Kebo Edan yang terbilang luas ini.

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata yang jaraknya cukup dekat, yang mana mungkin sanggup anda jadikan sebagai aktivitas wisata berikutnya. Selamat liburan !!!

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan y...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pariwisata di Bali ada-ada saja sensasinya, mulai dari yang unik, menarik, langka, seni, budaya, alam, hingga yang seru pun semuanya ada. Di Kabupaten Gianyar ada sebuah hutan kecil yang dihuni ratusan simpanse dan ramai dikunjungi oleh wisatawan hanya untuk menikmati sejuknya udara serta tak jarang pula yang ingin melihat tingkah lucu an lugunya kera-kera tersebut.

Perlu diperhatikan ya Guys, meskipun simpanse ini berada di alam bebas cukup jinak kalau diajak bermain maupun kegiatan seru lainya. Oh iya nama dari pada tempat wisata nan mengasyikkan ini ialah Wenara Wana dan sering disebut juga dengan nama Hutan Monyet Ubud. Kawasan wisata ini mempunyai areal seluas sekitar 27 hektar yang berisikan setidaknya 115 pohon yang beraneka jenis.

Obyek wisata ini juga merupakan sebuah cagar alam serta kompleks candi-candi kuno. Selain itu, terdapat sebuah pura yang berjulukan Candi Pura Dalem Agung Padangtegal ialah tempat dari sumber kesucian bagi masyarakat Bali, hal ini dikarenakan sebagai tempat upacara tabiat dan keagamaan oleh umat Hindu.

Secara detailnya tempat wisata C sanggup dikatakan fantastis kalau dilihat dari jumlah pengunjung per bulannya, yakni  mencapai 10.000 orang. Makara kalau pembaca sedang melaksanakan liburan ke Kabupaten Gianyar, sangatlah disayangkan kalau tidak mampir ke Wenara Wana Wenara Wana yang menyajikan suasana alam yang harmoni serta kelucuan kera-kera penghuninya.

Tak hanya itu saja, selain banyaknya kera-kera dengan tingkahnya yang menggemaskan, hutan kecil ini juga merupakan tempat pekuburan desa yang disakralkan. Makara Wenara Wana tergolong obyek wisata yang tidak mengecewakan lengkap dengann hidangan menyaksikan kera-kera yang melucu, pekuburan para leluhur masyarakat Bali serta bangunan pura ataupun candi-candi yang kental dengan arsitektur khas Bali yang eksotik.

Alangkah beruntungnya kalau anda berwisata ke Wenara Wana  jika bertepatan dengan upacara pembakaran mayit ( ngaben ) atau pun upacara odalan di pura yang ada dikawasannya.

Jam operasional obyek wisata Wenara Wana :

Setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 18.00 dengan harga tiketnya sebesar Rp 20.000 / wisatawan domestik dan Rp 40.000 / wisatawan mancanegara.

Alamat  dan lokasi Wenara Wana :

Jl. Monkey Forest, Desa Padang Tegal dan Desa Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, Provinsi Bali ( 80571 ), Indonesia.


Dibawagh ini masin ada isu obyek wisata terdekat dan masih berada di Kabupaten Gianyar yang mungkin sanggup menjadi aktivitas liburmu selanjuntnya, yuk lihat selengkapnya :

Pura Mengening Gianyar – Kesejukan Alam Sekitar




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pariwisata di Bali ada-ada saja sensasinya, mulai dari yang unik, menarik, langka, seni, budaya, alam, hingga yang seru pun semuanya ad...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak menyerupai biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini mempunyai warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya mempunyai daya magis yang mana dipercaya dapat menyembuhkan banyak sekali penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan menyerupai binatang pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis memakai cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para jago dari banyak sekali tempat ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga harmonis dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian binatang ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh binatang suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan sesudah berumur 6 bulan binatang tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan binatang itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana komplemen ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, menciptakan masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok dipakai sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi bawah umur untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, eksklusif saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan abnormal untuk mengunjunginya. Selain itu hasil dari kerajinan yang di hasilkan oleh masyarakatnya pun banyak menembus pasar internasional. Sebab inilah Bali menadapatkan julukan sebagai surganya wisata seni yang tak lain berada di Desa Peliatan.

Desa wisata ini berada di Kabupaten Gianyar, setiap harinya selalu ada wisatawan yang berkunjung untuk membeli dan melihat eksklusif cara pembuatan kerajinan tangan masyarakat setempat. Keunikan dan daya tarik Desa Peliatan bekerjsama tak jauh tipis dengan Desa Mas yang juga mengakibatkan kesenian dan kerajinan tangan masyarakat guna menarik wisatawan untuk berkunjung.

Potensi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan dari Desa Peliatan itu sendiri ialah kesenian ukir, patung dan lukisan. Keahlian kedua bidang tersebut merupakan warisan budaya Desa Peliatan yang sudah berkembang semenjak masa penyebaran agama Hindu di Bali. Karena pada waktu itu masih dalam tahap pengembangan agama Hindu, kedua kesenian tersebut banyak diabaikan yang mana untuk keperluan keagamaan semata.

Baru datanglah seorang seniman luar negeri yang berjulukan R. Bonet yang berkunjung sekaligus menetap di Bali dan tepatnya di Ubud. R. Bonet yakni orang yang berilmu bergaul, sehingga banyak seniman setempat terpengaruh dengan gaya seni yang dimilikinya. Tak sedikit pula seniman yang menjadi muridnya mulai dari Ida Bagus Made, I Wayan Ayun, dan I Wayan Turun.

Selain mempunyai kesenian patung dan lukisan, Desa Peliatan juga mempunyai potensi lainnya yang sangat menarik yakni budaya seni tari dan seni tabuh. Pesatnya perkembangan pariwisataan di Bali, di mana Desa Peliatan menjadi salah satu tempat tujuan wisata di kabupaten Gianyar yang menonjolkan seni budaya, kerajinan rakyat yang biasanya diadakan sebuah festival.

Lokasi desa wisata ini berada di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Kawasannya juga sangat strategis, yang mana berjarak sekitar 2 km dari sentra Kecamatan Ubud. Jika secara geografis, Desa Peliatan membujur dari utara ke selatan yang berada di dataran rendah sekitar 300-400 meter diatas permukaan laut.

Nah, jikalau pembaca berada di Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 22 km atau 10 km dari Kota Gianyar. Kondisi jalan untuk menuju desa wisata tersebut cukup baik serta lancar dan ditunjang dengan kendaraan umum yang cukup memadai menyerupai kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Selamat berlibur !!!

Yuk eksplor lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah serunya, simak di bawah ini :

Wenara Wana Gianyar – Kera Liar & Jinak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keidahanalam Pulau Bali tak sanggup dipungkiri, sehingga banyak menarik minat wisatawan baik wisatawan dari domestik maupun wisatawan a...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari jaman lampau. Salah satunya ialah Pura Puseh di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar. Tercatatat dalam sebuah prasasti bahwa pura ini dibangun pada tahun saka 944 ( 1020 Masehi ) yakni dimasa pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana dari dinasti Warmadewa.
Dibagian luar Pura Puseh terdapat ornamen ukir yang rumit, halus, indah dan dari isu yang didapatkan bahwasannya bangunan ini mengalami beberapa kali renovasi untuk hingga kepada bentuknya ketika ini. Gerbang masuknya berupa candi bentar yang tersusun dari kerikil bata merah yang dihiasi dengan ornamen bunga dan bentuk-bentuk ikal yang umum ada di bangunan pura.

Candi bentar tersebut membatasi nista mandala yakni jaba pisan ( bab luar pura ) dengan madya mandala atau jaba tengah di bab tengah pura. Sangat berbeda dengan dwarapala, sepasang raksasa berdiri pada sisi kiri kanan gerbang candi bentar tidak dipersenjatai dengan gada. Sesudah melewati gapura candi bentar, anda akan pribadi melihat Kori Agung ( bangunan khas Bali ) yang mana merupakan pintu keluar masuknya para dewa.

Oh iya ada bangunann yang disebut Bale panjang atau Bale Kulkul yang tak lain ialah tempat diletakkannya kulkul ( kentongan tradisional Bali ) guna untuk mengumpulkan warga ketika ada suatu acara. Pura Puseh merupakan peninggalan kuno yang masih lestari hingga kini ini dengan mempunyai latar belakang sejarah berumur sangat lama.

Bangunan ini mempunyai nilai artisti tinggi, getaran aura magis juga sangat terasa bagi wisatawan  yang mengetahui dunia spiritual dan hal-hal unik. Selain itu di sebelah Utara jalan dan diseberangnya terdapat bangunan panggung yang biasannya dipakai untuk lokasi pentasan tari Gambuh. Agar pembaca sanggup memasuki kekawasannya tentunya akan dikenakan tiket masuk.

Nah yang harus diingat ialah memakai kain yang diwajibkan siapapun yang akan masuk ke dalam Pura Paseh ini. Area parkir Pura Puseh Pura berlokasi di seberang jalan selain itu juga menjadi tempat dimana pengunjung menerima meminjaman secarik kain.

Alamat Pura Paseh berada di Jl Raya Batuan, Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Dibawah ini ada Obyek wisata terdekat yang mungkin anda cari :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan dan keunikan pariwisata di Pulau Bali memang menarik untuk dikunjungi, tak hayal daerah ini selalu ramai didatangi wisatawan dari aneka macam pelosok nusantara bahkan mancanegara. Bagaimana anda ketika ini mencari obyek wisata yang jarang atau malah belum pernaha anda duga dan anda kira ?

Di halaman ini akan membahas wacana pariwisata di Bali yang seru, sebut saja dengan wisata Kokokan Petulu. Sebagain besar pembaca niscaya bertanya-tanya dengan obyek wisata yang akan dibahas kali ini. Oke pribadi saja ya Guys, ketika anda memasuki Desa Petulu di Kecamatan Gianyar pertama-tama akan disambut dengan sebuah plang diatas jalan yang bertuliskan “Anda tiba di objek wisata kokokan”.

Mengapa disebut kokokan ? Sebab desa ini yakni tempat satu-satunya habitat tetap burung bangau ( ibis ) atau kokokan di dalam bahasa orisinil Bali. Kawanan burung bangau tersebut membangun koloni yang besar, mulai dari bersarang di pohon-pohon, bertelur, menetas hingga kesudahannya tumbuh menjadi dewasa.

Meskipun jumlahnya sangat banyak, keunikkan dikawasan Desa Petulu ialah tidak ada seorangpun yang berani mengganggu habitatnya, binatang ini seperti sudah sagat erat dengan lingkungan sekitarnya, baik disaat mencari makan di sawah, di pekarangan rumah maupun di tempat-tempat lainnya.

Awal sejarah dengan perkembangan burung kokokan di desa ini di mulai pada tahun 1965, berdasarkan info yang didapatkan dari warga setempat bahwa burung kokokan yang bersarang hanya ada sekitar 5 ekor saja. Setelah berselang beberapa bulan, populasi mereka bertambah serta migrasi mereka ke Desa Petulu semakin banyak.

Karenanya tak sedikit warga tertarik untuk memelihara bahkan ada pula yang ingin memotongnya untuk dijadikan konsumsi. Nah, setiap orang yang menangkapnya atau mengambilnya mereka selalu tiba kembali untuk mengembalikannya. Dari orang yang menangkapnya berterus terperinci tidak berpengaruh didatangai makhluk menakutkan baik dalam mimpi maupun didunia nyata.

Kejadian ini setidaknya pernah dialami sekitar 50 orang yang melaksanakan kegiatan tersebut, banyak warga yang ingin tau dan dilakukanlah pendekatan secara spiritual. Setelah itu gres diketahui bahwa kokoan ini yakni pengawal ( rencang ) Dewa Ida Bhatara di Pura setempat. Yang tak lain  ialah penjaga desa dari gangguan hama persawahan penduduk baik secara konkret maupun gaib.

Setiap hari aktifitas burung tersebut keluar masuk desa, namun bila sore hari kawanan burung kokokan akan berkumpul kembali ke Desa Petulu. Saya sarankan bila pembaca ingin berkunjung kesini alangkah baiknya pada waktu sore hari biar sanggup melihat lebih maksimal kawanan kokoan yang kembali ke sarangnya.

Keberhasilan Desa Petulu dalam melestarikan habitat kawanan bangau ( kokokan ) alhasil mendapat penghargaan piala Kalpataru dari pemerintah Bali. Jika ingin menyaksikan populasi kokoan dengan populasi yang sangat mengagumkan banyaknya yakni pada bulan Oktober - Maret, sangat disarankan gunakan kerudung / topi ketika memasuki lokasi.

Tahukah anda ? Karena banyak kemungkinan  kotoran burung bangau akan jatuh di kepala kita, populasi burung ini sebuah pemandangan langka yang sangat jarang anda saksikan  di tempat lainnya di Bali.

Wisata Kokokan (  habitat liar burung Bangau ) terletak di Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Selamat berlibur !!!


Yuk eksplor lagi obyek wisata Kabupaten Gianyar & dibawah ini mungkin sanggup menjadi agenda tempat liburan anda berikutnya :

Desa Mas Gianyar ( Mas Village ) – Desa Wisata Bali Penghasil Patung




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan dan keunikan pariwisata di Pulau Bali memang menarik untuk dikunjungi, tak hayal daerah ini selalu ramai didatangi wisat...
Ha Njo Dolan