Ads

Ads
Menu
Results for "travel"
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Ada hukum untuk hidup di rumah, dan juga ada hukum untuk hidup di jalan. Tampaknya bagi banyak dari kita standar normal akan hilang sesudah kita keluar dari rumah menggunakan ransel dan masuk ke suatu negara asing. Berikut yaitu beberapa momen memalukan yang mungkin kita semua lakukan, tapi tidak akan pernah kita akui ketika kita kembali.

1. Membeli celana panjang baggy yang hanya digunakan backpacker

Ketika Anda kehilangan diri dalam budaya lain, itu semua terlalu gampang untuk kehilangan style berpakaian Anda pada waktu yang sama. Dengan pinggang melar, desain norak dan tingkat MC Hammer dari celana bagginess, celana ini yaitu pilihan pertama kali backpacker. Lihat juga celana model nelayan Thailand: erat dengan panggung rasa aib dari seorang traveler.

2. Menjawab panggilan alam dibalik semak-semak

Anda minum satu liter air dan menyesal seketika. Apakah Anda terjebak, menggeliat, bersila di atas bus, atau Anda sedang hiking di padang gurun dengan sekelompok orang aneh yang Anda temui pagi itu, Anda tahu kesudahannya akan berebut tanpa malu-malu di balik semak kurus untuk melaksanakan urusan Anda. Itu wajar, kan?

3. Memakai sabuk uang (money belt) setiap hari

Ini masuk nalar untuk mengenakan sabuk uang di kota yang sibuk dan berbahaya. Tetapi pilihlah momen Anda dalam memakainya. Ini tidak pernah terlihat baik ketika Anda menanggalkan tas tersebut di pantai dan meninggalkannya menggembung, suplemen yang lembap kuyup oleh keringat (belum lagi menemukan paspor anda menjadi bubur di dalam).

4. Cuci pakaian Anda di kamar mandi / wastafel

Ini gres tiga hari semenjak Anda mencuci pakaian Anda, tetapi Anda sudah kehabisan celana bersih, dan tidak ada binatu/laundry di hostel terbaru Anda. Satu-satunya pilihan yaitu dengan mencuci pakaian Anda ketika Anda sedang mandi. Kita semua pernah melakukannya, hanya tidak memberitahu siapa pun di rumah.

5. Berbicara perlahan kepada orang lokal hanya untuk menemukan bahasa Inggris yaitu bahasa pertama mereka

Perlahan dan jelas, Anda menyampaikan kepada orang lokal "excuse me, do you know where the bus station?" - Tangan Anda melaksanakan gerakan "mengemudi bus" ketika Anda tersenyum dan mengangguk. "YaYeah, it’s just around the corner" mereka menjawab dalam bahasa Inggris yang sempurna, sambil terlihat bingung. Anda berjalan kaki pergi untuk menghindari rasa aib lebih lanjut.

6. Tidak mandi selama beberapa hari

Mungkin alasannya yaitu air dingin, atau mungkin tidak ada air yang mengalir sama sekali. Kita semua telah terpaksa untuk mengelap badan kita dengan lap lembap selama perjalanan Anda. Dan tentu saja, sangat penting untuk mendokumentasikan berapa hari Anda tidak mandi, ini hanya sebagai pengingat untuk anyir yang ditimbulkan.

7. Menggunakan kata dalam bahasa Inggris di luar negeri yang artinya berbeda sama sekali

Jangan terlalu romantis ihwal kata "mist" di Perancis - ini berarti "kotoran" untuk penduduk setempat dan sanggup menciptakan beberapa percakapan canggung. Jika Anda meminta "bill" di Belanda Anda sanggup ditunjkan pantat seseorang. Dan apa pun yang Anda lakukan, jangan tanya seorang perempuan Norwegia menyampaikan di mana "bus" berada…

8. Membuat kesalahan budaya

Jika Anda tidak melaksanakan penelitian Anda sebelum Anda pergi, kemungkinan Anda akan menciptakan sebuah atau lebih kesalahan alasannya yaitu budaya ketika Anda pergi. Memberikan tanda perdamaian dua jari (telapak tangan menghadap ke diri sendiri) di Inggris dan Anda secara efektif memberitahu seseorang untuk pergi (Fuck Off). Menghabiskan makan di sebagian Asia dianggap sebagai penghinaan besar, dan menampilkan perasaan saying di depan public sanggup membawa Anda ke dalam segala macam kesulitan di negara-negara yang lebih ortodoks.

9. Mencari kenyamanan rumah

Anda hanya pergi selama beberapa minggu, dan Anda sudah sangat membutuhkan kenyamanan rumah. Apakah itu segelas bir di pub Irlandia ketika menonton Premiership atau NBA, secangkir teh yang baik sambil menonton TV, atau berburu daerah yang melayani sarapan yang tepat yang tidak melibatkan ikan kering atau kacang goreng.

10. Postingan klise di media sosial

Widya di Facebook telah memposting gambar lain dari jari-jarinya berbentuk menyerupai hati. Andi telah mengambil selfie lain dengan banyak orang ketika di atas gunung. Dengan segala cara memposting ketika Anda pergi, tetaplah tinggal jauh dari liburan klise di media sosial.

11. Sengaja minum air keran dan kemudian ...

Anda melihat keran dan berpikir “oh syukurlah ada kesudahannya ada air gratis”. Tapi ternyata tidak semua air kran di banyak Negara sanggup diminum. Anda harus berhati-hati..

12. Kehabisan uang

Kartu Anda telah dibatalkan alasannya yaitu "aktivitas yang tidak biasa" di luar negeri, atau mungkin Anda hanya menciptakan anggaran yang buruk. Apa pun yang terjadi, Anda ribuan mil jauhnya dari rumah dan Anda tidak mempunyai satu sen pun. Menelepon ke rumah untuk uang tunai selalu memalukan - tapi itulah kegunaan  orang renta bukan, eh?
Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

Ada hukum untuk hidup di rumah, dan juga ada hukum untuk hidup di jalan. Tampaknya bagi banyak dari kita standar normal akan hilang ses...
Ha Njo Dolan Rabu, 22 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Model didalam kerangkeng pelindung

Seharian bermain air memang kelihatan menyenangkan. Melihat keindahan karang hingga berenang bersama dengan ikan menjadi pengalaman seru serta mengasyikkan. Di Indonesia sendiri, sudah banyak daerah untuk snorkeling maupun diving yang tepat sehingga dipuja oleh wisatawan luar negeri. Salah satunya yang populer di dunia yaitu Raja Ampat.

Tapi jangan salah, ternyata di Raja Ampat tidak semua daerah sanggup dijelajahi. Sebabnya, ada lokasi tertentu yang didiami oleh buaya atau hiu yang siap menyerang siapapun yang mengganggunya. Jadi, untuk berjaga-jaga, alangkah baiknya jangan mencoba menjelajah apalagi berenang di perairan sendiri. Jika tidak, hal mengerikan sanggup menimpamu menyerupai yang dialami seorang model majalah di Florida.

Model cukup umur akan melaksanakan pemotretan

Dilansir oleh Daily Mail, model majalah cukup umur yang berjulukan Molly Cavalli mendapat luka serius di pergelangan kakinya hingga mendapat 20 jahitan alasannya yaitu gigitan seekor hiu. Kronologi mengerikan tersebut berawal dari kegiatan Molly yang akan melaksanakan pengambilan gambar di bawah maritim habitat ikan hiu. Dengan balutan bikini berwarna putih, ia masuk dalam sebuah sangkar pelindung yang sudah disediakan untuk memulai pemotretan dan pengambilan video. Belum terlalu usang berpose di depan kamera, seekor hiu lemon tiba-tiba mengigit pergelangan kakinya. Akibatnya, tetesan darah dari kaki model ini terlihat bercampur dengan air laut.

Luka gigitan hiu

Menurut Darren Press, wakil presiden daerah Molly bekerja, menyampaikan bahwa artisnya sempat gugup saat turun ke dalam air. Karena seekor hiu yang mendekat, ia pun eksklusif berenang ke atas di mana salah satu kakinya keluar dari sangkar pelindung. Saat itu pula hiu lemon satu ini eksklusif menyerang model manis ini. Selain dugaan keluarnya kaki Molly dari kandang, namun tidak sedikit netizen yang menyalahkan akomodasi yang digunakan untuk syuting. Seperti sangkar yang jaraknya terlalu lebar dan memungkinkan hiu kecil untuk masuk ke dalam. Apalagi, jenis hiu lemon memang diketahui sering menggigit orang.


Kisah Molly setidaknya banyak menunjukkan kita pelajaran. Menjajal tantangan dengan berenang dengan hiu memang menyenangkan. Tapi, jangan hingga lakukan hal tersebut tanpa adanya pemandu yang menemani. Apalagi dengan akomodasi yang pas-pasan yang memungkinkan kita terluka.
Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

Model didalam kerangkeng pelindung Seharian bermain air memang kelihatan menyenangkan. Melihat keindahan karang hingga berenang bersama...
Ha Njo Dolan Senin, 20 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Lelah yang sangat ketika berpergian atau traveling memang tidak membuat kapok. Meskipun harus berdiri pagi atau bahkan tidak tidur biar tak ketinggalan pesawat, jalan-jalan harus tetap dilakukan. Nah, alasannya yaitu capek sehabis jalan-jalan, banyak juga traveler yang hingga tertidur di daerah yang tak seharusnya dan dengan pose yang konyol serta kocak. Asal sanggup sedikit meregangkan badan, eksklusif merem, deh. Yuk kita lihat.

Daripada ketinggalan pesawat, lebih baik tidur di bandara. Hitung-hitung pemanasan sebelum nantinya akan duduk di kursi yang sempit berjam-jam.


Tidur sambil senam di bandara


Lelah yang sangat sanggup membuatmu kreatif dalam membuat ruang serta posisi tidur yang paling memungkinkan. Contohnya ini, koper dijadikan bantal yang penting sanggup meluruskan punggung.


pose kocak tidur di pesawat

Para pecinta alam memang paling sanggup bertahan dalam kondisi apapun. Ketika berkunjung ke kota, rantai pun sanggup dijadikan hammock dan nyaman untuk beristirahat sebentar. Ajibb, tapi kan ini properti umum.


Jadikan rantai sebagai hammock

Tak sanggup dipungkiri, melihat kursi yang kosong di kereta, hawa capek sanggup mendorong untuk beristirahat sejenak di sana. Ini ia contohnya, hingga menggunakan 3 dingklik sekaligus.


Menguasai kereta

Jalan-jalan ke peternakan mungkin hal yang biasa bagi banyak orang, tapi tidak untuk anak pria ini. Dia bahkan menemukan 'bantal' darurat dan sekaligus sobat yang membuatnya sanggup menikmati tidur siang yang nyaman.


Ada bantal empuk untuk tidur

Hati-hati ya gaes bila sobat travelling-mu usil, niscaya ada saja wangsit bandel untuk mengerjaimu ketika tidur kelelahan. Contohnya penumpang pesawat ini yang kena batunya.


Tertidur di pesawat

Mulut yang menganga pun tak akan terasa ketika tubuh benar-benar lelah dan jatuh tertidur. Penumpang ini bahkan tidak sadar sudah mencium tiang kereta menggunakan hidungnya.


Bersandar pada tiang di kereta

Membawa anak kecil dikala liburan memang seru sekaligus susah. Coba deh lihat ini, ada saja hal-hal usil yang mereka lakukan.


Ketiduran di bandara dan dikerjain 2 gadis kecilnya

Kamar mandi biasanya terasa sejuk serta nyaman dijadikan daerah tidur. Ruangan yang sempit pun tak jadi masalah.


Ketiduran di kamar mandi

Daripada menggunakan dingklik untuk tidur dan mengganggu orang lain, penumpang satu lebih menentukan tidur di atas tiang. Wah baik banget ya, meskipun capek tapi masih memikirkan orang lain, ya.


Tidur di tiang kereta

Memang ada-ada saja tingkah konyol traveler ketika kelelahan. Tidur dengan pose kocak pun selalu menjadi hiburan tersendiri untuk orang lain yang melihat. Bagaimana dengan kau pernah begitu juga?
Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

Lelah yang sangat ketika berpergian atau traveling memang tidak membuat kapok. Meskipun harus berdiri pagi atau bahkan tidak tidur biar t...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Momen lebaran memang sangat dinanti-nantikan sebagai hari kemenangan sesudah menjalani puasa sebulan penuh selama bulan Ramadan. Akhirnya sanggup pulang kampung dan bertemu dengan saudara jauh, juga keluarga besar yang tiba dari segala penjuru Indonesia. Tidak jarang, keluarga yang ada di luar negeri pun akan pulang ke tanah air semoga sanggup bersilahturahmi.


Seperti yang sudah-sudah, akan ada libur bersama yang digunakan untuk merayakan Hari Raya umat muslim. Menjadi kejutan yang amat luar biasa bahwa di tahun ini, Presiden Jokowi menetapkan menunjukkan libur Idulfitri hingga hampir 2 minggu. Wah, selain pulang kampung dan menyantap ketupat opor, ini juga menjadi kesempatan untuk melaksanakan traveling dengan keluarga. Tidak perlu menunggu cuti lagi, deh.

Ternyata FYI, negara-negara lain juga memberlakukan libur Idulfitri lho. Jumlah harinya sangat beragam, tergantung dengan kebijakan pemerintah masing-masing. Di Indonesia, Idul Fitri ditetapkan dirayakan pada hari Minggu, tanggal 25 Juni 2017 yang lalu. Pak Jokowi menambahkan Hari Jumat, 23 Juni 2017 sebagai cuti bersama yang tentu saja disambut warga Indonesia dengan suka cita alasannya yaitu total libur Idulfitri mencapai 10 hari.


Di sisi lain, Arab Saudi yang dikenal sebagai negara Islam terbesar memberlakukan libur Hari Raya Idul Fitri yang sangat panjang, totalnya 23 hari dimulai dari tanggal 16 Juni hingga 8 Juli 2017. Sedangkan, negara muslim lainnya menyerupai Uni Emirat Arab, Qatar dan Mesir hanya memberlakukan hari libur sekitar 5 hingga 9 hari saja. Dilansir dari Kompas.com, Indonesia ternyata termasuk negara dengan jumlah libur Idulfitri terpanjang, lho.

Kita wajib bersyukur dengan banyaknya jumlah ‘tanggal merah’ yang sanggup digunakan untuk silaturahmi atau liburan ke destinasi harapan kita. Sebab banyak negara yang hanya menunjukkan libur selama 3 hari, menyerupai Malaysia, Filipina, serta Pakistan. Baru pulang kampung sebentar, sudah harus balik ke kota alasannya yaitu pekerjaan menanti. Kasihan ya :(


Mumpung libur lebaran panjang ada baiknya memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan menjelajah kota asalmu. Selamat merayakan lebaran dan selamat berlibur gaes. ;)
Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

Momen lebaran memang sangat dinanti-nantikan sebagai hari kemenangan sesudah menjalani puasa sebulan penuh selama bulan Ramadan. Akhirnya sa...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Sadarkah kau teman-teman bila liburannya orang Indonesia itu kebanyakan kalau tidak pergi ke pantai, paling banter nongkrong di mall. Atau pun menghabiskan waktu di taman hiburan yang ada di sekitar lingkunganmereka. Padahal, negara kita mempunyai bermacam-macam keindahan dari bawah maritim hingga pucuk gunung yang terlalu indah untuk dilewatkan. Khususnya pemandangan tebingnya, ada banyak yang keindahannya menciptakan kau lupa diri kemudian bertanya, ini di Indonesia ataukah luar negeri ya?

Karena letaknya sulit dijangkau, tebing-tebing di Indonesia dapat dikatakan ‘hidden trasure’ atau permata tersembunyi. Nah, semoga kau sadar betapa kerennya tebing di tanah air, berikut ini formasi bukit-bukit tersebut. Awas jatuh hati nggak ditanggung!

1. Tebing Koja sangkar Godzilla Tangerang, tidak ada yang menyangka kota industri menyimpan keindahan menyerupai ini



Jika kau tinggal di padatnya Kota Jakarta, sebaiknya luangkan waktu senggang dan tiba ke Tebing Koja sangkar Godzila ini. Pemandangan eksotisnya akan menciptakan final pekan kau menjadi berkesan. Bertempat di Desa Cisuka Tangerang, tebing-tebing di tempat ini berwarna kecoklatan dikelilingi hijaunya sawah. Belum lagi kolam di tempat ini masih sangat alami dan menyegarkan. Sampai di tempat ini, kau bakalan linglung saking kerennya.

2. Tebing Bukit Kelam, menyerupai banget sama Ayers Rock di Australia



Seperti namanya, bukit ini mempunyai warna kelam alias hitam. Terletak di bersahabat Kota Sintang, menggapai tempat ini perlu menyusuri perjalanan sekitar 395 km dari Pontianak. Tebing Bukit Kelam yaitu sebongkah kerikil raksasa. Bongkahan kerikil raksasa ini diapit dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Cobalah naik ke bongkahan kerikil ini, kau akan mencicipi sensasi berada di tengah dua sungai besar.

3. Tebing Masigit Bandung, pacu adrenalinmu dengan sensasi mengambang di udara



Bagi kau yang suka keindahan sekaligus hobi pacu adrenalin, buruan tiba ke Tebing Masigit ini. Tempat yang berada di Gunung Masigit, Cipatat, Jawa Barat ini akan menyuguhkan sensasi bangkit di atas bukit seolah mengambang di udara akhir terpaan angina kencang. Untuk menikmati spot ini, kau harus menunggu antrean panjang saking populernya.

4. Tebing Karst Maros, sensasi keindahan karst terbesar ketiga di dunia



Kawasan tebing Karst Maros menyuguhkan panorama pedesaan indah yang damai dan sederhana. Setiap sudutnya, tersimpan keindahan alami yang tak dapat dipungkiri. Bertempat di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Sulawesi Selatan, daerah tebing ini merupakan karst terbesar ketiga di dunia yang jadi incaran turis asing.

5. Tebing Kapur Pantai Melasti, memperlihatkan eksotisme tebing dan pantai indah



Tebing Kapur Pantai Melasti menyuguhkan keindahan perpaduan lereng-lereng curam penuh belokan dan turunan. Terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Badung Bali, destinasi ini menjadi spot menarik untuk menghasilkan foto keren. Setelah menaklukkan tebing, kau dapat menikmati indahnya Pantai Melasti yang berada di Desa Ungasan.

6. Taman Tebing Breksi, suguhan seni tingkat tinggi dalam megahnya tebing



Saat ini, Tebing Breksi jadi destinasi hits di Jogjakarta. Keindahan alami tebing ini dipercantik dengan gesekan para seniman kreatif, kesudahannya pun menciptakan tebing semakin elok. Kamu yang malas trekking dapat tiba menikmati tebing indah ini tanpa bersusah-susah. Tempat ini pun kerap ramai alasannya yaitu sering digunakan sebagai tempat pagelaran acara-acara besar.

7. Tebing Bukit Kapur Sekapuk, peradaban ala Yunani kuno yang membuatmu terbelalak



Meski sebetulnya bukan tempat wisata, melainkan bekas lokasi penambangan, Tebing Bukit Kapur Sekapuk sangat indah. Terdiri dari lekukan, lubang, dan lorong kapur yang indah ditumbuhi rumput liar membentuk landscape menakjubkan. Maka tak heran bila banyak wisatawan yang menyebut tempat ini tak ubahnya peradaban kuno ala Yunani.

8. Tebing Cukang Taneuh, nuansa alami yang menyegarkan mata



Jika mencari nuansa tebing yang benar-benar alami dan segar, kau perlu memasukkan Cukang Taneuh di Pangandaran sebagai list destinasimu. Tebing yang mengapi Cukang Taneuh mempunyai panorama yang berbeda dari tebing lainnya. Gundukan kerikil raksasa dilapisi hijau dedaunan dan lumut dijamin membuatmu merinding saking kerennya.

9. Brown Canyon Semarang, kemegahan tebing yang menakjubkan



Disebut-sebut menyerupai Grand Canyon yang ada di utara Arizona, tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung. Tebing-tebing yang menjulang inggi dipadu pohon-pohon di puncaknya, tempat ini menjadi panorama alam eksotik yang sayang untuk dilewatkan. Sayangnya, tempat ini belum menjadi daerah wisata resmi. Karena itu, belum ada petunjuk yang mengarahkan ke lokasi yang berada di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang.

10. Bukit Kapur Arosbaya, Madura



Bukit instagrammable ini menjadi incaran pecandu foto baik dari dalam hingga luar negeri. Spot tebing bergerigi menjadi unsur paling menarik lantaran merupakan perwujudan seni yang tinggi. Untuk mencapai tempat ini, kau hanya perlu ke daerah Plalangan Madura.

Sepuluh tebing di atas menandakan bila negara kita tidak melulu mempunyai pantai-pantai indah saja. Tapi ada juga tebing-tebing keren serta destinasi lain yang mungkin belum sempat kau datangi. Jadi, manakah dari 10 tebing di atas yang ingin banget kau datangi?

Sumber

Sumber http://backpackercantik.blogspot.com

Sadarkah kau teman-teman bila liburannya orang Indonesia itu kebanyakan kalau tidak pergi ke pantai, paling banter nongkrong di mall. Ata...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Keluar dari area Sendang Biru, kita akan memasuki sebuah jalan raya yang dikenal dengan nama Jalur Lingkar Selatan (JLS). Jalan ini yummy banget! Aspalnya (masih) mulus, lebar, dan waktu itu tidak mengecewakan sepi, jadi dapat agak ngebut dikit lah. Di sepanjang jalan, kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam Malang selatan yang indah dengan hamparan perbukitan kapur, vegetasi, dan sesekali bahari di kejauhan. Sekilas kayak di Sumba gitu lho.


Sekira 10 menit berkendara ke arah Pantai Goa Cina, saya melihat sebuah goresan pena di kiri jalan yang berbunyi "Pantai Teluk Asmara". Tulisannya gede banget sehingga menciptakan saya berpikir bahwa kawasan ini yakni destinasi wisata yang "besar". Padahal jujur, saya belum pernah denger namanya sama sekali. Kaprikornus karenanya saya memutuskan untuk mampir ke kawasan ini.

Teluk Asmara Beach

Di gerbang masuk, saya diharuskan membayar tiket seharga Rp10.000. Dan dari sini, kita masih perlu berkendara lagi kurang lebih 1 km, sebelum karenanya hingga di kawasan parkir. Namun, yang menciptakan saya terngangah adalah, waktu di parkiran, saya disuruh bayar parkir sebesar... Rp15.000! What the...?! Baru kali ini saya tau ada biaya parkir yang melebihi tiket masuknya! Tapi dari Rp15.000 itu, kita dikasih sebotol air mineral 600ml. Kaprikornus kayak paketan gitu. Semacam pemaksaan beli air minum ya (padahal udah bawa minum sendiri). Dan itu ngga dapat yha gaes kalo kita cuman mau bayar parkirnya, tanpa ambil airnya.

Dari parkiran, untuk ke pantainya kita masih harus jalan kaki lagi naik turun sebuah bukit. Huft. Tapi dari atas bukit ini pemandangannya juga kece lho. Dan ngga berat-berat juga kok treknya.

Dan karenanya sampailah saya di Pantai Teluk Asmara. Padahal namanya "äsmara" yha, tapi datengnya sendiri aja, heu..

Teluk Asmara Beach

Waktu itu sepi banget. Hanya ada beberapa anak muda yang lagi camping. Dan sebagai pantai selatan Jawa, ombaknya tidak mengecewakan kenceng. Kaprikornus tidak disarankan untuk berenang.

Awalnya saya kira pantainya ya cuma satu ini aja. Tapi ternyata jikalau kita bergerak ke arah timur, kita akan menemukan pantai lain. Pemandangannya lebih kece pantai yang ini sih. Dan di sini kondisinya lebih "aman" jikalau mau digunakan berenang. Waktu itu malah ada belum dewasa kecil dan keluarganya yang lagi main air. Ombak di sini ngga terlalu besar lantaran lokasi pantainya kayak "dilindungi" sama karang-karang di tengah laut.

Teluk Asmara Beach east-side

It is a beautiful beach. Apalagi kalo pas sepi, dapat jadi kawasan yang baik untuk ber-muhasabah. Dan jikalau beruntug, kita dapat ketemu sama penyu lho! Cuma mereka biasanya ke area pantai yang susah dijamah. Memang di sana ada beberapa bab pantai yang hanya dapat dikunjungi jikalau airnya surut atau kita harus naik-turun karang.

Teluk Asmara Beach east-side

Teluk Asmara Beach east-side


Puas menikmati Teluk Asmara, saya melanjutkan perjalanan, dan kali ini karenanya bener-bener ke tujuan awal yaitu Pantai Goa Cina! Jaraknya sekitar 15 menit berkendara.

Untuk tiket masuknya, dibanderol seharga Rp15.000. Lebih mahal dari Teluk Asmara ya, mungkin lantaran lebih terkenal. Sementara untuk parkirnya, ternyata masih sama! Rp15.000 plus air mineral. Kaprikornus saya udah bawa tiga botol air tuh. Heft.

So, here we are... Pantai Goa Cina.

Goa Cina Beach

Dari yang saya baca, ternyata dulu pantai ini bukan berjulukan Goa Cina, melainkan pantai Rowo Indah. Namun, pada suatu masa, ada seorang pertapa Chinese yang ditemukan meninggal di sebuah goa di bersahabat pantai dan tak meninggalkan apapun kecuali tulang-belulang dan goresan pena Cina di dinding goa. Yha itu sih berdasarkan dongeng yang beredar. Dan memang di pantai ini ada goa-nya gaes. Kaprikornus di tengah pantai itu ada sebuah bukit karang, yang di bab sisinya ada sebuah goa (yang katanya ya itu tempatnya). Sementara di atas bukitnya, kini udah dibangun beberapa bungalow yang dapat disewa pengunjung. Tapi sayangnya untuk masuk kedua kawasan ini, kita masih harus bayar lagi. Rp5.000 untuk ke goa, dan Rp10.000 untuk ke puncak bukit.

Goa Cina Beach view from top of the hill

Goa Cina Cave entrance

Goa Cina Cave

Anyway, view di Pantai Goa Cina ini memang elok sih, meskipun lagi-lagi ombaknya gede banget jadi ngga disarankan untuk berenang. Dan di sini fasilitasnya udah lengkap banget, dari kawasan makan, sewa tenda, kamar mandi, dan musholla. Cocok untuk dijadikan destinasi liburan bersama keluarga Anda.

Watch your children!

Fun at Goa Cina Beach

Nah, satu hal yang menarik jikalau kita ke Goa Cina, kita dapat sekalian mampir ke pantai lain yang berjulukan Pantai Watu Leter. Letaknya bersebelahan dengan Goa Cina. Hanya dipisahkan oleh bukit karang besar. Tapi kita dapat berjalan kaki muterin bukitnya paling cuma sekitar 10 menit. Atau jikalau lewat jalan raya dapat juga sih, tapi ya ngapain juga jauh-jauh. Dan untuk memasuki pantai ini tidak dipungut biaya lho! Tapi ada sih kayak counter tiketnya, tapi waktu saya lewat situ ngga ada yang jaga, Hmm..

Watu Leter Beach

Kirain pantainya bakal "b" aja. Tapi ternyata elok banget! Dan air di sini warnanya lebih tosca dari Goa Cina.

Awalnya agak takut juga ya soalnya sepi banget. Saya ngga ketemu orang sama sekali. Baru pas udah jalan ke tengah pantainya ada beberapa belum dewasa muda yang lagi camping. Ada juga sepasang sejoli yang lagi jalan bergandengan menelusuri garis pantai (dan kayaknya lagi nyari kawasan berduaan). Tapi yha pasti kalo wik wik di sini juga ngga bakal ketahuan, saking sepinya.

Watu Leter Beach

Pantai ini dinamakan Watu Leter lantaran ada tebing karang di tengah bahari yang permukaanya mendatar. Tapi saya ngga ngerti yang mana tebing itu. Tapi yang terperinci kawasan ini bagus banget! Kaprikornus bingung, kayaknya semua pantai yang saya kunjungi dari tadi bagus semua. Haha.

Watu Leter (?)

Puas menjelajah dua pantai ini, saya pun beranjak ke kawasan lain--yang sebenernya saya juga ngga tau mau kemana, haha. Pokonya jalan aja hingga ketemu sama pantai apa yang sekiranya menarik untuk dikunjungi. Dan karenanya saya menjatuhkan pilihan pada Pantai Ungapan. Well, sebenernya ini pantai pertama yang saya lihat sehabis Goa Cina. Oiya btw, saya berkendaranya ke arah barat ya gaes (dari Sendang Biru). Soalnya saya rencana pulangnya kan lewat Gondanglegi, ngga lewat Turen lagi. Kaprikornus saya cari pantainya yang searah pulang aja gitu. 

Ungapan Beach

Nah, untuk masuk Pantai Ungapan, kita perlu bayar tiket Rp10.000 dan parkir Rp10.000. Tapi ngga dapet air minum. Wew. Mahal juga ya. Dan waktu itu, lagi-lagi, pantainya syepi.

Dari pantai-pantai lain yang sudah saya sambangi hari itu, Pantai Ungapan ini yang paling meh sih. Biasa aja berdasarkan saya. Nama Pantai Ungapan sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti muara sungai atau pertemuan sungai dan laut. Sungainya itu yang dilewati sama Jembatan Bajulmati yang populer itu lho gaes.

Ungapan Beach

Selain menikmati pemandangan, di pantai ini juga kita bisadigunakan untuk camping maupun acara outbound. Waktu saya ke sana memang ada juga sekelompok pengunjung yang pake seragam gitu. Selain itu, kita dapat juga main bebek-bebekan, jetski, dan ATV.

Ungapan Beach

Nah, perjalanan saya hari itu berakhir di Pantai Ungapan, lantaran langit sudah semakin gelap gejala mau hujan. Sebenernya masih banyak lagi pantai yang dapat kita kunjungi dan jaraknya juga deket-deketan. Maybe next time ya. Dan kalo ke sini lagi, saya langsung akan lebih menentukan jalur Gondanglegi sih. Karena lebih inhabited alias lebih banyak rumah-rumah penduduk ketimbang jalur Turen. Kaprikornus agak lebih tidak seram kalo motoran sendirian.

Above all, yang paling saya suka dari semua pantai yang saya kunjungi hari itu adalah... semua pantainya bersih! Saya hampir tidak menemukan sampah yang berarti dan mengganggu pandangan. Itu yakni satu hal yang sangat saya apresiasi. Dan saya berharap keadaan ini dapat terus kita jaga dan pertahankan ya kawan.

Jadi, mau ke pantai mana hari ini?

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

Keluar dari area Sendang Biru , kita akan memasuki sebuah jalan raya yang dikenal dengan nama Jalur Lingkar Selatan ( JLS ). Jalan ini yum...
Ha Njo Dolan Sabtu, 26 Januari 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

HAPPY NEW YEAR, Everyone!

Wish us lots of happiness ahead...

First post di tahun 2019. Cerita pertama, perjalanan pertama. Meskipun di tengah ke-riweuh-an pergantian tahun (para bundahara niscaya tahu betapa sibuknya tutup buku dan buka buku), alhamdulillah aku masih dapat nyuri-nyuri waktu buat pelesiran. Karena kebetulan kemarin dapet kiprah 3 hari ke Malang, jadinya ya aku jalan-jalannya di sekitaran Kota Apel ini.


Yang agak berbeda kali ini, aku ngga keliling di tengah kota Malang, ataupun Batu-nya. Tapi aku pergi menjelajah ke arah selatan, ke pantai-pantai-nya yang katanya cantik-cantik lho. Sebenernya udah usang pengen main ke sana, cuma alasannya yakni jaraknya yang jauh jadi males mau berangkat. Tapi entah kenapa kemarin itu aku spontan banget tiba-tiba pengen kesana dan gres arrange segala hal (penginapan & transportasi) semalam sebelumnya.

Kerjaan aku di Malang berakhir hari Jumat sore, dan sepulang dari lokasi tersebut aku beranjak menuju penginapan yang lebih terjangkau (kerana penginapan 3 hari sebelumnya didanai kantor jadi ya hotelnya high class bin mehong gitu). Saya dapet penginapan ini dapat dibilang "sepaket" dengan sewa motor (or sebenernya aku pesen motor dulu dan ternyata mereka punya link ke homestay).

Untuk vendor sewa motor namanya Omah Motorent Malang, sementara homestay-nya berjulukan Asri Homestay (info lengkap di final tulisan). Harganya tidak mengecewakan terjangkau sih. Untuk sewa motornya Rp70.000/24 jam (dapet helm & jas hujan) dan kamarnya Rp160.000/malam. Homestay-nya nyaman sih. Bangunannya baru, bersih, dan homey. Om dan tante yang punya juga ramah banget dan sangat helpful. So I recommend you to stay there guys.

Asri Homestay

Saya berangkat dari homestay sengaja pagi-pagi banget sekitar pukul 05.30, biar ngga kesiangan sampe pantainya. Secara perjalanan ke sana berdasarkan GoogleMaps memakan waktu DUA jam! Yep. Dan sebenernya aku belum punya tujuan fix mau ke pantai-pantai mana aja di sana. Karena dari yang aku pelajari, pantai-pantai di sana itu sebelah-sebelahan. Makara untuk sementara, aku mematok satu tujuan dulu yaitu Pantai Goa Cina. Lumayan populer sih ini pantai. Dan ternyata ada dua jalur buat ke sana. Satu lewat Turen, satu lagi lewat Gondanglegi. Daripada pusing milih, aku kesudahannya nyoba dua rute ini! Berangkatnya lewat Turen, dan pulang lewat Gondanglegi. Toh durasi keduanya hampir sama.

Kalau ambil jalur Turen, kita tinggal ngikutin plang ke arah Pantai Sendang Biru, or simply follow the GMaps or Waze. Apalagi buat yang jalan sendirian alias solo trip kek saya, hehe. Pemandangan di sepanjang jalur ini cakep banget, alasannya yakni kita akan keluar masuk hutan. Tapi kalo pas jalannya sepi dan ngga ada pengendara lain ya merinding uga sih. Dan harus ekstra hati-hati ya alasannya yakni jalannya yang naik turun dan berliku, plus banyak lubang!

Singkat cerita, sampailah aku di pertigaan antara ke Pantai Sendang Biru dan Pantai Goa Cina. Hmm. Tadinya aku ngga ada niat ke Sendang Biru sih, tapi berhubung udah di deket sana, jadi ya udahlah why not mampir sebentar.

Welcome to Pantai Sendang Biru

Saya hingga di Sendang Biru sekira pukul 07.30. Sesampainya di gerbang masuk, kita diharuskan membayar tiket seharga Rp10.000. Sebenernya ditulisannya Rp11.000, tapi mungkin alasannya yakni muka melas kepandaian aku bersilat lidah, jadinya didiskon serebu.

Pantai Sendang Biru

Saya sempet ngobrol dengan penjaga di sana, soal Pulau Sempu yang kabarnya ditutup untuk umum. Ternyata, kini masih dapat dikunjungi lho! Hmm. Padahal dari yang aku baca, Pulau Sempu ini merupakan cagar alam yang semestinya tidak semua orang dapat masuk ke sana. Apalagi tahun 2017 lalu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur pernah mengeluarkan Surat Edaran khusus ihwal pelarangan acara wisata di daerah Pulau Sempu ini.

Pantai Sendang Biru

Menurut penjaga di sana, kita dapat menyewa kapal untuk menyeberang ke Pulau Sempu seharga Rp130.000/kapal pulang-pergi dengan kapasitas maksimal 10 orang. Sementara, khusus untuk pengunjung yang ingin ke Segara Anakan di dalam Pulau Sempu, kita diharuskan memakai jasa guide dengan harga "paket" Rp260.000 (kapal+guide). Bahkan, kita dapat camping di sana!

Hmm.. aku jadi bingung. Kalau memang statusnya masih cagar alam, seharusnya kita ngga boleh sembarang masuk dong. Harus pake SIMAKSI/surat izin gitu kan. Dan aku rasa, akan lebih bijak memang jikalau kita mematuhi peraturan tersebut. Tapi berhubung ternyata masih "difasilitasi" untuk masuk ke sana, jadi ya keputusan kembali ke tangan Anda. But I strongly suggest to hold your desire and obey the rule, guys. Pasti ada alasan kenapa tempat ini dijadikan cagar alam.

Pantai Sendang Biru

Anyway, aku kira di Sendang Biru ini ada pantai yang luas gitu ya. Ternyata engga. Sepertinya memang tempat ini lebih cocok dibilang sebagai pelabuhan. Ada sih, area yang berpasir gitu, tapi ya dikit. Di sini lebih banyak kapal-kapal yang bersandar. Malah ada tempat pelelangan ikan juga.

Kapal-kapal & Tempat Pelelangan Ikan

Para Pemancing

Saya ngga berlama-lama di tempat ini. Habis jeprat-jepret foto bentar, aku kemudian beranjak ke tujuan utama, yaitu Pantai Goa Cina. Dan ternyata untuk ke sana kita ngga perlu kembali ke pertigaan awal tadi. Dari dalam Pantai Sendang Biru ini, ada juga jalan ke sana. Tapi lagi-lagi, belum juga sampe ke Pantai Goa Cina, aku ter-distract buat mampir ke salah satu pantai yang lokasinya berdekatan dengan Sendang Biru.

Mau tau pantai apa? Stay tune. :)



Pantai Sendang Biru
Desa Sendangbiru, Tambakrejo, Sumbermanjing, Kab. Malang, Jawa Timur

Omah Motorent Malang
Jl. Trunojoyo 80, Malang, Jawa Timur
Telp/WA: 082233287000

Asri Homestay
Jl. Tumenggung Suryo No. 137, Klojen, Malang, Jawa Timur
Telp/WA: 082230147009



Thanks-List:
YOU, for reading this! :)

Sumber http://ferydyan.blogspot.com

HAPPY NEW YEAR, Everyone! Wish us lots of happiness ahead... First post di tahun 2019. Cerita pertama, perjalanan pertama. Meskipun ...
Ha Njo Dolan Sabtu, 19 Januari 2019