Ads

Ads
Menu
Results for "Kuliner"
Travel Agent Penyedia Info Wisata

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal

Selain mengunjungi objek wisata alam maupun sejarah yang ada di kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, rasanya kurang lengkap jikalau belum menikmati masakan khas daerah. Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda (sagu), sayur lilin, sambal kenari, es kacang brenebon, pisang lumpur, fofoki (terong yang dimasak dengan santan), ketam kenari (kepiting kelapa), pisang lisan bebek, halua kenari, bagea serta hasil olahan ikan menyerupai ikan fufu (Ikan Asap), gohu ikan, ikan garu rica, dan lain-lain.

Berikut ialah wisata masakan yang cukup populer di Ternate:

1. Restoran Floridas
    Lokasi: Jl. Pertamina, Kel. Ngade Ternate, Ternate, Indonesia.
    Jam Buka: 09:00 - 23:00

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal

Restoran Floridas berada di tebing yang pribadi berbatasan dengan maritim yang populer dengan pemandangannya yang indah dan pulau Maitara yang tercetak pada lembaran uang Indonesia Rp. 1.000,-. Selain itu, Pulau Tidore dan Pulau Halmahera juga menjadi latar belakangnya. Anda sanggup menikmati pemandangan ini dari balkon restoran. Bagi Anda yang suka dengan pemandangan alam, dianjurkan untuk tiba antara pagi hingga sore hari. Pemandangan paling indah sanggup dinikmati pada pagi menjelang siang, lantaran maritim pada ketika itu mengatakan variasi warna hijau renta hingga biru.



Makanan di Restoran Floridas tergolong standar. Salah satu masakan favorit disini ialah hidangan kepiting kenari dan ikan bakar.



2. Rumah Makan Popeda Gamalama

    Lokasi: Pasar Bahari Berkesan Ternate



Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal



RM Popeda Gamalama menyajikan masakan khas Ternate. Di tempat ini tersedia "Gohu Ikan" yakni sajian ikan tuna mentah dengan kucuran saus yang khas. Penyebutan masakan ini harus lengkap, alasannya ialah jikalau hanya disebut “gohu”, artinya ialah rujak asinan pepaya muda yang juga sama terkenalnya di Ternate. Karena kemiripannya dengan panganan khas Jepang, sashimi, sehingga tak jarang orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate.

RM Popeda Gamalama selalu menjadi sasaran wisatawan yang berkunjung ke Kota Ternate. Makanan yang sering dipesan ialah "Gohu Ikan" yang populer dengan kelezatannya, Sayur Lilin, Popeda yang ditemani kuah soru dan ikan asar dimana rasanya asam pedas dengan aroma ikan asar yang sangat kuat. Selain itu juga terlihat Kasbi (singkong rebus), pisang rebus, ubi rebus, ikan bakar, ikan goreng, fofoki kuah santan, dan sayur garo (tumis kangkung dengan bunga papaya). 

3. Rumah Makan Jailolo
     Lokasi: Jl. Pahlawan Revolusi 7, Ternate.

    Jam Buka: 07:00 - 21:00

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal

Di rumah makan ini tersedia sayur garo bunga pepaya dengan adonan daun singkong. Selain itu ada kasbi (singkong) kering yang diiris tipis dimasak kering dengan bumbu, rasanya gurih dan pedas. Tersedia bermacam-macam masakan menyerupai ikan dan gorengan.

4. Rumah Makan Al Hikmah
    Jl. AIS Nasution, Ternate

    Jam Buka: 06:00 - 15:00

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal

Rumah makan ini hanya menjual dua menu. Nasi kuning dan lontong sayur. Nasi kuning disajikan dengan kering kasbi (singkong), serundeng (abon ikan), mie goreng, dan irisan acar timun. Sedangkan ketupat sayur yang berkuah kental dan gurih disajikan dengan serutan singkong kering dan serundeng.

Ada juga pilihan lauk sebagai tambahan, yaitu ayam panggang kecap, telur rebus, dan yang paling khas ialah ikan (tongkol) yang diasap. Konon, ikan berbumbu ini dimasak cukup usang di atas tungku kayu bakar, hingga agak kering dan bentuknya menjadi cokelat kehitaman menyerupai kayu. 



5. Rumah Makan Baghdad
    Jl. Komplek Pohon Pala, Ternate
    Jam buka: 08.00 ‐ 22.00

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal

RM Islam Manado Baghdad lebih dikenal dengan Warung Baghdad. Warung kecil ini menyajikan masakan khas Manado dan selalu ramai dikunjungi.

Menu yang disajikan cukup beragam, seperti: ikan woku belanga berwarna merah berbahan dasar ikan kakap, dengan cita rasa gurih dan pedas disajikan dengan irisan tomat dan daun balakama. Sementara itu, ada juga ikan kuah santan dengan cita rasa daun balakama yang lebih tajam. Cumi woku tinta berpenampilan hitam pekat lantaran cumi dimasak dengan tintanya, bumbu-bumbunya menyatu dengan daging cumi, aroma serai dan daun jeruk yang bersama-sama dipakai untuk mengurangi bau daging cumi malah menambah selera makan. Selain itu juga tersedia Udang, Paniki, dan lain-lain. Menu tersebut ada yang berupa dibakar, goreng, rica, kuah asam, goreng tepung, paniki dan lain-lain. Anda juga sanggup memesan Es Gula Aren.

6. Kawasan Tapak / Swearing
    Jl. Tapak, Ternate.

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal


Kawasan ini juga dikenal dengan sebutan swering (sewiring yang biasanya disebut orang Ternate). Kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga Ternate maupun pendatang. Kawasan ini hanya ramai ketika malam hari. 


Deretan dingklik plastik ditata berbaris di sepanjang pantai. Tak ada pedagang yang menjaja masakan terlihat, hanya ada kursi-kursi. Namun beberapa ketika sehabis duduk, seorang wanita pribadi menghampiri dan bertanya masakan atau mlnuman apa yang akan di pesan. 



Inilah keunikan tempat Tapak. Posisi pedagang masakan dan minuman, berjejar rapi di seberang jalan. Sedangkan kursi-kursi tempat pengunjung, posisinya berada di bibir pantai sehingga mereka sanggup bebas menikmati keteduhan Pantai Ternate di malam hari.



Tersedia masakan menyerupai mie goreng, mie rebus, nasi goreng, pisang goreng lisan bebek, gorakka (bisa juga menambah susu kental), dsb. Pisang lisan bebek, ialah jenis pisang khas daerah ini. Satu buah pisang yang tidak terlalu matang dibelah menjadi dua atau tiga bagian. Rasanya renyah dan tidak terlalu manis, dan mirip-mirip sukun goreng. Uniknya, pisang ini dihidangkan dengan komplemen yang tak lazim. Ada sambal tore, sambal khas Ternate yang dicampur dengan ikan asin sebagai komplemen cocolannya, kemudian ada juga kacang goreng dan ikan teri.

7. Jatiland Mall Ternate


Jatiland Mall Ternate ialah satu-satunya Mall di Ternate ketika ini. Tempat makan di mal ini juga ramai dikunjungi. Karena lokasi Mall ini sangat strategis, beberapa restoran yang pemandangannya pribadi menghadap laut. Makanan khas daerah hanya sanggup mampu ditemukan di foodcourt, di lantai paling atas di Mall ini.

Maluku Utara mempunyai aneka macam masakan khas daerah antara lain popeda  Makanan Khas Ternate - Tempat Wisata Kuliner yang Terkenal


Sumber http://tips-wisata-indonesia.blogspot.com

Selain mengunjungi objek wisata alam maupun sejarah yang ada di kota Ternate , Provinsi Maluku Utara , rasanya kurang lengkap jikalau b...
Ha Njo Dolan Kamis, 23 Mei 2019
Travel Agent Penyedia Info Wisata

DAGING rebus atau dalam bahasa Aceh disebut sie reuboh Sie Reuboh, Tak Sekedar Daging Rebus Biasa
Sie Reuboh. ©2014 Acehtourismagency.blogspot.com
DAGING rebus atau dalam bahasa Aceh disebut sie reuboh, bukan sekadar daging yang direbus. Ini masakan khas Kabupaten Aceh Besar yang diwariskan bebuyutan dan menjadi santapan wajib ketika datang Ramadhan. Karena, masakan ini sanggup bertahan hingga satu bulan.

Sie reuboh memang bukan sekadar daging rebus. Ia dibentuk dari gumpalan daging beserta gapah yang dibumbui garam, cabai merah, cabai kering, cabai rawit, kunyit, kemudian direbus hingga mendidih di belanga tanah tanpa disiram air.

Khusus untuk gilingan ketiga jenis cabe, rawit, merah dan cabai jangan dihaluskan. Biarkan ia dalam keadaan bernafsu sehingga bijinya akan lengket di permukaan daging nantinya.

Setelah air rebusan yang keluar dari daging dan gapah mengering, biarkan ia selama satu malam dalam belanga. Keesokan harinya, ketika dipanaskan kembali dan gapah yang membalut daging meleleh, siramkan cuka bersama air dan biarkan hingga mengering hingga dagingnya empuk. Cuka yang dipakai pun harus cuka enau.

Sampai tahapan ini, satu fase masakan masakan sie reuboh sanggup dianggap selesai dan sanggup dijadikan santapan dengan cara disayat sebagai lauk. Di tahapan ini pula, sie reuboh sanggup erat dengan waktu dan bertahan hingga berbulan-bulan. Cara menyantapnya tak berubah, ialah dipanaskan dengan api yang tak terlalu besar, dan harus tetap dalam belanga tanah.

Proses sie reuboh sebagai masakan khas Aceh Rayeuk belum seluruhnya berhenti hingga di sini. Daging rebus itu sanggup diolah menjadi banyak turunan. Mulai dari sie goreng istilahnya yang seolah-olah rendang, dimasak lemak, dibentuk kuah asam keung khas Aceh dan sanggup juga dijadikan semacam abon.

Sie reuboh menguapkan anyir cuka yang keras dan menggoda. Wangian cuka ini menjalar bersama rasa pedas bercampur asam hingga ke langit-langit verbal ketika dimakan. Wangi cuka nipah inilah yang mendominasi rasa daging rebus, yang sulit untuk dilewatkan.

Di tahun-tahun terakhir ini sie reuboh sebagai sajian masakan yang dijajakan di warung-warung apalagi restoran, makin jarang didapat. Ia kalah pamor dengan ayam tangkap, atau ayam penyet misalnya.

Namun, di tempat Lambaro, Aceh Besar, sebuah rumah makan khas Aceh Rayek, Delima Baru, dan resto Ayam Tangkap Blang Bintang, masih tetap menimbulkan sie reuboh sebagai sajian utama. “Satu hari kami memasak 30 kilogram gading khusus untuk sie reuboh. Kebanyakan pelanggan kami memang memesan sie reuboh sebagai sajian utama,” kata Rusli, pemilik rumah makan tersebut.

Tak ada ramuan khusus untuk melariskan masakan itu. Resep pembuatan sie reuboh ini juga diwariskan secara bebuyutan oleh keluarga Rusli. “Saya merupakan generasi ketiga. Usaha rumah makan ini sudah ada semenjak 60-an,” ungkapnya.

Namun, di rumah-rumah warga Aceh Besar, khususnya ketika meugang memasuki bulan Ramadhan, masakan yang mengundang kolesterol ini hampir sanggup ditemui di setiap rumah warga. Mau mencoba? Yuk ke Aceh Besar.(*)

Dari Makanan Meugang hingga Peunajoh Prang


RITUAL meugang diperingati warga Aceh dua atau satu hari menjelang Ramadhan, Idul Fitri, serta Idul Adha. Ritual itu biasanya dilakukan dengan membeli dan memakan masakan berbahan daging. Bagi masyarakat Aceh Besar, hari meugang tanpa sie reuboh terasa hampa.

DAGING rebus atau dalam bahasa Aceh disebut sie reuboh Sie Reuboh, Tak Sekedar Daging Rebus Biasa
Sie Reuboh. ©2014 Acehtourismagency.blogspot.com
Rasa sie reuboh yang gurih, pedas, dan keasam-asaman membuatnya enak disantap bersama nasi atau disajikan langsung.

Sie reuboh memang mempunyai huruf tersendiri. Selain rasanya yang khas, masakan ini juga tahan usang atau sanggup disimpan berhari-hari. “Sie reuboh tidak akan basi. Kalau sudah hambar tinggal dipanaskan lagi, dan tetap masih enak dimakan,” kata Bidin, seorang penggemar sie reuboh.

Seperti warga Aceh Besar lainnya, Bidin tetap menimbulkan sie reuboh sebagai masakan yang harus ada di rumah pada setiap hari meugang. “Walaupun sajian lain ada, sie reuboh tetap harus tersedia. Ini wajib,” ujarnya.

Karena tahan usang dan tak cepat basi, kuliner ini sering pula menjadi peunajoh prang atau logistik perang. Seorang mantan kombatan di Aceh Besar mengaku, ketika ia masih bergerilya, kuliner ini sering menjadi bekal dari keluarga yang dibawanya ke hutan. “Itu alasannya kuliner ini tahan lama. Jika ingin menyantapnya, cukup dengan dipanaskan saja. Sehingga cocok dibawa ketika bergerilya,” ungkap Saifuddin, seorang mantan kombatan yang sekarang berprofesi sebagai kontraktor.

Kesederhanaan dalam penyajiannya, menjadi salah satu alasan kuliner ini cukup digemari, khususnya ketika sahur jelang berpuasa di bulan Ramadhan. Sayangnya, kesederhanaan sie reboh ini juga telah membuatnya dipandang sebelah mata.

Di Banda Aceh, misalnya, cukup sulit untuk menemukan sajian ini di rumah makan atau restoran. Untungnya, salah satu rumah makan di tempat Lambaro, Aceh Besar, dan resto ayam tangkap Blang Bintang, masih menyediakan kuliner tersebut.

“Dulu, tahun enam puluhan, kakek saya membuka rumah makan yang menyediakan sie reuboh di tempat Jalan Perdagangan, Banda Aceh. Kemudian 1997, pindah ke Jalan Diponegoro dan dikelola oleh orang bau tanah saya. Barulah sekitar 2006 saya melanjutkan perjuangan bebuyutan ini di tempat Lambaro,” ungkap Rusli, pemilik Rumah Makan Delima Baru.

Saat Serambi berkunjung di rumah makan itu, terlihat seorang turis abnormal sedang menikmati hidangan sie reuboh. Meski tangannya dipenuhi gapah, ia terus saja menyantap kuliner itu tanpa perduli orang-orang di sekitarnya. Ternyata, kuliner ini tak hanya cocok di pengecap para pribumi, tapi juga sanggup diterima di pengecap mereka yang tak terbiasa dengan kuliner tersebut. Inilah kuliner meugang hingga peunajoh prang.(*)

Tak Perlu Waktu Lama Memasaknya

SERING yang menduga, kuliner Aceh merupakan masakan yang sulit diolah. Teknik memasaknya pun terkesan sulit. Padahal, tak semua demikian. Buktinya, sie reuboh sanggup dimasak dalam waktu yang cepat; hanya 30 menit. Teknik pengolahannya pun jauh dari kesan rumit.

Sederhanakah cara menciptakan sie reuboh? Jawabannya, sangat sederhana. Tak ada literatur dan ketentuan yang mengahruskan penggunaan daging tertentu. Pemilihan daging sanggup diubahsuaikan dengan selera. Bisa memakai has luar dan sanggup juga has dalam. Atau, jeroan pun boleh. Bahkan, sanggup juga menentukan daging sapi atau daging kambing.

Nah... bagaimana dengan bumbunya? Khusus sie reuboh, pemakaian bumbu rempahnya tak terlalu banyak. Yang diharapkan hanya bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, serta cuka-untuk memunculkan rasa asam. Seluruh materi tersebut gampang diperoleh di pasaran maupun di ladang-ladang penduduk.

Untuk mencitrakan masakan khas yang yang didominasi rasa pedas, sie reboh banyak memakai cabai. Kemudian, sie reuboh diolah menjadi sajian makanan. Proses pengolahannya tak hingga 30 menit.

Agar proses memasaknya lebih cepat dan singkat, dianjurkan memakai daging sapi has dalam atau has luar. Karena, tingkat keempukan lebih dari daging lainnya. Tapi, jikalau tak ingin repot-repot memasaknya, silakan rasakan kenikmatan sie reuboh ini di resto dan warung makan di Aceh Besar.(*)

Tanpa Sie Reuboh, Tak Kaprikornus Meugang

MEUGANG atau yang disebut juga hari palahan, menjadi tradisi sakral di Aceh. Saking sakralnya, jikalau pada hari meugang tak membawa pulang daging, akan menjadi minder dan dianggap memalukan. Pada 1986 lalu, seorang laki-laki rela memotong kemaluannya karena tak sanggup membawa daging ke rumah mertua pada hari meugang.

Kesakralan ini dilengkapi dengan tradisi tersendiri di masih-masing daerah. Di Aceh Besar, meugang yang diperingati sehari menjelang Idul Adha, Idul Fitri, dan puasa Ramadhan, akan hampa jikalau tanpa dilengkapi sie reuboh. Meski tak dilengkapi hukum kuat, masakan ini menjadi sajian wajib bagi warga Aceh Besar ketika meugang.

Sie reuboh memang mempunyai huruf tersendiri. Selain rasanya yang khas, masakan ini juga tahan usang atau sanggup disimpan berhari-hari. Satu laba sie reuboh ini, tidak akan basi. Bila sudah dingin, tinggal dipanaskan, tetap masih enak dimakan kapan pun. Karena itu, ketika meugang warga Aceh Besar sering menciptakan sie reuboh, untuk kemudian disimpan sebagai sajian berbuka puasa atau sahur.

Kepupuleran masakan ini bukan hanya digemari oleh warga Aceh Besar. Beberapa warga daerah lain juga sering mencari sie reuboh di warung-warung nasi pada hari biasa. Tapi bagi warga Aceh Besar, seakan ada isyarat, meugang tak akan sah bila tak dilengkapi dengan sajian sajian sie reuboh.(*)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com

Sie Reuboh. ©2014 Acehtourismagency.blogspot.com DAGING rebus atau dalam bahasa Aceh disebut sie reuboh, bukan sekadar daging yang dir...
Ha Njo Dolan Sabtu, 31 Desember 2011