Ads

Ads
Menu
Hasil penelusuran untuk candi-tebing-tinggallinggah-gianyar
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jikalau anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jikalau tak mengunjunginya. Sudahkah anda mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.

Sangat unik tentunya, pastinya bagi anda yang mempunyai jiwa ingin tau tak akan menyia-nyiakan kesempatan jikalau berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala yang gres beberapa tahun kemudian ditemukan yang tak lain yaitu spesialis purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).

Situs bersejarah ini kaya akan nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan ini tatkala Ia melaksanakan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang ketika itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.

Pembaca ingin tau ? Nah, jikalau ingin melihatnya secara eksklusif terlebih dahulu anda harus menuruni tangga sebelum akibatnya hingga ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering khas Bali.

Semilir angin pesawahan menciptakan siapa saja akan mencicipi suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.

So jangan hingga lupa bawa alat foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah mempunyai 2 seni pahat yang dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan oleh fatwa sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% sesudah dilakukan penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.

Dan kerennya lagi pada serpihan belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahat  dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung, kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan oleh adanya musibah berupa gempa bumi.

Hasil penelusuran sanggup disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan daerah untuk semedi / bertapa.

Alamat lengkap Candi Tebing Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang mungin sanggup anda jadikan aktivitas wisata selanjutnya, yuk baca tentunya daerah wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jikalau anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata y...
Ha Njo Dolan Jumat, 17 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jikalau anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jikalau tak mengunjunginya. Sudahkah anda mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.

Sangat unik tentunya, pastinya bagi anda yang mempunyai jiwa ingin tau tak akan menyia-nyiakan kesempatan jikalau berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala yang gres beberapa tahun kemudian ditemukan yang tak lain yaitu spesialis purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).

Situs bersejarah ini kaya akan nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan ini tatkala Ia melaksanakan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang ketika itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.

Pembaca ingin tau ? Nah, jikalau ingin melihatnya secara eksklusif terlebih dahulu anda harus menuruni tangga sebelum akibatnya hingga ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering khas Bali.

Semilir angin pesawahan menciptakan siapa saja akan mencicipi suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.

So jangan hingga lupa bawa alat foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah mempunyai 2 seni pahat yang dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan oleh fatwa sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% sesudah dilakukan penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.

Dan kerennya lagi pada serpihan belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahat  dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung, kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan oleh adanya musibah berupa gempa bumi.

Hasil penelusuran sanggup disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan daerah untuk semedi / bertapa.

Alamat lengkap Candi Tebing Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang mungin sanggup anda jadikan aktivitas wisata selanjutnya, yuk baca tentunya daerah wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jikalau anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata y...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari jaman lampau. Salah satunya ialah Pura Puseh di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar. Tercatatat dalam sebuah prasasti bahwa pura ini dibangun pada tahun saka 944 ( 1020 Masehi ) yakni dimasa pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana dari dinasti Warmadewa.
Dibagian luar Pura Puseh terdapat ornamen ukir yang rumit, halus, indah dan dari isu yang didapatkan bahwasannya bangunan ini mengalami beberapa kali renovasi untuk hingga kepada bentuknya ketika ini. Gerbang masuknya berupa candi bentar yang tersusun dari kerikil bata merah yang dihiasi dengan ornamen bunga dan bentuk-bentuk ikal yang umum ada di bangunan pura.

Candi bentar tersebut membatasi nista mandala yakni jaba pisan ( bab luar pura ) dengan madya mandala atau jaba tengah di bab tengah pura. Sangat berbeda dengan dwarapala, sepasang raksasa berdiri pada sisi kiri kanan gerbang candi bentar tidak dipersenjatai dengan gada. Sesudah melewati gapura candi bentar, anda akan pribadi melihat Kori Agung ( bangunan khas Bali ) yang mana merupakan pintu keluar masuknya para dewa.

Oh iya ada bangunann yang disebut Bale panjang atau Bale Kulkul yang tak lain ialah tempat diletakkannya kulkul ( kentongan tradisional Bali ) guna untuk mengumpulkan warga ketika ada suatu acara. Pura Puseh merupakan peninggalan kuno yang masih lestari hingga kini ini dengan mempunyai latar belakang sejarah berumur sangat lama.

Bangunan ini mempunyai nilai artisti tinggi, getaran aura magis juga sangat terasa bagi wisatawan  yang mengetahui dunia spiritual dan hal-hal unik. Selain itu di sebelah Utara jalan dan diseberangnya terdapat bangunan panggung yang biasannya dipakai untuk lokasi pentasan tari Gambuh. Agar pembaca sanggup memasuki kekawasannya tentunya akan dikenakan tiket masuk.

Nah yang harus diingat ialah memakai kain yang diwajibkan siapapun yang akan masuk ke dalam Pura Paseh ini. Area parkir Pura Puseh Pura berlokasi di seberang jalan selain itu juga menjadi tempat dimana pengunjung menerima meminjaman secarik kain.

Alamat Pura Paseh berada di Jl Raya Batuan, Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Dibawah ini ada Obyek wisata terdekat yang mungkin anda cari :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari jaman lampau. Salah satunya ialah Pura Puseh di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar. Tercatatat dalam sebuah prasasti bahwa pura ini dibangun pada tahun saka 944 ( 1020 Masehi ) yakni dimasa pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana dari dinasti Warmadewa.
Dibagian luar Pura Puseh terdapat ornamen ukir yang rumit, halus, indah dan dari isu yang didapatkan bahwasannya bangunan ini mengalami beberapa kali renovasi untuk hingga kepada bentuknya ketika ini. Gerbang masuknya berupa candi bentar yang tersusun dari kerikil bata merah yang dihiasi dengan ornamen bunga dan bentuk-bentuk ikal yang umum ada di bangunan pura.

Candi bentar tersebut membatasi nista mandala yakni jaba pisan ( bab luar pura ) dengan madya mandala atau jaba tengah di bab tengah pura. Sangat berbeda dengan dwarapala, sepasang raksasa berdiri pada sisi kiri kanan gerbang candi bentar tidak dipersenjatai dengan gada. Sesudah melewati gapura candi bentar, anda akan pribadi melihat Kori Agung ( bangunan khas Bali ) yang mana merupakan pintu keluar masuknya para dewa.

Oh iya ada bangunann yang disebut Bale panjang atau Bale Kulkul yang tak lain ialah tempat diletakkannya kulkul ( kentongan tradisional Bali ) guna untuk mengumpulkan warga ketika ada suatu acara. Pura Puseh merupakan peninggalan kuno yang masih lestari hingga kini ini dengan mempunyai latar belakang sejarah berumur sangat lama.

Bangunan ini mempunyai nilai artisti tinggi, getaran aura magis juga sangat terasa bagi wisatawan  yang mengetahui dunia spiritual dan hal-hal unik. Selain itu di sebelah Utara jalan dan diseberangnya terdapat bangunan panggung yang biasannya dipakai untuk lokasi pentasan tari Gambuh. Agar pembaca sanggup memasuki kekawasannya tentunya akan dikenakan tiket masuk.

Nah yang harus diingat ialah memakai kain yang diwajibkan siapapun yang akan masuk ke dalam Pura Paseh ini. Area parkir Pura Puseh Pura berlokasi di seberang jalan selain itu juga menjadi tempat dimana pengunjung menerima meminjaman secarik kain.

Alamat Pura Paseh berada di Jl Raya Batuan, Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Dibawah ini ada Obyek wisata terdekat yang mungkin anda cari :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih mempunyai keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan alam di Pulau Bali sangat mempesona, pembaca niscaya enggan untuk cepat-cepat pulang saat sedang melaksanakan acara liburan disini. Anda kini berada di Kabupaten Gianyar atau gres akan merencakan liburan didaerah ini ? Ada satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungii yakni Pura Gunung Kawi Sebatu.

Obyek wisata ini mengatakan akan keindahan sebuah pura Hindu berciri khas bangunan Bali. Dari banyaknya gosip yang dikumpulkan belum diketakui secara niscaya kapan dibangunnya Pura Gunung Kawi Sebatu ini. Tetapi berdasarkan sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.

Orang yang disebut Rishi Markandeya yaitu seorang guru ( Maharishi ) yang membuatkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu sanggup diperkirakan antara 1300AD - 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi efek di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.

Di dalam daerah Pura Gunung Kawi Sebatu mempunyai sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bab kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini sanggup dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus merefresh dari kesibukan sehari-hari, apalagi bersama keluarga pastinya sangat menyenangkan sekali. Oh iya Guys, terdapat pula sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ikan koi banyak sekali jenis dan ukuran. Perlu diperhatikan ya, siapau dihentikan untuk menangkap ikan di kolam ini alasannya yaitu dikeramatkan.

Ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka, tempat ini yaitu tempat untuk rapat oleh penduduk Desa Sebatu. Fungsi lainnya sanggup dipakai untuk tempat istirahat bagi pengunjung sembari menikmati segala keindahan maupun suasana yang tersaji didalamnya.

Alamat Pura Gunung Kawi Sebatuberada di Jl. Raya Biyad, Tegallalang, Desa Sebatu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Di bawah ini yaitu obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca !!!

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan alam di Pulau Bali sangat mempesona, pembaca niscaya enggan untuk cepat-cepat pulang saat sedang melaksanakan acara liburan d...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus sanggup merefresh diri dari kejenuhan hiruk piruk keramaian kota ? memang ya Guys, terkadang kita merasa bosan dengan suasana kota yang identik dengan kesibukan, walaupun nyatanya banyak kemudahan yang sangat lengkap.

Khus bagi pembaca yang ingin mendapat pengalaman liburan lain dari pada yang lain tak ada salahnya kalau mengunjungi Pura Gaduh. Katanya jauh dari keramaian kota ? Tak menyerupai namanya, Pura Gaduh berlokasi di daerah yang damai dan hening walaupun nyatanya keberadaannya sempurna di sisi jalan utama.

Pura ini merupakan tempat ibadat umat Hindu yang sanggup dibilang kuno, sebab Pura Gaduh yaitu bangunan warisan dari nenek moyang dan sampai detik ini masih dirawat dan masih dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Pura Gaduh merupakan cuilan dari Pura Kahyangan Jagat dan juga cuilan dari salah satu kompleks pura yang ada di lingkungan tersebut.
Bangunan pura yang ada didalam daerah kopleks ini diantaranya Pura Gedong Puseh, Pura Kuru Baya serta Pura Batur Sari. Letak dari pada Pura Gaduh berada sempurna di halaman barat Pura Puseh dan sebelah timur Pura Kuru Bayu. Nah kalau pembaca menanyakan wacana keunikan Pura Gaduh, yakni terletak pada keberadaan sebuah arca yang cukup menyeramkan.

Arca seram ini berjulukan “Kepal Kebo Iwa” dengan spectifikasi mata melotot, kuping lebar, rambut gimbal dan juga gigi taringnya yang menyembul keluar menyerupai halnya siluman buto ijo. Sebagian besar masyarakat setempat percaya bahawa perwujudan dari wajah Kebo Iwa tersebut mempunyai nilai filosofi yakni perbuatan baik dan jelek berasal dari kepala.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, belum sanggup menunjukan secara niscaya wacana kapan dibangunnya Pura Gaduh ini. Usut punya usut dari banyak sekali sumber menyebutkan, kalau Pura Gaduh merupakan tempat suci peninggalan Raja Patih Sri Jayakatong yang memerintah semenjak Tahun Saka 1214 sampai 1302 Masehi.

Setelah itu pemerintahannya diteruskan oleh Raja-Raja  Bali lainnya, diantaranya yaitu sebagai berikut Raja Sri Jayasunu - Raja Sri Masula-Masuli - Raja Sri Antasura Ratna Bumi Banten dan keturunan Sri Karang Buncing yang ada dikala ini.

Alamat Pura Gaduh berada di Jalan Kebo Iwa, Desa Blahbatu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, dibawah ini ada sederet obyek wisata di Kabupaten Giayar yang mungkin sanggup anda jadikan agenda wisata berikutnya :

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus sanggup merefresh diri dari kejenuhan ...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus sanggup merefresh diri dari kejenuhan hiruk piruk keramaian kota ? memang ya Guys, terkadang kita merasa bosan dengan suasana kota yang identik dengan kesibukan, walaupun nyatanya banyak kemudahan yang sangat lengkap.

Khus bagi pembaca yang ingin mendapat pengalaman liburan lain dari pada yang lain tak ada salahnya kalau mengunjungi Pura Gaduh. Katanya jauh dari keramaian kota ? Tak menyerupai namanya, Pura Gaduh berlokasi di daerah yang damai dan hening walaupun nyatanya keberadaannya sempurna di sisi jalan utama.

Pura ini merupakan tempat ibadat umat Hindu yang sanggup dibilang kuno, sebab Pura Gaduh yaitu bangunan warisan dari nenek moyang dan sampai detik ini masih dirawat dan masih dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Pura Gaduh merupakan cuilan dari Pura Kahyangan Jagat dan juga cuilan dari salah satu kompleks pura yang ada di lingkungan tersebut.
Bangunan pura yang ada didalam daerah kopleks ini diantaranya Pura Gedong Puseh, Pura Kuru Baya serta Pura Batur Sari. Letak dari pada Pura Gaduh berada sempurna di halaman barat Pura Puseh dan sebelah timur Pura Kuru Bayu. Nah kalau pembaca menanyakan wacana keunikan Pura Gaduh, yakni terletak pada keberadaan sebuah arca yang cukup menyeramkan.

Arca seram ini berjulukan “Kepal Kebo Iwa” dengan spectifikasi mata melotot, kuping lebar, rambut gimbal dan juga gigi taringnya yang menyembul keluar menyerupai halnya siluman buto ijo. Sebagian besar masyarakat setempat percaya bahawa perwujudan dari wajah Kebo Iwa tersebut mempunyai nilai filosofi yakni perbuatan baik dan jelek berasal dari kepala.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, belum sanggup menunjukan secara niscaya wacana kapan dibangunnya Pura Gaduh ini. Usut punya usut dari banyak sekali sumber menyebutkan, kalau Pura Gaduh merupakan tempat suci peninggalan Raja Patih Sri Jayakatong yang memerintah semenjak Tahun Saka 1214 sampai 1302 Masehi.

Setelah itu pemerintahannya diteruskan oleh Raja-Raja  Bali lainnya, diantaranya yaitu sebagai berikut Raja Sri Jayasunu - Raja Sri Masula-Masuli - Raja Sri Antasura Ratna Bumi Banten dan keturunan Sri Karang Buncing yang ada dikala ini.

Alamat Pura Gaduh berada di Jalan Kebo Iwa, Desa Blahbatu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, dibawah ini ada sederet obyek wisata di Kabupaten Giayar yang mungkin sanggup anda jadikan agenda wisata berikutnya :

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus sanggup merefresh diri dari kejenuhan ...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Keindahan alam di Pulau Bali sangat mempesona, pembaca niscaya enggan untuk cepat-cepat pulang saat sedang melaksanakan acara liburan disini. Anda kini berada di Kabupaten Gianyar atau gres akan merencakan liburan didaerah ini ? Ada satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungii yakni Pura Gunung Kawi Sebatu.

Obyek wisata ini mengatakan akan keindahan sebuah pura Hindu berciri khas bangunan Bali. Dari banyaknya gosip yang dikumpulkan belum diketakui secara niscaya kapan dibangunnya Pura Gunung Kawi Sebatu ini. Tetapi berdasarkan sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.

Orang yang disebut Rishi Markandeya yaitu seorang guru ( Maharishi ) yang membuatkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu sanggup diperkirakan antara 1300AD - 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi efek di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.

Di dalam daerah Pura Gunung Kawi Sebatu mempunyai sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bab kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini sanggup dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus merefresh dari kesibukan sehari-hari, apalagi bersama keluarga pastinya sangat menyenangkan sekali. Oh iya Guys, terdapat pula sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ikan koi banyak sekali jenis dan ukuran. Perlu diperhatikan ya, siapau dihentikan untuk menangkap ikan di kolam ini alasannya yaitu dikeramatkan.

Ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka, tempat ini yaitu tempat untuk rapat oleh penduduk Desa Sebatu. Fungsi lainnya sanggup dipakai untuk tempat istirahat bagi pengunjung sembari menikmati segala keindahan maupun suasana yang tersaji didalamnya.

Alamat Pura Gunung Kawi Sebatuberada di Jl. Raya Biyad, Tegallalang, Desa Sebatu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Di bawah ini yaitu obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca !!!

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Keindahan alam di Pulau Bali sangat mempesona, pembaca niscaya enggan untuk cepat-cepat pulang saat sedang melaksanakan acara liburan d...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak menyerupai biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini mempunyai warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya mempunyai daya magis yang mana dipercaya dapat menyembuhkan banyak sekali penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan menyerupai binatang pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis memakai cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para jago dari banyak sekali tempat ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga harmonis dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian binatang ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh binatang suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan sesudah berumur 6 bulan binatang tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan binatang itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana komplemen ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, menciptakan masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok dipakai sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi bawah umur untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, eksklusif saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak menyerupai biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini mempunyai warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya mempunyai daya magis yang mana dipercaya dapat menyembuhkan banyak sekali penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan menyerupai binatang pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis memakai cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para jago dari banyak sekali tempat ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga harmonis dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian binatang ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh binatang suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan sesudah berumur 6 bulan binatang tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan binatang itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana komplemen ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, menciptakan masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok dipakai sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi bawah umur untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, eksklusif saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Di Pulau Bali ada wisata yang dapat dibilang langka, menyerupai kebanyakanan pembaca tahu kata lembu yaitu nama lain dari kerbau. Namun...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan yang identik ini tak lain alasannya ialah masyarakat Bali semenjak dulu bermayoritas memeluk agama Hindu. Di setiap bangunanan pura mempunyai keunikan tersendiri yang mana selalu menarik perhatian wisatawan untuk mengunjunginya.

Seperti pura yang berada di Kabupaten Gianyar dengan nama yang cukup asing dan nyeleneh yakni Pura Kebo Edan. Dari nama yang dipakai tersebut tentunya ada aspek sejarah, yang mana masih ada kaitannya dengan dua buah arca kerbau atau Kebo ada didalamnya. Arca kerbau ini merupakan simbol dari kendaraan Sang Hyang Siwa ( Dewa Tri Murti sebagai pelebur ) yang dinamakan Nandini.

Jika dicermati arca Kerbau tersebut kelihatan akan murka ke arah archa Siwa Bhairawa disaat melaksanakan anutan Bhairawa dengan menempuh jalan Niwerti ( memuaskan hawa nafsu ) untuk mencapai tujuannya. Jika membahas perihal kapan pembangunannya ? Pura Kebo Edan dibangun sekitar tahun 1284 atau era ke-13 masehi.

Dari dongeng yang diyakini menyebutkan Pura Kebo Edan masih ada berafiliasi dengan masa kejayaan kerajaan Kediri di Tanah Jawa dengan rajanya yang berjulukan Prabu Kertanegara yang menganut anutan Hindu Tantrayana. Pada ketika itu dia berhasil mengalahkan Bali, kemudian menyuruh Kebo Parud untuk menjadi patih di Bali.

Kebo Parud tak lain ialah wakil dari Prabu Kertanegara dan membawa anutan Hindu Siwa dan Hindu Bairawa. Meskipun kedua ajarah agama ini berjulukan beda, namun dalam segi pemahaman yang terkandung didalamnya tetap sama yaitu tamat hayat atau sanggup disebut dengan kata moksa. Nah kedua anutan tersebut disatukan menjadi Siwa Bairawa di Pura Kebo Edan.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui dan mengenal obyek wisata sejarah di Bali, tentunya tempat Wisata Pura Kebo Edan sangat wajib untuk dieksplor dan mengetahui situs ini. Asalakan semua pembaca tahu, di daerah Pura Kebo Edan terdapat sejumlah peninggalan purbakala yang berupa arca-arca.

Setidaknya ada 55 buah arca yang diposisikan dibeberapa pelinggih yang di gambarkan oleh para arkeolog, bdiantaranya ialah :

  • Arca Bhairawa Siwa


Memiliki wajah seram, cukup unik dan sedikit asing serta mempunyai daya mistis, yang mana berbentuk tinggi besar sekitar 3.5 meter dengan citra menari di atas jenazah manusia. Arca ini tak lain ialah sosok Bhairawa yang selalu bersifat Indria atau nafsu didalam kepuasan duniawi. Arca Bhairawa setinggi pernah mendapat perbaikan oleh Kantor Suaka Purbakala Bali pada tahun 1952.

  • Arca Kerbau Berjongkok


Sebuah araca berupa seekor kerbau dengan garang, liar dan juga  beringas ibarat halnya kerbau ketika murka atau Keb Edann.

  • Arca Bhairawa Raksasa


Bermata melotot serta didepannya ada hiasan dan mangkok berbentuk tengkorak manusia, yah sanggup dibilang arca ini angker untuk dilihat.

  • Arca Ganesa

Tak sedikit orang yang mengenalnya dengan nama Betara Gana yang lebih jelasnya ilahi yang berkepala gajah.

  • Arca Nandi
  • Arca Gajah
  • Dan masih banyak yang lainnya dengan kondisi yang sudah rusak.

Alamat Pura Kebo Edan terletak di Dusun Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang sangat gampang yang mana hanya beberapa meter dari tepi jalan utama di Desa Pejeng, ketika anda akan masuk kekawasannya terlebih dahulu harus menyusuri tembok samping sejauh beberapa puluh meter ke arah belakang.

Papan nama Pura Kebo Edan di tepi Jl Raya Pejeng ditulis dengan karakter Latin dan karakter Bali, hal ini sudah menandakan bahwa Pura Kebo Edan merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya di Pulau Bali. Nama Pura Kebo Edan terkesan unik, eksotik dan menarik, seunik dan seeksotik peninggalan-peninggalan renta yang tersimpan di dalam lingkungan Pura Kebo Edan yang terbilang luas ini.

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata yang jaraknya cukup dekat, yang mana mungkin sanggup anda jadikan sebagai aktivitas wisata berikutnya. Selamat liburan !!!

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan y...
Ha Njo Dolan
Travel Agent Penyedia Info Wisata


Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan yang identik ini tak lain alasannya ialah masyarakat Bali semenjak dulu bermayoritas memeluk agama Hindu. Di setiap bangunanan pura mempunyai keunikan tersendiri yang mana selalu menarik perhatian wisatawan untuk mengunjunginya.

Seperti pura yang berada di Kabupaten Gianyar dengan nama yang cukup asing dan nyeleneh yakni Pura Kebo Edan. Dari nama yang dipakai tersebut tentunya ada aspek sejarah, yang mana masih ada kaitannya dengan dua buah arca kerbau atau Kebo ada didalamnya. Arca kerbau ini merupakan simbol dari kendaraan Sang Hyang Siwa ( Dewa Tri Murti sebagai pelebur ) yang dinamakan Nandini.

Jika dicermati arca Kerbau tersebut kelihatan akan murka ke arah archa Siwa Bhairawa disaat melaksanakan anutan Bhairawa dengan menempuh jalan Niwerti ( memuaskan hawa nafsu ) untuk mencapai tujuannya. Jika membahas perihal kapan pembangunannya ? Pura Kebo Edan dibangun sekitar tahun 1284 atau era ke-13 masehi.

Dari dongeng yang diyakini menyebutkan Pura Kebo Edan masih ada berafiliasi dengan masa kejayaan kerajaan Kediri di Tanah Jawa dengan rajanya yang berjulukan Prabu Kertanegara yang menganut anutan Hindu Tantrayana. Pada ketika itu dia berhasil mengalahkan Bali, kemudian menyuruh Kebo Parud untuk menjadi patih di Bali.

Kebo Parud tak lain ialah wakil dari Prabu Kertanegara dan membawa anutan Hindu Siwa dan Hindu Bairawa. Meskipun kedua ajarah agama ini berjulukan beda, namun dalam segi pemahaman yang terkandung didalamnya tetap sama yaitu tamat hayat atau sanggup disebut dengan kata moksa. Nah kedua anutan tersebut disatukan menjadi Siwa Bairawa di Pura Kebo Edan.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui dan mengenal obyek wisata sejarah di Bali, tentunya tempat Wisata Pura Kebo Edan sangat wajib untuk dieksplor dan mengetahui situs ini. Asalakan semua pembaca tahu, di daerah Pura Kebo Edan terdapat sejumlah peninggalan purbakala yang berupa arca-arca.

Setidaknya ada 55 buah arca yang diposisikan dibeberapa pelinggih yang di gambarkan oleh para arkeolog, bdiantaranya ialah :

  • Arca Bhairawa Siwa


Memiliki wajah seram, cukup unik dan sedikit asing serta mempunyai daya mistis, yang mana berbentuk tinggi besar sekitar 3.5 meter dengan citra menari di atas jenazah manusia. Arca ini tak lain ialah sosok Bhairawa yang selalu bersifat Indria atau nafsu didalam kepuasan duniawi. Arca Bhairawa setinggi pernah mendapat perbaikan oleh Kantor Suaka Purbakala Bali pada tahun 1952.

  • Arca Kerbau Berjongkok


Sebuah araca berupa seekor kerbau dengan garang, liar dan juga  beringas ibarat halnya kerbau ketika murka atau Keb Edann.

  • Arca Bhairawa Raksasa


Bermata melotot serta didepannya ada hiasan dan mangkok berbentuk tengkorak manusia, yah sanggup dibilang arca ini angker untuk dilihat.

  • Arca Ganesa

Tak sedikit orang yang mengenalnya dengan nama Betara Gana yang lebih jelasnya ilahi yang berkepala gajah.

  • Arca Nandi
  • Arca Gajah
  • Dan masih banyak yang lainnya dengan kondisi yang sudah rusak.

Alamat Pura Kebo Edan terletak di Dusun Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang sangat gampang yang mana hanya beberapa meter dari tepi jalan utama di Desa Pejeng, ketika anda akan masuk kekawasannya terlebih dahulu harus menyusuri tembok samping sejauh beberapa puluh meter ke arah belakang.

Papan nama Pura Kebo Edan di tepi Jl Raya Pejeng ditulis dengan karakter Latin dan karakter Bali, hal ini sudah menandakan bahwa Pura Kebo Edan merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya di Pulau Bali. Nama Pura Kebo Edan terkesan unik, eksotik dan menarik, seunik dan seeksotik peninggalan-peninggalan renta yang tersimpan di dalam lingkungan Pura Kebo Edan yang terbilang luas ini.

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata yang jaraknya cukup dekat, yang mana mungkin sanggup anda jadikan sebagai aktivitas wisata berikutnya. Selamat liburan !!!

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar




Sumber http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com

Pulau Bali mempunyai julukan Pulau Dewata, hal ini dikarenakan mempunyai berbagai bangunan pura atau seribu pura. Keberedaan bangunan y...
Ha Njo Dolan